Center for Plasma Research
02/03/2025
TEKNOLOGI PLASMA DAN OZON UNTUK KETAHANAN DAN KEAMANAN PANGAN
Center for Plasma Research, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro akan melaksanakan FGD pada tanggal 28 Februari 2025 dengan topik seperti judul diatas. Catatan dibawah ini sebagai pengantar. Semoga pengantar itu memberikan ketertarikan kita untuk mulai melirik teknologi plasma dan Ozon yang dikenal lebih ramah lingkungan untukdimanfaatkan bagi ketahanan dan keamanan pangan.
Catatan: Muhammad Nur
Ketahanan pangan bukan sekadar memastikan ketersediaan makanan, tetapi juga mencakup akses yang aman, bergizi, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dalam dunia yang semakin menghadapi tantangan seperti perubahan iklim, peningkatan pop**asi, serta penyebaran penyakit melalui makanan, teknologi menjadi kunci utama dalam mencari solusi inovatif. Salah satu teknologi yang kini mulai mendapatkan perhatian adalah teknologi plasma dan ozon, sebuah pendekatan berbasis fisika yang menjanjikan revolusi dalam ketahanan dan keamanan pangan.
Teknologi plasma bekerja dengan memanfaatkan spesies oksigen dan nitrogen reaktif (Reactive Oxygen and Nitrogen Species, RONS) yang dihasilkan oleh plasma dingin bertekanan atmosfer. RONS ini memiliki kemampuan luar biasa dalam membunuh mikroorganisme berbahaya, menurunkan residu pestisida, serta memperpanjang umur simpan produk hortikultura. Dengan kata lain, plasma tidak hanya meningkatkan keamanan pangan, tetapi juga mendukung pengurangan limbah dan pemborosan makanan yang menjadi isu global.
Salah satu aplikasi utama teknologi plasma adalah dalam dekontaminasi mikroba. Mikroorganisme seperti bakteri dan virus yang sering kali menjadi penyebab penyakit bawaan makanan dapat diinaktivasi melalui interaksi dengan plasma. Berbeda dengan metode sterilisasi konvensional yang sering menggunakan bahan kimia berbahaya, plasma memberikan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan tidak meninggalkan residu beracun. Oleh karena itu, teknologi ini sangat sesuai untuk diterapkan dalam industri pangan, khususnya dalam proses pencucian dan pengawetan produk segar seperti buah dan sayur.
Selain itu, penggunaan plasma dan ozon dalam degradasi pestisida juga menjadi perhatian utama dalam dunia pertanian modern. Selama ini, banyak produk hortikultura mengandung residu pestisida yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan manusia. Plasma mampu memecah struktur kimia pestisida menjadi senyawa yang lebih aman, sehingga produk yang dikonsumsi menjadi lebih higienis dan sehat. Keunggulan ini menjadikan plasma sebagai teknologi yang potensial dalam mendukung pertanian organik dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Implementasi teknologi plasma di tingkat industri telah dilakukan di berbagai tempat, termasuk di sentra pertanian cabai di Kabupaten Batu Bara. Para petani di sana mulai menerapkan pencucian cabai menggunakan air yang diperkaya dengan ozon dari plasma mikro dan nano-bubble. Hasilnya, cabai tidak hanya lebih bersih dari kontaminan mikroba, tetapi juga lebih tahan lama selama penyimpanan, sehingga nilai jualnya meningkat. Dengan kata lain, teknologi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi konsumen, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan nilai tukar hasil pertanian.
Dalam jangka panjang, penggunaan teknologi plasma dalam ketahanan pangan berpotensi menjadi standar baru dalam industri pertanian dan pangan. Dengan manfaatnya yang luas, mulai dari pengurangan risiko penyakit, peningkatan masa simpan, hingga pengurangan ketergantungan pada bahan kimia, plasma dapat menjadi bagian dari strategi global untuk menghadapi tantangan pangan di masa depan. Kini, tantangan terbesar adalah memperluas penerapannya dan memastikan bahwa inovasi ini dapat diakses oleh lebih banyak pihak, dari petani hingga industri makanan skala besar.
Seiring dengan perkembangan teknologi, plasma dan ozon bukan lagi sekadar konsep di laboratorium, tetapi telah menjadi solusi nyata dalam mewujudkan sistem pangan yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan. Center for Plasma Research, FSM, Undip telah berhasil mengenalkan dan menyebarluaskan teknologi ini. Dengan terus berkembangnya penelitian dan implementasi di lapangan, tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa plasma dan ozon adalah teknologi masa depan dalam ketahanan dan keamanan pangan.
27/08/2022
https://www.livescience.com/dark-plasma-cannibal-cme
'Cannibal' coronal mass ejection from 'dark plasma plume' will slam into Earth tomorrow (Aug. 18) The sun's activity has been ramping as it approaches its 11 year peak
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the university
Telephone
Website
Address
Jalan Prof Sudarto SH, Lab Fisika Plasma, Jurusan Fisika, Fakultas Dains Matematika, Universitas Diponegoro
Semarang