Firstline-Media

Firstline-Media

Share

Photos 20/06/2017

KOIN BERTULISAN ARAB BUKAN BUKTI KESULTANAN MAJAPAHIT

Sejarah kerajaan Majapahit menjadi ramai diperbincangkan setelah sebuah klaim mengenai nama asli Patih Kerajaan Majapahit, Gajah Mada, menjadi viral di media sosial. Dalam klaim tersebut, disebutkan bahwa nama asli Gajah Mada adalah Gaj Ahmada dan Majapahit bukanlah Kerajaan Hindu, melainkan Kesultanan Islam.

Walaupun baru viral, intisari dari pemikiran itu berasal dari sebuah buku berjudul Kesultanan Majapahit: Fakta Sejarah yang Tersembunyi karya Herman Sinung Janutama yang dipublikasikan pada tahun 2010 lalu. Karya itu muncul kembali pada tahun 2014 dengan judul yang dimodifikasi menjadi Fakta Mengejutkan Majapahit Kerajaan Islam.

Salah satu argumen yang diungkapkan dalam buku tersebut adalah adanya koin berwarna emas yang terpatri dengan kalimat syahadat. Koin itu disebut berasal dari era Majapahit.

Kepala Balai Pelestarian C***r Budaya (BPCB) Trowulan Andi M Said berkata bahwa Majapahit memang memiliki koin yang digunakan sebagai alat pembayaran.

“Iya, itu koin yang digunakan pada saat kerajaan Majapahit. Di semua masa kerajaan Majapahit ada koin sebagai alat tukar,” kata Andi saat dihubungi pada hari Senin (19/6/2017).

Selain koin, Andi berkata bahwa masih ada puluhan peninggalan Majapahit lainnya yang bernuansa Islam di Trowulan. Salah satunya adalah nisan bertuliskan bahasa Arab.

“Tapi bukan berarti Majapahit itu Islam ya. Itu hanya bagian akhir dari Majapahit, saat itu memang pengaruh islam sudah masuk dengan datangnya berbagai pedagang dari Arab, Persia, dan China di akhir masa Majapahit," kata Andi menegaskan.

Dia menceritakan, kehidupan Majapahit saat itu sangat multikultural. Dari terakota peninggalan Majapahit, tidak hanya terdapat rupa wajah orang melayu, tetapi ada juga wajah orang China, Arab, dan Eropa.

Untuk itu, yang tersisa tidak hanya koin bertuliskan bahasa Arab saja, tetapi ada p**a koin dari bangsa China. “Ada koin China. Bentuknya lebih kecil, sebagai alat pembayaran yang sah juga pada zaman itu. (Lalu) ada koin Majapahit (yang) lebih besar dari koin China,” ujarnya.

Andi menilai, cukup meragukan bila Majapahit disebut berbentuk Kesultanan. Hal itu terlihat dari relief dan arca peninggalan Majapahit. Padahal, dalam Islam, ukiran berbentuk atau menceritakan manusia tidaklah diperkenankan. “Karena kita tahu dalam konsep Islam, Nabi Ibrahim diceritakan menghancurkan arca yang di dekat kabah,” katanya.

Sumber: Lutfy Mairizal Putra, Kompas

Photos 20/06/2017

FACEBOOK BAKAL BUAT SIARAN TV

Facebook dikabarkan sedang berupaya membuat acara TV sendiri. Kemungkinan acara tersebut akan mulai ditayangkan pada pertengahan Juni 2017 mendatang. Siaran TV ini bakal bisa ditonton di halaman antarmuka Facebook.

Desas-desus yang beredar mengungkap bahwa Facebook berencana membuat acara TV dengan dua kategori. Pertama berupa acara berkualitas tinggi setingkat dengan House of Cards milik Netflix, kedua berupa acara singkat yang dibuat dengan biaya murah dan diperbarui tiap 24 jam.

Bocoran informasi mengenai rencana tersebut juga mengungkap bahwa sejumlah selebriti kelas atas digaet untuk menjadi bintang di siaran tersebut. Ada satu selebriti kelas atas Holywood yang sudah terikat untuk membintangi salah satu acara.

Sebelumnya pada Februari lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg menyatakan keinginannya untuk menayangkan konten siaran yang terdiri dari sejumlah episode. Ini salah satu langkah Facebook untuk masuk ke dalam bisnis TV.

Namun belum jelas bagaimana cara dan detail rencana raksasa media sosial ini untuk membuat pengguna betah menonton siaran TV buatannya. Tidak diketahui juga apakah pengguna bisa menonton dengan bebas atau diminta berlangganan untuk siaran tertentu.

Sumber: Yoga Hastyadi Widiartanto, Techtimes, Kompas

Polygon Escapes to Bali 2016 | Polygon 24/10/2016

Mau mengikuti perjalanan selama seminggu penuh dengan petualangan, bersepeda, bersantai, menjadi hal yg tak terlupakan bersama pro-rider Polygon Bikes? Ikuti Polygon Escapes to Bali goo.gl/H44Vi8

Penasaran? berikut jadwal 2 hari pertama yg seru:

Day 1 - Welcome to Bali: massage and drinks at sunset

Selamat Datang di Bali - petualangan bersepeda Anda dimulai di sini. Bersiap-siap untuk satu minggu tak terlupakan, berpetualang dan persahabatan akan selalu diingat seumur hidup. Selama trip ini, Anda akan tinggal di The Chill House, terletak di Canggu, di bagian selatan dari p**au Bali. The Chill House adalah tempat yang santai dan mudah untuk bertemu sesama pesepeda, Pegawainya sangat ramah dan membantu; makanan yang ditawarkan lezat, organik (vegan juga tersedia), dan segar dari petani setempat (beberapa bersumber dari Australia). The Chill House memiliki kolam renang yang luas, pool bar, Wi-Fi tak terbatas dan menawarkan komuter sepeda gratis bagi Anda untuk naik ke pantai atau ke kota untuk memeriksa atraksi lokal. Kami memahami bahwa Anda akan tiba di bandara pada waktu yang berbeda, tapi jangan khawatir! Penjemputan di bandara akan diselenggarakan untuk Anda. Setelah tiba, Anda akan check-in, menikmati minuman selamat datang dan dipersilakan untuk mendaftar untuk pijat. Kita semua akan berkumpul untuk mengenal satu sama lain semakin baik sebelum memulai hari pertama bersepeda.

Day 2 - Bali Bike Park

Bersiap-siap untuk sehari penuh di Bike Park paling terkenal di Bali! Sarapan akan disajikan di 6:00, sehingga setiap orang dapat ikut shuttle jam 07:00 ke Bali Bike Park. Setelah 90 menit berkendara ke ujung utara p**au, Anda akan bertemu dengan berbagai jalur yang berbeda untuk pengendara dari semua tingkat keahlian. Antar-jemput ke atas untuk bersepeda memiliki selang waktu sekitar 10 menit sehingga Anda bisa mendapatkan banyak lap dari single track hutan sebelum menuju kembali ke Chill House pada jam 15:00. Hari ke 3 akan menjadi hari yang penuh sehingga kami sarankan Anda mendapatkan banyak tidur.

Cek initerari selengkapnya: http://www.polygonbikes.com/id/blog/polygon-escapes-to-bali-id

Polygon Escapes to Bali 2016 | Polygon

Want your practice to be the top-listed Clinic in Surabaya?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Bendul Merisi 100
Surabaya
60239