IPDN Mengaji
11/09/2018
.
Pena kami tak tajam di atas kertas, suara kami pun tak terlalu lantang untuk berorasi di atas mimbar-mimbar.
Sebagian saudara kami nyinyir, "Kami mahasiswa apa?" tak pernah ikut aksi, apalagi turun ke jalan-jalan, sekolah hanya andalkan otot dan tampang, otak tak diasah untuk berkembang, berpikir bebas, tak kritis, di saat sebagian yang lain orasi, tuntut perubahan sistem, perbaikan situasi negara, anteng-anteng saja.
Kami sadar kami mahasiswa kedinasan. Akan tetapi kawan, ketahuilah, kita satu hati, ingin adanya perbaikan, namun cara kita berbeda.
Di saat sebagian berdemonstrasi, tanpa sepengetahuan kalian, kami berusaha meperbaiki nasib Negara ini mulai dari diri kami sendiri, gerakan kami mungkin kurang lantang, kurang garing, tak kan pernah jadi trending topik sehingga membuat pemimpin Negeri ini putar otak.
Tapi kawan, kami memulainya dari sini, dari masjid kami, Darul Ma'arif. Ikhitar kami, gerakan shalat wajib berjamaah 5 Waktu. Kami yakin, jika masjid-masjid ramai, saat itulah proses perbaikan tengah berjalan.
Post by Lalu Ridho Arindi
12/06/2018
.
خير الناس أنفعهم للناس
(khoirunnas anfa'uhum linnas)
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain"
Sebenarnya apa sih yang jadi cita - cita tertinggi di di dunia kalau bukan untuk menjadi manusia yang bermanfaat? bermanfaat untuk agama, negara, alam, diri sendiri, dan sesama manusia.. toh hidup di dunia ini hanya persinggahan sementara, hidup yang penuh fatamorgana dan penuh ketidakpastian, kecuali satu hal yaitu kematian.
Sebenernya sudah tahu kalau yang pasti itu hanya kematian, tetapi kenapa sering lupa berinvestasi untuk hal itu? ya terkadang kita sering meng"alibikan" ya wajarlah manusiakan banyak godaannya, ada nafsu bahkan berjuta setan disekelilingnya ya jadi wajar lah kalau lalai..
Trus apa d**g gunanya kita diberi Al-quran dan hadist??? kalau lalainya sebentar memang masih bisa ditoleransi karena manusia ada kalanya futur(lemah iman), tapi hal itu tidak boleh keterusan harus segera ingat apa sebenarnya kewajiban kita.
Jadi untuk mengantisipasinya berkumpul dengan orang-orang dan lingkungan yang soleh itu sangat perlu.. Kembali lagi jadi apa yang sebenarnya harus dilakukan sebagai manusia untuk menghadapi suatu kepastian yang tidak akan terelakkan "kematian"? ya berinvestasi dengan menjadi manusia yang bermanfaat.
Jadi muslim yang kuat, mandiri, berilmu, dan cerdas dengan satu niatan yaitu Lillah...
Yang lalu takkan kembali, esok tiada pasti ..
Hidupmu cuma hari ini ..
Cuma saat ini ..
Isilah dengan berbuat kebajikan..
memperbanyak Istighfar...
Mewarnai bukan terwarnai...
Semoga Allah mempermudah niat dan langkah kita dalam kebaikan Amin.
Sumber :
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the university
Website
Address
Sumedang
45363