Lanus Solo Raya
SKUAD PSCS CILACAP 2016 (SEMENTARA)
HEAD COACH: ARIS BUDI SULISTYO
ASSISTANT COACH : M. YAHYA
GOALKEEPER COACH : INDRA JAYA
1. EGA RIZKI PRAMANA (GK)
2. WENDRA KANASTA (GK)
3. RIDHO SETYAWAN (GK)
4. M BAGUS NIRWANTO (EKS PBFC)
5. AANG SUPARMAN (EKS PERSIB BANDUNG)
6. MOHAMMAD ARIFIN
7. HAUDI ABDILLAH
8. JULIA MARDIANUS SIAGIAN
9. WELLY SIAGIAN
10. TRI APMADI
11. DAVID NUR CAHYA (EKS PERSEKAP PASURUAN)
12. DONY (EKS MITRA KUKAR U21)
13. JOHAN JUANSYAH (EKS PERSIKABO)
15. MUHAMMAD CHOIRON (EKS PERSIBA BANTUL)
16. SUWARNO DEDEK
17. JIMMY SUPARNO (EKS PERSELA)
18. ANDESI SETYO PRABOWO
19. ARIEF "TUMIN" YULIANTO
20. SAID NURUL AKSOR
21. SAEFUL BAHRI
22. FERNANDO TARYONO
23. RENDY SAPUTRA (EKS PERSIBA BALIKPAPAN)
24. WUSONO BUDI "UGIEX" SUGIYANTO
Masih ada satu slot pemain.. Siapa yang menurut kawan-kawan cocok bermain di tim kebanggaan..??
TIGA PELAMAR IKUT SELEKSI
CILACAP- Seleksi lanjutan PSCS Cilacap, untuk pemain luar daerah digelar di Stadion Wijayakusuma, mulai Senin (14/3). Dalam dua hari penyaringan itu, baru tiga pemain yang datang.
Mereka adalah Patrick Donald dari Yogyakarta dan Aris Syaiful dari Bantul datang Senin lalu, serta Elo asal Manado datang kemarin. Sebelumnya, tim pelatih telah menyeleksi pemain lokal, selama tiga hari Kamis-Sabtu (10-12/3).
Dari 32 pelamar, tinggal 15 orang yang bertahan. Mereka langsung menjalani latihan, bersamaan dengan seleksi pemain luar daerah. Asisten Pelatih M Yahya melalui sambungan ponselnya menjelaskan, dalam seleksi untuk pemain luar daerah itu, pihaknya mengundang pemain yang diincar.
Selain itu, atlet lain yang pernah bermain di Divisi Utama dan ISL dan berminat bergabung PSCS, juga dipersilakan mengikuti seleksi. Pada latihan Senin, tambah Yahya, 15 pemain lokal yang masih bertahan mulai digembleng.
Pelatih Fisik Sansan mengecek kondisi fisik mereka, dengan latihan speed, baik dengan maupun tanpa bola. Untuk Selasa sore, pemain latihan shooting bola hidup, game setengah lapangan, dan shooting bola mati.
12 Nama
Sebelumnya, Kepala Pelatih PSCS Aris Budi Sulistyo mengatakan, pihaknya mengantongi 12 nama yang siap dan sanggup diajak ke Cilacap. Mereka mayoritas asal Jatim, ada juga asal Jateng, ada juga dari Palu, eks Persik Kediri.
Mereka antara lain Rendy Saputra, Jajang Paliama, dan Patrik Donald. Tim PSCS tersebut disiapkan untuk mengikuti Indonesia Soccer Championship (ISC), yang digelar PT Gelora Trisula Semesta (GTS).
Even tersebut akan diputar mulai pertengahan April. Kegiatan seleksi pemain PSCS yang digelar mulai Kamis (10/3) mendapat perhatian suporter Laskar Nusakambangan (Lanus).
Menurut Wakil Ketua Lanus MC Rachmat Agues Saliem, setiap sore ratusan pendukung menonton agenda tersebut dari tribune. ”Kadang 200-an, kadang 300-an pendukung,” tuturnya, kemarin. kedatangan mereka, selain melihat calon pemain tim kesayangan, juga untuk melepas kerinduan pada sepak bola.
Mereka sudah kangen untuk mendukung PSCS bertanding di ajang kompetisi. Kalau tak ada agenda lain, Mas Ras juga mengaku datang ke stadion, menyaksikan seleksi sekaligus bertemu teman-teman Lanus. (bd-78)
Ega Merapat ke PSCS
SEMARANG, Rencana PSIS untuk kembali mengumpulkan skuad lama akan sulit terwujud. Kini, sejumlah pemain hijrah ke klub lain. Kabar terbaru, merapatnya Ega Rizky Pramana ke PSCS Cilacap, setelah diterima menjadi salah satu pegawai honorer di Cilacap.
Kemungkinan, Ega bergabung bersama klub lain di luar Cilacap, termasuk ke PSIS, sangat kecil. Kecuali, dia mau melepaskan status pegawai honorer-nya di Cilacap. Apalagi, saat ini tim berjuluk Laskar Nusakambangan masih membutuhkan tenaganya.
”Keputusan menerima tawaran pegawai honorer karena dekat dengan rumah. Selain itu, saya juga masih bisa bermain sepak bola bersama PSCS. Untuk kembali memperkuat PSIS, kemungkinan sangat kecil sekali,” ujar pemain 23 tahun asal Banyumas itu.
Ega sudah tidak asing lagi bagi PSCS. Setelah membela PON Jateng 2012 lalu, dia menjadi kiper utama PSCS selama dua musim. Pada 2015 lalu, Ega memperkuat PSIS. Karena tidak ada kompetisi, Ega hanya bermain bersama Laskar Mahesa Jenar di Piala Polda Jateng 2015.
Selain Ega, dua pemain asal Cilacap, Welly Siagian dan Mochamad Arifin juga menjadi pegawai honorer di salah satu dinas di Cilacap. Keduanya sudah meminta surat keluar dari tim kebanggaan warga Kota Semarang. Para pemain tersebut juga akan memperkuat tim di kotanya, yakni PSCS.
”Itu sudah menjadi keputusan Ega, kami harus menghormatinya. Dia pemain hebat dan tangguh di bawah mistar gawang. Kariernya di sepak bola akan terus berlanjut dan dia akan menjadi penjaga gawang yang hebat,” ujar Penasihat PSIS, Wahyu ”Liluk” Winarto menanggapi kabar terbaru tentang Ega.
Kompetisi Tim Transisi Ditolak Klub Divisi Utama
Mengenai hasil Putusan MA bahwa SK Pembekuan Menpora terhadap PSSI tidak dapat dibenarkan. Dengan keputusan itu seharusnya Menpora menghormati hukum sebagai halnya yang di lakukan Yasonna Laoly terkait SK nya terhadap partai Golkar dan PPP, dalam kampanye JokoWidodo mengatakan bahwa Hukum akan dijadikan Panglima, jika apa yang dilakukan Menpora apakah layak hukum dijadikan Panglima??? ...
Kehadiran Klub di TimTransisi (Terasi) patut dipertanyakan, apakah benar anggota PSSI atau bukan???, seperti Persipasi Bekasi yg hadir, pd hal Persipasi telah dijual ke PBR dan sekarang dijual ke Madura United, kemudian Persika Karawang yang telah dijual ke Persikad Depok dan beberapa klub juga terindikasi sudah ganti pemilik, jadi yang hadir di Terasi kemarin adalah Klub abal2, pada hal Terasi bilang kalau mereka akan mengacu pada regulasi FIFA/AFC .... weleh weleh bikin bingung aja nih Terasi/Menpora. Hukum negara saja sudah tidak dituruti, sekarang hukum sepakbola dunia juga akan diperlakukan sama.
Sebelumnya Terasi sudah menggelar turnamen Piala Kemerdekaan. Namun Turnamen itu diwarnai permasalahan tunggakan match fee dan hadiah, belum lagi keributan antara wasit dan pemain, apakah Terasi akan mengulangi kesalahannnya???.
Yoyo Manager PSIS mengatakan "Kendati memilih absen, pihaknya sudah menghubungi sejumlah pengurus klub lainnya yang ikut hadir. Mereka yang datang pun juga tidak bisa banyak bicara. Ibaratnya mereka ini datang untuk sekadar meraba-raba atau coba-coba. Saat saya tanya banyak yang bungkam dan tidak tahu,”.
Dengan beberap klub yang menyatakan akan ikut gelaran PSSI bulan april 2016 nanti, seperti PS. Bangka dan PSCS yang mengatakan akan tetap ikut ISC B.
Dengan pernyataan itu bahwa Terasi belum siap menggelar kompetisi hanya ingin memecah belah Klub. jauh lebih baik Terasi konsen penyelesaian kisruhnya dengan PSSI, dengan menawarkan 9 syaratnya, bukan memecah belah Klub, itu menandakan Terasi/Menpora tidak ada niat baik dalam perbaikan sepakbola negeri ini.
Dari pengalaman gelaran Piala Kemerdekaan kalau Terasi akan menemui kegagalan yang kedua kalinya dalam menjalankan Kompetisi, bahwa Operator dan sponsor akan lebih tertarik menjalankan Kompetisi yang di ikuti Klub2 papan atas.
EdisiKompasiana
Pelatih PSCS Cilacap : Menpora dan PSSI Harus Berkomunikasi
WARTA KOTA, JAKARTA - Pelatih PSCS Cilacap, Aris Budi Sulistyo mengatakan, untuk menyelesaikan konflik sepakbola nasional hingga dicabut SK Pembekuan terhadap PSSI bisa dilaksanakan dengan jalan komunikasi antara Menpora dan PSSI.
"Untuk mencabut SK Pembekuan, Menpora telah mengeluarkan sembilan poin persyaratan yang harus dilaksanakan PSSI. Tetapi tidak semua syarat bisa dilaksanakan PSSI karena federasi merasa berat dengan sejunlah target yang diminta oleh Menpora," kata Aris kepada Super Ball, Rabu (9/3/2016).
Aris menerangkan, poin persyaratan dari Menpora yang dinilai berat dilaksanakan oleh PSSI adalah terkait jamin tercapainya prestasi tim nasional sebagai juara satu dalam event Piala AFF tahun 2016, SEA Games tahun 2017, lolos Kualifikasi Piala Dunia tahun 2018, dan Asian Games XVIII tahun 2018.
"Poin yang terasa lebih berat adalah terkait mempercapat diselenggarakannya Kongres Luar Biasa (KLB) sesuai yang diharapkan pemerintah dengan tetap memperhatikan Statuta FIFA paling lambat harus dilaksanakan akhir bulan April 2016. KLB baru bisa digelar, jika ada kesepakatan atau keinginan sebagian besar voter. Jadi KLB tidak bisa dipaksakan oleh pihak-pihak tertentu," terang Aris.
Menurut Aris, jika pada akhirnya PSSI tidak bisa melaksanakan seluruh persyaratan tadi, maka kemungkinan besar konflik sepakbola nasional tidak pernah terselesaikan dalam waktu dekat. Padahal seluruh pelaku sepakbola nasional sudah lama menunggu kompetisi resmi digelar dan masyarakat ingin melihat kiprah tim nasional di pertandingan-pertandingan internasional.
"Kalau kedua belah pihak baik Menpora dan PSSI tidak berdamai, maka sulit bagi kita untuk berharap sepakbola kita kembali normal dan kompetisi resmi akan sulit dilaksanakan tahun ini. Padahal ada ribuan pemain, ratusan klub, dan pelatih yang sudah rindu bertanding secara resmi," ujar Aris.
Untuk menghindari kebuntuan jalan islah, ucap Aris, sebaiknya kedua belah pihak baik Menpora dan PSSI segera melakukan komunikasi. Dengan demikian, diharapkan Menpora bisa bersikap lebih lunak atau memberikan kesempatan kepada PSSI untuk melaksanakan hanya beberapa poin persyaratan dalam waktu dekat. Beberapa poin lain bisa ditargetkan untuk dilaksanakan pada tahun -tahun berikutnya.
"Tidak bisa memaksa PSSI untuk melaksanakan seluruh poin, khususnya poin target juara dan KLB. Kita jelas tidak bisa, karena sepakbola saja belum normal. Bagaimana mungkin bisa mencapai target juara, kalau kompetisi resmi saja belum dibentuk. Ini menjadi target yang mustahil dicapai dalam waktu dekat. Oleh karena itu diperlukan komunikasi kedua pihak. Itu bisa terjadi jika Menpora dan PSSI sama-sama memiliki semangat kebersamaan dalam menyelesaikan konflik," jelas Aris.
Aris mengkritik Menpora yang memberikan syarat tanpa memikirkan kemampuan dari PSSI. "Seharusnya Menpora lebih luwes dalam memberikan syarat. Untuk saat ini syarat yang bisa dilaksanakan adalah terkait pembenahan, normalisasi, dan memulai kembali kompetisi. Untuk poin-poin lain seharusnya dilaksanakan secara bertahap," ucap Aris.
Aris sebenarnya sepakat dengan niat Menpora yang ingin membenahi sepakbola dalam negeri, baik dari sistem kompetisi dan pengelolaan sepakbola nasional, seperti terlambatnya pemberian gaji pemain dan pelatih Tetapi seharusnya Menpora juga melihat kesuksesan yang telah dilakukan PSSI.
"Sejak kepengurusan PSSI tahun ini, banyak pelatih yang mendapat kesempatan meningkatkan lisensinya. Timnas kita juga sempat menorehkan prestasi dari Evan Dimas dan kawan-kawan. Ini sudah menjadi langkah baik yang seharusnya didukung pemerintah untuk makin meningkatkan kualitas timnas kita. Jadi menurut saya, memang ada beberapa hal yang memang perlu dibenahi dan beberapa hal yang perlu didukung pemerintah. Jangan mengangap PSSI tidak berhasil secara total," papar Aris.
Aris menuturkan, sudah semestinya Menpora mendukung pembenahan, perbaikan, dan prestasi sepakbola di Tanah Air. Bukan sebaliknya, malah membekukan PSSI yang mengakibatkan vakumnya kompetisi nasional. "Kalau memang ingin menyehatkan sepakbola kita, sebaiknya Menpora membantu klub untuk mendapatkan sponsor. Menpora atau pemerintah meminta kepada pengusaha atau miliarder dalam negeri untuk memberikan dana sponsor. Karena pendanaan menjadi masalah terpenting bagi klub kita saat ini. Dengan kondisi finansial yang sehat, maka kita bisa mencetak prestasi setinggi mungkin," tutur Aris.
Jika kondisi klub dan PSSI sudah sehat, papar Aris, Indonesia bisa memperbaiki peringkat di FIFA. Para pemain dan pelatih pun bisa fokus dan nyaman dalam beraktifitas. Kalau kondisi dan suasana sudah normal kembali, barulah Menpora bisa memasang target menjadi juara di tingkat Asia Tenggara, Asia atau lolos ke kualifikasi Piala Dunia.
"Selama proses menuju juara di tingkat Asia Tenggara dan dunia itulah, Menpora bisa terus memantau. Jadi semestinya Menpora dan PSSI bekerjasama dan saling membantu dalam menciptakan dunia sepakbola kita yang lebih maju. Jangan seperti sekarang, Menpora terkesan memaksakan syarat tadi. PSSI merasa keberatan dan endingnya konflik makin meruncing. Pemain, klub, dan pelatih menjadi korban. Akibatnya sepakbola dalam negeri jalan di tempat. Prestasi pun tidak kunjung didapat seperti yang diinginkan semua pihak, termasuk Menpora," papar Aris.
Profil Pelatih Persik Kediri Aris Budi Sulistyo
Lahir: Solo, 16 November 1970
Karier pelatih
- Persik Kediri U-21: 2009
- Persenga Nganjuk: 2010
- Persik Kediri: 2011- April 2014
Karier Bermain
- Gajah Mungkur Muria Tama (Kudus: 1990-1992
- Perkesa Mataram: 1992-1996
- Arseto Solo: 1996-1998
- PSIM Jogja: 1999
- Arema Malang: 2000
- Persik Kediri: 2001-2005
Click here to claim your Sponsored Listing.
Website
Address
Surakarta