New History

New History

Share

11/06/2026

Sony Sanjaya bongkar mama pejabat korupsi MBG

11/06/2026

“Negeri ini tak akan hancur karena bencana atau perbedaan. Sebaliknya, negeri ini mudah hancur karena moral bejat dan korupsi.”

Kalau hanya karena gempa, banjir, atau gunung meletus, negeri ini mestinya sudah lama pensiun dari peta dunia. Dari dulu kita hidup berdampingan dengan alam yang kadang batuk-batuk sedikit. Tapi lihatlah, setiap kali tanah berguncang, orang-orang kecil justru saling menguatkan. Dapur umum berdiri lebih cepat daripada meja rapat. Perbedaan agama, suku, pilihan politik—semuanya mendadak tak penting ketika yang dibutuhkan adalah sebotol air dan selembar selimut.

Perbedaan tidak pernah benar-benar menjadi masalah. Sejak awal, negeri ini memang didirikan di atas keberagaman. Kalau mau seragam, mungkin dari dulu kita sudah sepakat pakai satu warna saja. Tapi kita memilih banyak warna. Dan anehnya, justru itulah yang membuat kainnya indah.

Yang berbahaya bukanlah perbedaan, melainkan ketika hati mulai kehilangan rasa malu. Ketika jabatan dipakai bukan untuk mengabdi, melainkan untuk mengisi laci. Ketika hukum bisa ditawar, dan keadilan bisa dicicil. Korupsi itu bukan sekadar soal uang negara yang hilang; ia menggerogoti kepercayaan. Dan kalau kepercayaan sudah hilang, bangsa sebesar apa pun akan rapuh.

Orang sering bertanya, apa ancaman terbesar bagi negeri ini? Saya kira bukan orang yang berbeda pendapat. Demokrasi memang berisik, tapi kebisingan itu tanda kehidupan. Yang patut dikhawatirkan adalah keserakahan yang diam-diam dilegalkan, kebohongan yang dibiasakan, dan nurani yang ditidurkan.

Negeri ini kuat. Ia sudah melewati penjajahan, krisis, dan berbagai ujian sejarah. Tapi ia akan goyah jika orang-orang yang diberi amanah lupa bahwa kekuasaan itu titipan, bukan warisan keluarga. Kalau moral dijaga, perbedaan akan jadi rahmat. Kalau moral rusak, bahkan keseragaman pun tak akan menyelamatkan.

Jadi jangan terlalu takut pada bencana atau pada tetangga yang berbeda pandangan. Takutlah pada diri sendiri ketika mulai merasa korupsi itu wajar, dan ketidakjujuran itu sekadar “cara.” Di situlah awal kehancuran yang sebenarnya.

Sumber : Literasi Kata

Want your business to be the top-listed Media Company in Pati?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Semarang
Pati