Arta.com

Arta.com

Share

30/08/2014

Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Arta.com Arta.com, berda pada lindungan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya

Photos 20/01/2014

Pelajar Antusias Belajar Perilaku Menyimpang

Pola perilaku pelajar sekarang nampak bervariatif, mulai dari berperilaku baik sampai pada perilaku yang menyimpang. Perilaku yang baik disini dimaksudkan pelajar yang mentaati segala peraturan di sekolah, lingkungan rumah, hingga pelajar yang paham nilai-nilai agama. Sedangkan perilaku yang menyimpang pada saat ini bisa dicontohkan semakin maraknya tawuran antar pelajar yang terjadi di negeri ini.
Jika melihat beberapa bulan kebelakang, banyak kasus tentang pelajar yang rupanya sudah mahir menjadi sutradara dan pemainnya dalam film p***o. Semakin maraknya tawuran antar pelajar sekarang, semakin mengindikasikan bahwa moral peserta didik semakin anjlok. Betapa tidak, oknum-oknum tawuran lebih semangat untuk menghadapi tawuran dari pada mengikuti pelajaran di kelas. Tawuran bagi mereka seolah-olah akan melakukan suatu perang besar, dengan menyiapkan strategi terlebih dahulu. Lebih-lebih mempersiapkan senjata-senjata untuk melakukan aksinya tersebut.
Tidak tahu yang pasti awal terjadinya tawuran antar pelajar. Namun, setelah saya browsing di internet rupanya menemukan pemberitaan tentang tawuran antar pelajar di media cetak. Tepatnya di Koran Kompas, pada tanggal 29 Juni 1968 telah memuat berita tentang tawuran antar pelajar dengan judul “Bentrokan Pelajar Berdarah”. Fenomena tawuran antar pelajar rupanya tidak terjadi beberapa tahun kebelakang saja, namun puluhan tahun kebelakang sudah terjadi tepatnya sejak tahun 1968 tenyata sudah terjadi tawuran antar pelajar.
Seolah-olah tawuran antar pelajar menjadi budaya di setiap tahunnya, atau bahkan memang harus ada pelajar yang berdarah di setiap tahunnya. Fenomena tersebut semakin lazim untuk dilakukan pada zaman sekarang. Menyambung atau melestarikan budaya tawuran antar pelajar tahun-tahun sebelumnya, itulah kesan sepintas jika dalam pikiran yang buruk. Tentu bukan melestarikan tradisi buruk yang seperti itu. Sebagai insan pelajar harusnya merubah tradisi buruk itu menjadi tradisi yang baik, dengan mencetak prestasi-prestasi yang semestinya, serta membangun hubungan yang baik antar pelajar.
jika mengacu pada terbitan Koran Kompas, di bagian Litbang Kompas sebanyak 63,4 persen responden berpendapat bahwa tawuran antar pelajar diturunkan dari kakak kelas ke adek-adek kelasnya. Hal ini semacam ada rantai transfer budaya tawuran antara kakak kelas dengan adek kelas. Dengan adanya hal ini mungkin budaya tawuran antar pelajar semakin marak. Dengan berbagai alasan, seperti halnya solidaritas pertemanan, menghormati senior (kakak kelas), atau bisa saja demi nama sekolah, mewakili nama pendahulunya yang selalu menang dalam tawuran antar pelajar hingga ingin dianggap sebagai jagoan.
Perilaku Menyimpang Disebabkan Belajar
Pada teori Differential Association, menyatakan bahwa semua perilaku tidak ada yang diturunkan berdasarkan pewarisan orang tua atau gen. Jika mengacu pada budaya tawuran pelajar maka pola perilaku yang buruk (menyimpang) tidak diwarisi, melainkan dipelajari dengan pergaulan yang akrab. Perilaku tawuran antar pelajar bukan merupakan perilaku warisan dari senior, akan tetapi perilaku yang dipelajari (Learning Theory), seperti halnya yang dikatakan oleh Robert Havinghurt bahwa kehidupan itu belajar begitu p**a dengan kejahatan.
Pada usia pelajar merupakan proses pencarian jati diri, sehingga tidak menutup kemungkinan bagi pelajar untuk belajar tentang tawuran antar pelajar. Hal itu bisa terjadi jika dalam lingkungan sekolahnya ada budaya tawuran antar pelajar. Baik secara alamiah maupun belajar secara tidak sengaja. Lebih jelasnya, pada lingkungan sekolah pelajar akan belajar bagaimana untuk setia kawan, solidaritas pertemanan, belajar organisasi formal maupun non formal (kelompok tawuran). Jika mereka terlibat dalam budaya tawuran antar pelajar, tentunya mereka akan belajar secara langsung maupun tidak langsung untuk mengetauhi siapa lawan siapa kawan, strategi dalam tawuran, cara menyelamatkan diri, tahu membantu kawan, sampai tahu bagaimana melumpuhkan lawan.
Dari pengertian tersebut, tentunya pihak sekolah ataupun orang tua selaku pengasuh anak. Perlu adanya sosialisasi tentang hal tersebut, yang mana jika ada pemahaman antara orang tua dan pihak sekolah terhadap pola perilaku pelajar maka akan lebih mudah untuk mengontrol perilaku pelajar. Ketika dalam lingkungan sekolah, maka peran dari pihak sekolah yang akan mengawasi peserta didiknya. Begitu p**a jika berada di rumah, maka peran orang tua yang mengawasi anak-anaknya agar lebih dini teridentifikasi perilaku pelajar yang menyimpang.

Perlu Pembinaan Perilaku Baik
Setelah adanya pemahaman antara orang tua dan pihak sekolah, maka akan terasa lebih lengkap jika peserta didik juga diberi pemahaman tentang pola perilaku yang baik. Memang, tidak gampang untuk merubah sesuatu secara langsung. Perlu adanya kerja yang lebih untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
Rasulullah SAW pernah bersabda, innamal buistu liutammima makarimal akhlak. Artinya kurang lebih “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”. Dari hadist tersebut, jelas bahwa yang pertama perlu disempurnakan adalah akhlak.
Pembinaan akhlak yang baik memang perlu ditingkatkan lagi. Bagaimana kita sebagai umat beliau haruslah meng-upgrade akhlak kita p**a. Semakin majunya zaman, mungkin aspek ini semakin tergerus. Hal itu dibuktikan salah satunya dengan semakin merosotnya perilaku pelajar saat ini.
Antara pihak sekolah, orang tua, pelajar harusnya lebih menyadari tentang hal itu. Dengan meningkatkan aspek perilaku yang baik, misalnya, di lingkungan sekolah. bagaimana seluruh civitas akademika menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta mempunyai nilai guna membangun perilaku yang baik.

Ara Aita/ Zen **

Photos 15/01/2014

Innalillahi wa Inna ilaihi rajiu'un. Telah meninggal Dunia Bapak Indar Parawansa (Suami Ibu Dra. Khofifah Indar Parawansa Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan Nasional) Semooga amal ibadahnya diterima disisi sang kholiq...Amin semoga Husnul Khatimah. Alfatihah.......... Jenazah akan Dimakamkan hari ini kamis 16 Jan. Di Wonocolo Surabaya.

Want your business to be the top-listed Recruitment Company in Surabaya?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


Surabaya

Opening Hours

Monday 10:00 - 22:00
Tuesday 10:00 - 22:00
Wednesday 10:00 - 22:00
Thursday 10:00 - 22:00
Friday 10:00 - 22:00
Saturday 10:00 - 22:00
Sunday 10:00 - 22:00