Hmpsd3 Sakura
26/12/2020
[知ってるの]
Akibat berakhirnya sakoku (masa isolasi Jepang) di akhir zaman Edo dan mulai terbukanya Jepang dengan dunia Barat, gaya seni khas Jepang mulai diperkenalkan di Eropa dan Amerika. Gaya seni Japonisme pada awalnya diperkenalkan pada seni visual, namun akhirnya merambah ke mode, seni peran, arsitektur, bahkan seni berkebun.
Selama era Kaei (1848–1854), setelah lebih dari 200 tahun pengasingan, kapal dagang asing dari berbagai negara mulai mengunjungi Jepang. Setelah Restorasi Meiji pada tahun 1868, Jepang mengakhiri masa isolasi nasional yang lama dan terbuka untuk impor dari Barat, termasuk teknik fotografi dan pencetakan. Dengan pembukaan baru dalam perdagangan ini, seni dan artefak Jepang mulai bermunculan di toko-toko barang antik di Paris dan London.
Japonisme berawal dari kegemaran mengoleksi kesenian Jepang, khususnya ukiyo-e. Beberapa contoh ukiyo-e pertama terlihat di Paris. Pada sekitar tahun 1856, seniman Prancis Félix Bracquemond pertama kali menemukan salinan buku sketsa Hokusai Manga di bengkel pencetaknya, Auguste Delâtre.
Pada tahun-tahun setelah penemuan ini, minat terhadap cetakan Jepang semakin meningkat. Mereka dijual di toko barang antik, gudang teh, dan toko yang lebih besar. Toko-toko seperti La Porte Chinoise khusus menjual barang impor Jepang dan Cina. La Porte Chinoise, khususnya, menarik seniman James Abbott McNeill Whistler, Édouard Manet dan Edgar Degas yang mendapat inspirasi dari cetakan. Seniman Eropa saat ini sedang mencari gaya alternatif untuk metodologi akademis yang ketat. Pertemuan yang diselenggarakan oleh toko-toko seperti La Porte Chinoise memfasilitasi penyebaran informasi mengenai seni dan teknik Jepang.
Sumber : Japanesestation.com
Bidang Hubungan Masyarakat
HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro
[SELAMAT MENEMPUH UAS]
Konnichiwa sakurangers!🌸
Gimana kabarnya? Semoga baik ya!😊
Wah tidak terasa ya setelah sibuk kuliah online, akhirnya sudah berada di ujung semester gasal. Itu artinya sebentar lagi UAS!
Gimana nih minna san sudah siap UAS belum? Harus siap d**g!
Selamat menempuh UAS minna san!
Kerjakan dengan jujur dan teliti ya!
Bidang Hubungan Masyarakat
HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro
05/12/2020
[知ってるの]
Musim dingin di Jepang bisa jadi sangat dingin dan merepotkan. Tetapi kamu dapat tetap hangat dengan bantuan kotatsu. Para penggemar Jepang pastinya sudah tidak asing dengan kotatsu. Ini adalah meja penghangat khas Jepang yang tidak hanya mencegah dari kedinginan selama musim dingin, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memperkuat ikatan dengan anggota keluarga. Kamu dapat makan, menonton film, tidur sebentar, dan bahkan memainkan game favorit di laptop di bawah kotatsu.
Meja kotatsu telah ada sejak abad ke-14. Orang Jepang awalnya menggunakan meja ini sebagai perapian untuk memasak. Dalam rumah tangga tradisional Jepang, wanita menggunakan arang untuk memasak dan menghangatkan seluruh rumah. Mereka kemudian menemukan platform tempat duduk dan meletakkan selimut kapas di atasnya. Beberapa orang menyebutnya hori-gotatsu.
Selama abad ke-17, orang Jepang membuat beberapa perubahan yang signifikan pada strukturnya. Mereka menambahkan selimut di atas platform-nya untuk meletakkan kaki mereka di bawah meja untuk mendapatkan kehangatan, serta panci hibachi untuk menampung arang panas di bawah meja. Mereka juga mulai membuat meja kotatsu portable yang dapat dipindahkan. Selama bertahun-tahun, orang telah meniru gaya pembuatan kotatsu yang berbeda. Gaya yang modern umumnya dikenal sebagai oki-gotatsu.
Kemudian pada abad ke-20, denkikotatsu atau kotatsu listrik ditemukan. Kotatsu ini menggunakan pemanas listrik daripada membakar arang dalam panci. Perangkat listrik ini pertama kali menjadi populer pada tahun 1950-an dan karena jelas tidak menimbulkan risiko kebakaran, perangkat ini sekarang menjadi fitur umum di banyak rumah di Jepang.
Kotatsu terbagi menjadi dua jenis, yaitu yang menggunakan listrik dan arang. Saat ini, kebanyakan rumah di Jepang menggunakan kotatsu listrik, karena lebih praktis dan aman untuk digunakan. Di sisi lain, kotatsu arang adalah meja tradisional yang pemanasnya dimas**an ke lantai tersembunyi.
Sumber : Japanese Station
Bidang Hubungan Masyarakat
HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro
30/11/2020
[ INFO BANDING UKT ]
Konnichiwa, Sakurangers🌸
Genki des**a?
Semoga sehat selalu dan selalu diberi kelancaran ya!😉
Ada informasi terbaru nih seputar Banding UKT. Yuk simak info berikut ini.
🌸Timeline
1. Pendaftaran dan pengiriman berkas online pada tanggal 29 November 2020 sampai 19 Desember 2020
2. Berkas (hardfile) dikirim dan maksimal sampai Dekanat sekolah Vokasi pada tanggal 21 Desember 2020 pukul 16.00 WIB.
🌸Kriteria
1. Mahasiswa/i aktif sekolah vokasi.
2. Orangtua/wali yang membiayai pendidikan pendaftar mengalami penurunan kemampuan ekonomi dan keuangan keluarga, sehingga tidak mampu membayar ukt dari golongan sebelumnya.
🌸Langkah- langkah
1. Wajib melakukan registrasi online pada link https://bit.ly/BandingUKTSV2020 dan juga registrasi online pada link https://bit.ly/BandingUKTSakura
2. Unduh file dan isi file form banding ukt yang dapat diakses pada https://bit.ly/filebandinguktsv
3. File form banding dan berkas pendukung banding (dapat dilihat pada form 6) di-scan dan dicompres, kemudian dijadikan 1 file pdf atau zip dengan penamaan file Nama Lengkap – NIM.
Contoh: Lalisa Manoban – 40020418060000
4. Emailkan file form banding dan berkas pendukung banding pada email [email protected] dan cc ke email [email protected] dengan subjek: Banding UKT_(id line/wa yang dapat dihubungi).
Contoh: Banding UKT_(ID Line: haiakulisa)
5. Kemudian hardcopy dari file banding dan berkas pendukung banding dikirim secara offline atau dapat melalui pos ke Dekanat Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275.
🌸Narahubung
1. Syafiqa 0895600446947 (WA)
2. Titania 082220621290 (WA)
Bidang Keilmuan dan Riset
HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro
28/11/2020
[知ってるの]
Di Jepang, waktu-waktu seperti ini adalah pertanda bagi orang Jepang untuk melakukan bersih-bersih oosouji. Nah, apa sih oosouji ini?
Oosouji (大掃除=Bersih-bersih besar) merupakan kegiatan bersih-bersih secara besar-besaran di rumah masyarakat Jepang. Pada umumnya, kegiatan ini menjadi kebiasaan di akhir tahun agar bisa menyambut tahun yang baru. Oosouji ini berawal dari kepercayaan Shinto dan Budha yang ingin menyambut dewa dengan bersih.
Oosouji di Jepang umumnya membutuhkan waktu yang bisa cukup lama, bahkan hingga berhari-hari bergantung kondisi rumahnya. Waktu yang paling sering digunakan untuk bersih-bersih adalah pada tanggal 25-28 Desember, di mana memang sudah sangat dekat dengan tahun baru. Bersih-bersih ini biasanya akan lebih cepat jika dilakukan bersama-sama sanak keluarga, termasuk dibantu anak-anak.
Oosouji lebih dari sekadar membersihkan debu dan merapikan barang-barang, tetapi juga mengurangi barang-barang yang sudah tidak perlu digunakan. Masyarakat di Jepang menggunakan waktu oosouji ini untuk memilah-milah barang yang bisa didonasikan atau dibuang saja, sehingga hasil bersih-bersih ini bisa menjadi tumpukan-tumpukan kardus berisi barang yang tidak akan digunakan lagi.
Bersih-bersih besar ini rupanya tidak harus berlaku di rumah saja, tetapi juga berlaku di tempat-tempat yang selalu digunakan seseorang. Seperti ruang kerja di kantor dan loker sekolah bisa menjadi tempat masyarakat di Jepang untuk melakukan oosouji. Bahkan, oosouji di kantor dan sekolah bisa dilakukan bersama-sama agar tidak hanya satu tempat yang bersih, tetapi seluruh bagian kantor dan sekolah juga bersih total.
Kegiatan ini tidak hanya untuk mendapatkan lingkungan yang lebih bersih yang nyaman, tetapi juga menjadi persiapan yang mantap di dalam diri sendiri untuk menyambut tahun yang baru dengan bersih. Budaya unik tersebut pun sudah menjadi bagian dari masyarakat Jepang yang memberikan manfaat secara kesehatan fisik maupun mental. Wah, benar-benar budaya yang positif, ya!
Sumber : Japanese Station
Bidang Hubungan Masyarakat
HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro
25/11/2020
[SELAMAT HARI GURU]
Jangan pernah lelah menjadi pelita bagi negeri ini. Jadilah selalu patriot pahlawan bangsa. Terima kasih kepada seluruh guru di Indonesia atas jasamu yang mulia.
Selamat Hari Guru Nasional 2020!
Bidang Hubungan Masyarakat
HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro
Click here to claim your Sponsored Listing.
Website
Address
Semarang
Opening Hours
| Monday | 07:00 - 21:00 |
| Tuesday | 07:00 - 21:00 |
| Wednesday | 07:00 - 21:00 |
| Thursday | 07:00 - 21:00 |
| Friday | 07:00 - 21:00 |
| Saturday | 07:00 - 21:00 |
| Sunday | 07:00 - 21:00 |