FREZZ Almond MILK
10/11/2019
7 Manfaat Almond untuk Ibu Menyusui :
1. Bagus untuk pertumbuhan bayi...
2. Meningkatkan daya tahan tubuh Mama dan si Kecil. Tahukah Mama kalau manfaat kacang almond untuk ibu menyusui bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh?...
3. Membantu menurunkan berat badan....
4. Meningkatkan ASI. ...
5. Mencegah kelelahan. ...
6. Mempercantik kulit. ...
7. Bagus untuk otak bayi.
Info Lengkap Klik 👇
7 Manfaat Almond untuk Ibu Menyusui Kacang almond bagus untuk kesehatan. Ibu hamil dan menyusui pun disarankan mengonsumsi kacang almond yang banyak khasiatnya.
04/11/2019
7 Manfaat Kacang Almond: Antioksidan Hingga Turunkan Kolesterol
Almond merupakan salah satu jenis kacang yang populer di seluruh dunia. Almond memiliki banyak variasi bentuk, warna, dan ukuran. California merupakan negara yang menghasilkan kacang almond terbanyak di seluruh dunia. Biasanya almond dikonsumsi secara langsung sebagai kudapan atau dijadikan bahan pelengkap untuk berbagai olahan makanan seperti es krim, olahan coklat, kue, dan susu. Kacang yang berasal dari Timur Tengah ini memiliki banyak kandungan gizi yang baik untuk tubuh manusia, salah satunya bisa menurunkan kolesterol.
Berikut 7 manfaat kacang almond, sebagaimana dikutip dari Healthline.
1. Kaya akan nutrisi Almond memiliki kandungan nutrisi yang sangat banyak. Satu porsi almond (28 gram) mengandung: Serat: 3,5 gram Protein: 6 gram Lemak: 14 gram (9 di antaranya tidak jenuh tunggal) Vitamin E: 37 persen dari RDI Mangan: 32 persen dari RDI Magnesium: 20 persen dari RDI Vitamin B2 (riboflavin) dan fosfor yang cukup.
2. Antioksidan Antioksidan membantu melindungi tubuh dari penuaan dan kerusakan sel. Selain itu antioksidan juga berkontribusi dalam pencegahan penyakit kanker. Antioksidan yang tinggi dalam almond terdapat di lapisan kulit yang berwarna coklat Studi menunjukkan, memakan almond bersama dengan makanan utama baik untuk tubuh.
3. Mengandung vitamin E yang tinggi Vitamin E merupakan sumber antioksidan yang larut dalam lemak. Antioksidan ini cenderung menumpuk di membran sel dalam tubuh dan melindungi sel-sel dari kerusakan. Almond adalah salah satu sumber vitamin E terbaik di dunia, 1 ons almond mengandung 37 persen asupan vitamin E yang disarankan per harinya.
4. Mengontrol gula darah Kacang disarankan untuk penderita diabetes karena kaya akan lemak, protein, dan serat. Almond mengandung magnesium yang sangat tinggi. Magnesium adalah mineral yang berfungsi untuk mengontrol gula darah dalam tubuh. 2 ons almond mengandung hampir setengah dari jumlah magnesium yang disarankan dalam tubuh. Almond dapat membantu mencegah sindrom metabolik dan diabetes tipe 2, yang keduanya merupakan masalah kesehatan utama.
5. Menurunkan tekanan darah Magnesium dalam almond juga dapat membantu menurunkan tingkat tekanan darah. Tekanan darah tinggi adalah salah satu penyebab utama kolesterol, serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal.
6. Menurunkan kolesterol Studi menunjukkan, konsumsi almond dapat menurunkan LDL atau kolesterol jahat. Dengan mengonsumsi almond 20 persen dari kebutuhan kalori dapat mengurangi LDL 12,4 mg/dL. Selain itu, kandungan dalam almond juga dapat mencegah oksidasi yang dapat berkembang menjadi berbagai macam penyakit. Kulit almond kaya akan polifenol yang baik untuk pencegahan oksidasi kolesterol. Studi menunjukkan, konsumsi almond sebulan bisa menurunkan kadar kolesterol teroksidasi hingga 14 persen.
7. Baik untuk menurunkan berat badan Kacang mengandung beberapa nutrisi yang sulit diurai dan dicerna oleh tubuh Anda. Tubuh tidak menyerap sekitar 10-15 persen kalori dalam kacang. Selain itu, beberapa studi menunjukkan bahwa makan kacang dapat meningkatkan metabolisme tubuh.
Baca artikel lengkapnya disini 👇
7 Manfaat Kacang Almond: Antioksidan Hingga Turunkan Kolesterol - Tirto.ID Manfaat kacang almond untuk kesehatan, bisa menurunkan kolesterol, berat badan hingga gula darah.
04/11/2019
Stevia, Si Manis Rendah Kalori Pengganti Gula
Rasanya yang lebih manis dan tidak mengandung kalori, membuat Stevia mulai dilirik untuk dijadikan pengganti gula biasa. Stevia bisa dimanfaatkan bagi penderita penyakit tertentu yang disarankan membatasi konsumsi gula dalam diet harian.
Gaya hidup yang serba instan membuat banyak orang memilih makanan dan minuman cepat saji tanpa menyadari kandungan gula di dalamnya. Padahal kelebihan asupan gula berkaitan dengan berbagai penyakit, seperti diabetes tipe 2, obesitas, sakit gigi, dan penyakit jantung. Penting diketahui, batasan asupan gula untuk pria adalah 37 gram atau 9 sendok teh per hari. Sedangkan untuk wanita sebanyak 25 gram atau 6 sendok teh per hari.
Mengganti Gula Pasir dengan Stevia
Stevia merupakan pemanis dan pengganti gula yang diekstrak dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Stevia terasa manis berkat kandungan steviol glycosides yang ada di dalamnya. Senyawa tersebut membuat stevia terasa 250-300 kali lebih manis dari sukrosa atau gula biasa.
Karena rasanya yang jauh lebih manis, stevia tidak perlu digunakan dalam jumlah terlalu banyak sebagai pemanis dalam makanan ataupun minuman. Misalnya jika Anda terbiasa menambahkan 2 sendok teh gula sebagai pemanis dalam kopi atau teh, dengan stevia Anda cukup menggunakan 1 sendok teh untuk mendapatkan rasa manis.
Walau jauh lebih manis jika dibandingkan dengan gula biasa, stevia tidak mengandung kalori. Kalaupun ada, itu biasanya berasal dari bahan makanan lain yang dicampur di dalamnya. Sebagai perbandingan, dalam satu sendok teh gula biasa (sekitar 40 gram) terdapat 16 kalori dan 4 gram karbohidrat, sedangkan dalam 1 sendok teh stevia terdapa 0 kalori dan hanya ada 1 gram karbohidrat.
Manfaat Stevia untuk Kesehatan
Berikut beberapa kemungkinan manfaat stevia yang bisa kita ambil:
✨ Baik untuk diabetes
Selain tidak mengandung karbohidrat dan kalori, stevia ternyata juga dapat meningkatkan memperbaiki kinerja tubuh dalam mengolah glukosa (gula darah) dengan cara meningkatkan produksi insulin.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah setelah makan pada penderita diabetes pun dilaporkan berkurang ketika mengonsumsi stevia. Beberapa studi lain menyatakan bahwa kemungkinan mengganti gula biasa dengan stevia dapat mengurangi risiko terkena diabetes.
✨ Membantu mengurangi berat badan
Karena stevia tidak mengandung kalori, total asupan kalori harian akan berkurang jika mengganti asupan gula dengan stevia. Cara ini bisa membantu Anda menjaga atau mengurangi berat badan, asalkan Anda tidak makan secara berlebihan.
✨ Menurunkan tekanan darah
Zat dalam ekstrak stevia mampu menurunkan tekanan darah, jika dikonsumsi secara rutin. Akan tetapi, penelitian untuk membuktikan manfaat ini belum menunjukkan hasil yang konsisten.
✨ Mencegah risiko terkena penyakit ginjal
Kebiasaan mengonsumsi makanan yang terlalu manis bisa memperbesar risiko terkena diabetes dan tekanan darah tinggi. Kedua penyakit ini dapat berujung pada terjadinya penyakit ginjal.
Berdasarkan suatu penelitian, stevia diduga efektif dalam mengurangi risiko terjadinya penyakit ginjal karena dapat membantu mencegah penyakit diabetes dan darah tinggi. Penelitian inipun menyatakan bahwa stevia merupakan alternatif pemanis yang lebih baik untuk penderita gagal ginjal.
Hingga saat ini, stevia sudah terbukti aman untuk dikonsumsi. Namun, Anda harus tetap memerhatikan asupan makanan dan minuman sehari-hari, agar jumlah gula dan kalori yang dikonsumsi tidak berlebihan.
Perlu diingat, mengonsumsi makanan bebas gula bukan berarti Anda terbebas dari kalori. Kalori bisa didapat dari bahan lainnya pada makanan atau minuman tersebut. Selain itu, tidak cukup jika hanya mengandalkan stevia, tanpa menjalani gaya hidup sehat.
Info Lengkap 👇
Stevia, Si Manis Rendah Kalori Pengganti Gula Rasanya yang lebih manis dan tidak mengandung kalori, membuat stevia mulai dilirik untuk dijadikan pengganti gula biasa. Stevia bisa dimanfaatkan bagi penderita penyakit tertentu yang disarankan
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Address
Semarang
59567