Transformation Dynamics

Transformation Dynamics

Share

21/12/2022

𝗠𝗜𝗡𝗗𝗦𝗘𝗧 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗧𝗘𝗥𝗕𝗔𝗗𝗔𝗦𝗦 (𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗣𝗥𝗜𝗔 𝗗𝗔𝗡 𝗪𝗔𝗡𝗜𝗧𝗔)

Salah satu mindset yang membuat aura seseorang menjadi mengelegar dan tampak dominan adalah keberanian dia dalam menerima fakta bahwa suatu saat kita akan mati sendirian. (𝘛𝘩𝘢𝘵 𝘸𝘦 𝘢𝘭𝘭 𝘸𝘪𝘭𝘭 𝘥𝘪𝘦 𝘢𝘭𝘰𝘯𝘦)

Kita lahir ke dunia sendirian, mati pun kita juga sendirian. Dan dalam perjalanan hidup tersebut, kita bertemu dengan orang-orang yang memberi kita makna akan kehidupan.

Ada orang baik yang membantu kita saat kesusahan,
Ada orang jahat yang melukai dan meninggalkan kita terpuruk,
Ada orang yang membenci kita,
Ada orang yang mencintai kita dengan tulus,
Ada orang yang tidak pernah meninggalkan kita,
Ada orang yang berjanji untuk tetap setia namun pada akhirnya meninggalkan.

Menyadari segala makna perjalanan hidup saat mengalami : cinta, benci, kecewa, marah, sedih dan bahagia, adalah apa yang membuat hidup menjadi indah. Bahwa segala emosi, perasaan, orang yang kita temui adalah teman perjalanan yang suatu saat pun hilang dan meninggalkan kita.

𝘞𝘦'𝘭𝘭 𝘦𝘷𝘦𝘯𝘵𝘶𝘢𝘭𝘭𝘺 𝘥𝘪𝘦 𝘢𝘭𝘰𝘯𝘦. Semakin anda cepat memahami fakta tersebut, maka semakin anda ikhlas dan menerima segala segala sesuatu dapat terjadi dalam hidup ini.

Pada akhirnya yang anda bisa lakukan adalah berfokus kepada diri anda, kebahagiaan anda, pencapaian anda. Semua yang diluar kehendak kita tidak dapat kita atur kecuali diri kita sendiri.

Berani mati sendirian membuat orang tampak badass dan powerful, karena mereka tidak lagi mempedulikan apa pendapat orang lain.

Orang-orang yang berani mati sendirian adalah orang yang tidak membuang waktu untuk mengejar orang lain, yang tidak berusaha membuat orang lain terkesan kepada mereka. Mereka tidak berusaha meyakinkan orang lain bahwa diri mereka keren dan berharga.

𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗻𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗶 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗳𝗼𝗸𝘂𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂 𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗸𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗶𝗸𝗮𝗻, 𝘆𝗮𝗶𝘁𝘂 𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶. Mereka berusaha melayakkan diri, menikmati momen bersama diri mereka sendiri, memiliki kebahagiaan mereka sendiri dan jelas tidak menggantungkan sesuatu kepada orang lain.

Yang menguntungkan dari menerima fakta bahwa "suatu saat orang akan mati sendirian" adalah kelewat banyak orang diluar sana yang tidak mengerti akan hal ini. Lihatlah betapa banyak orang yang menggantungkan kebahagiaan dan hidup mereka kepada orang lain. Coba lihat orang sekeliling anda yang mencari validasi kepada orang lain untuk membuat mereka merasa 'ada' dan bermakna. Coba lihat berapa banyak orang yang membutuhkan pasangan demi agar mengisi kekosongan dan relung diri mereka.

Berapa banyak orang yang rela berada dalam hubungan yang toksik dan desktruktif hanya untuk sebuah pendapat di masyarakat bahwa mereka 'Laku' dan 'Layak dicintai'.

𝗞𝗶𝘁𝗮, 𝗺𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗻𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗶 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶𝗮𝗻, 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝗻𝗸𝗮𝗻 𝘀𝘁𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗵𝗮𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗸𝗲𝗱𝗮𝗿 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝗸𝘂𝗮𝗻. Kita tetap memperbaiki diri, meningkatkan kualitas diri kita tetapi hanya untuk diri kita sendiri dan tidak pernah berdasarkan validasi orang lain.
Kita dianggap keren karena kita keren dan bukan karena mengikuti standar dari masyarakat :
"Entah orang lain mau berkata apa, kita yang lebih tahu soal diri kita daripada mereka."

Orang yang berani mati sendirian tidak pernah memaksakan seseorang untuk mencintai mereka. "Kamu antara mencintai aku atau tidak, itu kehendak kamu sendiri." Dan saat mereka fokus mencintai diri mereka sendiri, mereka menemukan keberhargaan diri bahwa mereka tidak akan mengumbar dan menurunkan standar mereka demi sesuatu yang tidak layak untuk mereka.

Dan keuntungan lain dari orang yang berani menerima fakta mereka akan mati sendirian adalah mereka dapat lebih memahami orang lain. Saat mereka fokus kepada jiwa mereka sendiri, mereka lebih bisa memahami jiwa orang lain : bahwa orang lain juga kosong dan kesepian, tiap orang ingin bahagia dan diakui, tiap orang juga memiliki makna hidup mereka masing-masing, sama seperti mereka yang berani mati sendirian.

"𝘌𝘷𝘦𝘯𝘵𝘶𝘢𝘭𝘭𝘺 𝘦𝘷𝘦𝘳𝘺𝘵𝘩𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘴 𝘥𝘦𝘴𝘵𝘪𝘯𝘦𝘥 𝘵𝘰 𝘣𝘦 𝘷𝘢𝘯𝘪𝘴𝘩. 𝘓𝘰𝘷𝘦, 𝘩𝘢𝘵𝘦, 𝘢𝘯𝘨𝘦𝘳, 𝘴𝘢𝘥𝘯𝘦𝘴𝘴, 𝘷𝘪𝘳𝘵𝘶𝘦𝘴 𝘦𝘷𝘦𝘯 𝘵𝘩𝘦 𝘱𝘳𝘰𝘴𝘱𝘦𝘳𝘰𝘶𝘴 𝘰𝘯𝘦."

Yosua Kristianto,
Pencipta Keajaiban.

Mendekati Cewek Yang Sudah Punya Pacar 16/02/2022

Materi ini hanya berisi pengetahuan dan pembelajaran. TD tidak menyarankan untuk merebut pasangan orang lain.

Mendekati Cewek Yang Sudah Punya Pacar DISCLAIMER Materi ini hanya berisi pengetahuan dan pembelajaran. TD tidak menyarankan untuk merebut pasangan orang lain._____________________________________...

07/02/2022

𝗣𝗥𝗜𝗔 𝗗𝗔𝗡 𝗪𝗔𝗗𝗔𝗛 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗕𝗘𝗦𝗔𝗥

Saya memiliki sebuah analogi tentang sebuah wadah penampung air.

Ketika anda memiliki sebuah wadah sebesar gelas dan anda ingin menuangkan seember air ke dalam wadah tersebut maka apa yang akan terjadi?

Benar sekali, gelasnya tersungkur dan airnya jatuh kemana-mana.

Atau jika tidak ingin gelasnya jatuh, maka anda hanya bisa menuangkan sedikit air saja ke dalam gelas tersebut, namun takarannya hanya sebatas gelas tadi.

Jika anda ingin menuangkan seember air dan berharap semua airnya bisa masuk, tentunya anda perlu wadah yang lebih besar, bisa ember atau media yang jauh lebih besar lagi seperti tong air atau mungkin kolam, dengan begitu semua airnya bisa masuk.

Tapi sebelumnya, kita perlu mengosongkan air di dalam kolam tersebut karena mungkin airnya buruk, sudah kotor, tidak jernih. Kita perlu mengosongkan wadah tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

Analogi yang sangat sederhana sekali bukan?

Tapi ada hal yang menarik disini :

Wadah dan pikiran kita adalah dua hal yang sama.

Pikiran kita adalah wadah dari diri kita.

Sejak kecil kita lahir dan dicekoki oleh begitu banyak pikiran, mindset dan belief dari kedua orang tua kita, lingkungan dan juga sahabat pergaulan kita.

Dulu mungkin kita tidak sadar, mana saja pikiran yang benar, mana mindset yang salah dan mana belief yang tidak tepat.
Namun kita terus menerus dicekoki dan dimasuki pikiran-pikiran tadi hingga akhirnya pikiran kita penuh dengan air yang tidak jernih dan kotor.

Lama kelamaan, kapasitas wadah kita jadi mengecil. Secara tidak sengaja kita mengkerdilkan diri dan menutup potensi yang luar biasa besar dalam diri kita.

Akibatnya seiring kita bertambah dewasa, kita jadi minder dan penakut.

Seiring kita tumbuh dari tahun ke tahun, jiwa optimis kita berubah menjadi seseorang yang pesimis dan selalu bergantung kepada realita yang salah dan tidak masuk akal.

Banyak dari kita seiring bertumbuhnya diri, pengaruh dari tekanan hidup dan dampak lingkungan sekitar akhirnya merubah belief kita jadi :

"Ah kerja aja deh, tidak usah mikir perempuan dulu."

"Wih dia mah cewek high class, tidak mungkin saya bisa dapet orang kayak dia."

Atau saat melihat orang yang tidak lebih tampan dari anda, lusuh dan tidak secakap dan sepandai anda tapi dia bisa menggaet perempuan cantik, anda jadi mulai mencari pembenaran diluar diri anda :

"Yah kan dia kaya, pantes bisa dapet cewek setajir itu."

"Mungkin dia hoki, dia bisa dapet cewek cantik. Apadaya saya cuma gini-gini saja. Temen cowo semua, temen cewek hanya sedikit itupun juga bukan tipe saya."

Lingkungan pun turut serta mengkerdilkan diri kita.

"Tidak usah muluk-muluk, terlalu pemilih. Bersyukur saja mau dapat pasangan yang seadanya."

"Ngimpi kamu, udah kerja dan rajin berdoa aja. Jodoh sudah ada yang mengatur."

Tuhan memang sudah mengatur jodoh kita, tapi jika kita tidak berani take action dan meniatkan diri, sampai kapan kita bisa bertemu dengan orang yang sesuai dengan kriteria kita dan bisa mencintai kita sepenuh hati?

Disini anda mulai paham kan jika lingkungan berpengaruh besar terhadap wadah dan air dalam diri anda (pikiran anda sendiri).

Poin penting yang ingin saya sampaikan disini adalah :

TIDAK PEDULI DIMANAPUN SEKARANG ANDA BERADA, ANDA BISA MERAIH KEHIDUPAN YANG ANDA INGINKAN.

Yang perlu anda lakukan adalah mengubah kapasitas wadah anda dan siap melakukan perubahan besar dalam kehidupan anda.

Segala bentuk kegagalan dan keberhasilan yang terjadi dalam diri anda adalah pola yang tercipta selama anda hidup. Pola tersebut berasal dari orang tua, keluarga, sahabat, bahkan film-film dan acara yang anda tonton dan buku yang anda baca, yang pada akhirnya menjadi belief system dan mengakar ke dalam diri Anda sendiri.

Dan berita baiknya adalah :

Segala keberhasilan tersebut juga berpola. Orang-orang yang berhasil menggaet perempuan idaman mereka, orang-orang yang mampu tajir melintir walau dari kondisi nol pun juga awalnya berasal dari orang biasa seperti anda.

Tetapi mereka mengubah belief system mereka dan mengganti wadah mereka jadi lebih besar. Mereka mulai menempa diri menjadi seorang pria yang sebenarnya. Mereka mulai mengganti air kotor di dalam diri mereka, mengosongkan wadah mereka dan menerima begitu banyak pembelajaran baru yang akhirnya menuntun mereka pada kesuksesan dalam baik dalam romansa, sosial, karir dan bisnis.

MULAI SEKARANG, coba pilah kembali apa belief yang salah dari dalam diri anda.

Hal-hal apa saja yang tidak anda setujui dari lingkungan anda dan hal-hal negatif apa yang menyebabkan anda terjebak di kondisi saat ini.

Karena sebenarnya anda memiliki potensi besar di dalam diri anda.

Karena SEBENARNYA anda BISA dan LAYAK mendapatkan sesuatu yang anda inginkan.

Mungkin memang hari ini anda belum mendapatkan pasangan yang anda inginkan.

Mungkin saat ini anda tengah terjebak dalam pekerjaan anda hingga sulit untuk berubah.

Mungkin memang sekarang anda sering ditolak oleh wanita yang anda s**ai.

Namun semua penghalang tersebut hanyalah sementara. Begitu anda mulai merubah wadah diri anda, maka alam semesta dan lingkungan anda akan mulai mengikuti.

Membesarkan wadah diri mungkin memang berat dan tidak menyenangkan. Wadah yang besar berarti kapasitas dan kualitas diri untuk bertanggung jawab dan berjiwa besar baik kepada diri sendiri dan orang lain.

Akan lebih baik bagi anda untuk lebih dulu mempersiapkan wadah yang besar dan mulailah menerima sesuatu yang lebih besar lagi.

Dengan jujur
Coach Yosua Kristianto S.E

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
Link Telegram Group :
https://linktr.ee/Transformation.Dynamics
Link Facebook Group :
https://www.facebook.com/groups/2558856224415890/?ref=share
Follow Instagram:
https://instagram.com/transformationdynamics?igshid=1enxwv13gavm1
Subscribe Youtube :
https://www.youtube.com/channel/UC3OXNw7vQgR9H13njXpsZyQ

Photos from Transformation Dynamics's post 31/01/2022

Tahu kapan kamu harus berhenti bukan berarti kamu kalah. Memang kamu terlihat kalah, tapi setidaknya kamu masih punya tenaga untuk memenangkan pertempuran di keesokan hari.

Tahu kapan harus berhenti menandakan sifat dewasa dengan tidak mementingkan ego dan ambisi kamu, kamu menyadari bahwa memang dalam hidup tidak semua hal sesuai dengan ekspektasi kita.

Photos from Transformation Dynamics's post 30/01/2022

Kematangan emosi menandakan kedewasaan diri. Kedewasaan diri berguna dalam menyikapi kehidupan.

Kamu setuju tidak dengan postingan ini?

Want your business to be the top-listed Business in Sidoarjo?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Sidoarjo