EDG3 Master Antioksidan Terbaik

EDG3 Master Antioksidan Terbaik

Share

19/09/2017

Pengertian Antioksidan
(Menurut, winarsih 2007) Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau meredam efek negatif oksidan dalam tubuh, bekerja dengan cara mendonorkan satu elektronnya kepada senyawa yang bersifat oksidan sehingga aktifitas senyawa oksidan tersebut dapat dihambat.
Antioksidan adalah senyawa yang mempunyai struktur molekul yang dapat memberikan elektronnya cuma- cuma kepada molekul radikal bebas tanpa terganggu sama sekali fungsinya dan dapat memutus reaksi berantai dari radikal bebas.
Antioksidan Menangkal Radikal bebas dengan mentransfer satu elekton.
Selama bertahun-tahun para ahli kimia telah mengetahui bahwa tindakan oksidasi dari radikal bebas bisa dikendalikan bahkan dicegah dengan oleh berbagai bahan antioksidan. Misalnya, makanan yang disimpan terlalu lama juga menjadi rusak karena oksidasi. Seperti lemak menjadi tengik karena mengalami reaksi oksidasi radikal bebas. Lemak tersebut teroksidasi menjadi senyawa baru yang rasa dan baunya tidak enak dan segala sesuatu yang dapat mencegah hal ini akan memiliki nilai ekonomis oleh karena itu para ahli kimia mencari antioksidan untuk tujuan ini. Seperti pengawet makanan tocopherol Vitamin E, Propyl galate, dan BHT ( butyrated hydroksiltulena). Antioksidan ini bekerja dengan mendonorkan atom hydrogen ke radikal hidroksil sehingga terbentuk air. Rumusnya sederhana H+OH=H2O .Dengan kata lain,dua radikal aktif yang bergabung membentuk sutu molekul yang tidak berbahaya yaitu air.

12/09/2017

Radikal Bebas, Penyebab Kanker yang Dihasilkan Tubuh Secara Alami

Mungkin Anda sering kali mendengar, “Awas radikal bebas, nanti kena kanker.” Radikal bebas memang dikenal sebagai salah satu penyebab kanker yang utama. Tapi tahukah Anda apa itu radikal bebas, sebenarnya? Apa bentuknya? Dari mana asalnya? Atau, bagaimana cara radikal bebas tersebut memicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuh?

Apa itu radikal bebas?
Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa radikal bebas memang meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti Alzheimer, kanker, aterosklerosis, Parkinson, dan berbagai penyakit lainnya. Radikal bebas juga berkaitan erat dengan proses penuaan dini.

Radikal bebas adalah suatu atom yang bentuknya tidak sempurna, kehilangan molekul di bagian terluar, sehingga menyebabkan atom tersebut bisa mengikat atom lainnya atau bahkan malah kehilangan seluruh bagian atom.
Tubuh terdiri dari berjuta-juta sel, dan di masing-masing sel terdapat banyak molekul yang membangunnya. Setiap molekul ini berperan dalam segala fungsi sel yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Ketika sesuatu hal membuat molekul tersebut rusak, maka fungsi tubuh keseluruhan juga akan terganggu.

Dari mana asal radikal bebas?
Radikal bebas dibentuk oleh tubuh dari berbagai proses, termasuk berbagai metabolisme zat gizi dan hasil dari respon sistem kekebalan tubuh. Subtansi atau bahan dasar dari radikal bebas terdapat di berbagai makanan yang Anda makan, atau obat-obatan yang dikonsumsi, udara yang dihirup setiap hari, serta dari macam-macam minuman yang diminum.

Bagaimana radikal bebas mempengaruhi kesehatan?
Jika tidak berlebihan, maka radikal bebas yang diproduksi oleh tubuh tidak akan membahayakan bagi kesehatan. Namun karena kita terus terpapar atau mengonsumsi berbagai macam sumber yang dapat menyebabkan tubuh menghasilkan radikal bebas, maka bukan tidak mungkin radikal bebas menjadi meningkat jumlahnya. Menurut Harvard School of Public Health, reaksi kimia yang dilakukan oleh radikal bebas di dalam tubuh dapat menyebabkan membran sel rusak, dan hal ini mengakibatkan apapun mudah keluar masuk ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian, dapat menyebabkan sel bermutasi dan memicu pertumbuhan sel kanker serta tumor.
Radikal bebas yang terakumulasi agak susah untuk dihilangkan dan menimbulkan kondisi stress oksidatif. Stress oksidatif adalah suatu proses di dalam sel tubuh yang menghancurkan struktur sel seperti protein, lemak, serta DNA. Jika stress oksidatif ini tidak ditangani dan dihilangkan dari tubuh maka bisa menimbulkan berbagai penyakit, seperti stroke, penyakit jantung koroner, bahkan kanker.

Apa saja gejala radikal bebas terlalu banyak?
Berdasarkan artikel yang dimuat pada Methods of Molecular Biology, pada orang yang mengalami stress oksidatif atau memiliki radikal bebas yang terlalu banyak, tidak terdapat gejala tertentu yang terlihat. Namun, beberapa gejala yang mungkin muncul adalah kelelahan, sakit kepala, pusing, nyeri pada persendian, gangguan penglihatan, mudah sakit atau penurunan sistem kekebalan tubuh, timbul tanda-tanda penuaan pada wajah, serta penurunan kemampuan mengingat.

Want your practice to be the top-listed Clinic in Surabaya?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Jalan Embong Malang 4 Pakuwon Center Lt. 11 Surabaya
Surabaya
60198