Faiz Vlog
Syududu..
Doa Ketika Melihat Ka'bah
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهً تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَبِرًّا
Allahumma zid haadzaal baita tasyriifaa wa ta'dhiimaa wa takriimaa wa mahaabah, wa zid man syarafahu wa karramahu mimman hajjahu awi'tamarahu tasyriifaa wa ta'dhiimaa wa takriimaa wa birraa
04/04/2026
AMUL HAZN " TAHUN KESEDIHAN "
Langit Makkah sore itu berwarna jingga, seolah ikut berduka.
Angin gurun berhembus pelan, membawa keheningan yang terasa begitu dalam. Di tengah sunyi itu, Rasulullah ﷺ duduk sendiri. Tidak ada lagi suara lembut yang menenangkan beliau di rumah. Tidak ada lagi sosok yang selalu membela beliau di tengah kerasnya kaum Quraisy.
Khadijah… telah tiada.
Abu Talib… juga telah pergi.
Dua cahaya dalam hidup beliau padam dalam waktu yang hampir bersamaan.
Hari-hari setelah itu terasa lebih berat dari sebelumnya. Setiap langkah dakwah kini dipenuhi hinaan, ejekan, bahkan ancaman. Dahulu, ada yang melindungi. Kini, beliau berjalan sendiri menghadapi dunia yang terasa semakin keras.
Suatu malam, beliau menatap langit.
Bintang-bintang tetap bersinar seperti biasa. Tapi hati beliau sedang dipenuhi luka. Bukan karena lemah… tapi karena kehilangan.
Beliau mengingat Khadijah—senyumnya, ketenangannya, keyakinannya.
Beliau mengingat Abu Talib—perlindungannya, keberaniannya.
Air mata mungkin jatuh… tapi bukan keputusasaan yang tumbuh.
Dengan suara yang lirih namun penuh harap, beliau berdoa:
“Ya Allah… kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku…
Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka aku tidak peduli…”
Dalam sunyi itu, ada kekuatan yang tidak terlihat.
Dalam luka itu, ada iman yang tidak tergoyahkan.
Dan dari tahun kesedihan itu… justru lahir awal dari pertolongan besar.
Karena setelah gelap, Allah siapkan cahaya.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the public figure
Telephone
Website
Address
Pelabuhanratu Sukabumi
Sukabumi
10130