OMAH
19/05/2026
16 Maret 2026, kunjungan kali ini datang bersama Mas Greg , yang pernah menjadi bagian dari OMAH Library dan hingga kini masih menjaga relasi yang dekat dengan kami. Dalam perjalanannya sekarang sebagai pengajar arsitektur di UNTAR, ia membawa empat mahasiswanya, ada Danu, Faadhil, Juan, dan Intan untuk datang dan belajar bersama.
Pertemuan ini terasa seperti sebuah lingkar yang kembali terhubung. Dari pengalaman yang pernah dibangun di masa lalu, kini berlanjut menjadi ruang berbagi bagi generasi berikutnya. Bersama para mahasiswa, perjalanan dilakukan dengan penuh rasa ingin tahu, mencoba melihat arsitektur tidak hanya sebagai bentuk, tetapi sebagai pendekatan yang lebih dalam.
Sepanjang experiencing, diskusi berkembang tentang bagaimana sebuah ruang dipikirkan, dirancang, dan dihidupkan. Tidak hanya membahas teknis, tetapi juga bagaimana nilai, proses, dan cara pandang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari arsitektur itu sendiri. Di sela experiencing, mereka juga sempat bertemu dengan pendiri OMAH, Realrich Sjarief dan berbincang tentang proyek studio serta proses dibaliknya
Melalui perjalanan ini, mereka juga membagikan bagaimana experiencing di Guha membuka perspektif baru tentang arsitektur. Ada yang merasa semakin mengagumi arsitektur lebih dalam karena banyak hal baru yang ditemukan selama tour berlangsung, dan melihat OMAH sebagai tempat belajar yang kaya akan makna. Ada p**a yang merasa belajar banyak tentang penggunaan material, sekaligus mengenal berbagai arsitek yang dapat menjadi inspirasi dan role model dalam perjalanan mereka ke depan.
Dari pertemuan ini, kami kembali melihat bagaimana pengetahuan bergerak, berpindah, dan tumbuh melalui relasi yang terus dijaga.
Terima kasih kepada Mas Greg dan teman teman mahasiswa atas waktu dan kehadirannya di rumah kami. Semoga perjalanan ini menjadi bagian dari proses belajar yang terus berlanjut.
Untuk teman teman yang ingin merasakan pengalaman ruang di Guha the Guild, dapat melakukan reservasi melalui link berikut: bit.ly/Visit_OMAHBookstore
15/05/2026
13 Maret 2026, kunjungan kali ini bersama Tim Humas Bank Indonesia, Kak Ade Jamaludin, Kak Dila, dan Kak Wida yang berkunjung dengan tujuan studi banding, sekaligus mempelajari lebih dalam tentang bagaimana OMAH Library tumbuh sebagai sebuah ruang baca dan ruang belajar.
Percakapan tidak hanya berhenti pada hal hal teknis mengenai perpustakaan. Mereka juga banyak menggali tentang bagaimana sebuah ruang bisa menghadirkan pengalaman, bagaimana filosofi dibangun dan diterjemahkan, hingga nilai nilai yang melandasi OMAH dalam berbagi pengetahuan. Dari sana, muncul refleksi tentang bagaimana ruang baca tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi medium untuk membangun relasi, rasa, dan cara belajar yang lebih luas.
Sepanjang experiencing, mereka mengamati setiap sudut dengan perhatian, mencoba memahami bukan hanya apa yang terlihat, tetapi juga proses dan pemikiran yang membentuknya.
Terima kasih kepada tim humas Bank Indonesia atas waktu dan pertanyaan yang dibawa ke dalam ruang ini. Semoga perjalanan ini dapat menjadi salah satu langkah dalam menghadirkan ruang baca yang terus hidup dan memberi makna.
Untuk teman teman yang ingin merasakan pengalaman ruang di Guha the Guild, dapat melakukan reservasi melalui link berikut: bit.ly/Visit_OMAHBookstore
11/05/2026
Beberapa hari lalu, kami menerima kabar yang membawa duka. Bapak .hendrasto telah berp**ang pada 5 Mei 2026.
Kami semua, restless spirit di OMAH Library, turut berduka & merasa kehilangan atas sosok yang memberi banyak makna, bukan hanya sebagai arsitek, tetapi juga sebagai guru, panutan, dan seorang pembelajar yang setia pada prosesnya.
Ingatan kami kembali pada 4 Februari 2017, saat Pak Dicky berkunjung ke OMAH Library sebagai bagian dari Titik Awal Exhibition. Malam itu, beliau berbagi tentang perjalanan tugas akhirnya, Rekreasi Pantai dan Marina Pluit, sebuah eksplorasi yang berangkat dari ketertarikannya pada karya Santiago Calatrava.
Pak Dicky menyelesaikan studi di Universitas Indonesia pada 1988, dan menjadi peraih nilai A pertama sepanjang sejarah jurusan arsitektur UI. Tugas akhir tersebut membawanya ke dunia praktik profesional—mulai dari bekerja sebagai interior designer di Hoemar Tjokrodiatmo, hingga kemudian berkarya bersama DCM sebagai Associate Director.
Melalui tugas akhirnya, ia mengeksplorasi bentuk, struktur, dan detail dengan sangat mendalam—menggunakan konstruksi baja & atap membran yang menyerupai layar kapal. Pada masanya, pendekatan tersebut terbilang kontroversial. Namun, justru dari keberanian itulah banyak generasi setelahnya menemukan inspirasi.
Dalam proses merancang, Pak Dicky percaya pada graphic thinking. Gagasan-gagasan awal hadir sebagai fragmen di dalam pikiran, lalu diproses melalui sketsa hingga perlahan menjadi lebih jelas & realistis.
Ary Indra pernah bercerita bagaimana ia berhenti pada satu halaman berisi gambar karya Pak Dicky di sebuah buku AMI. “Gila ini gambar kok bisa bagus banget,” kenangnya. Gambar itu ia simpan bertahun-tahun, hingga akhirnya mereka berdiri di satu panggung yang sama.
Melalui cerita, karya, dan pendekatannya, Pak Dicky meninggalkan jejak yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dirasakan dan dipelajari.
Terima kasih, Pak Dicky, untuk ketulusan dalam berbagi, keberanian dalam berkarya, dan proses yang telah Bapak hidupi. Semoga damai menyertai perjalanan Bapak.
Sumber: Titik Awal (OMAH Library, 2017)
Pewawancara: Yenni Khaliddazia, Gregorius Giovanni Gerard
Transkrip: Rio Sanjaya
Click here to claim your Sponsored Listing.
Contact the practice
Website
Address
Omah Library Taman Villa Meruya Blok F 2
Tangerang
11620