BSM Subur Cilacap

BSM Subur Cilacap

Share

20/05/2025

Dari Sampah Jadi Berkah

Apa yang terlihat seperti sampah bagi sebagian orang, sebenarnya adalah bahan mentah berharga bagi tanah kita.
Dalam kolase ini, kami dokumentasikan proses lengkap pengolahan sampah organik menjadi pupuk pembenah tanah, mulai dari nol hingga siap pakai.

Tumpukan ranting, daun kering, dan serasah menjadi awal perjalanan.

Proses fermentasi dan dekomposisi alami mengubahnya menjadi kompos matang yang kaya unsur hara.

Dengan teknik pembakaran terkontrol, sebagian bahan diolah menjadi biochar — arang aktif yang membantu menyerap air dan nutrisi di tanah.

Ember fermentasi, jaring penampung, dan saringan menjadi alat bantu dalam metode seperti bokashi dan pengomposan anaerob.

Hasil akhirnya? Pupuk organik yang bukan hanya menyuburkan tanaman, tapi juga memperbaiki struktur dan kehidupan tanah.
Setiap daun gugur dan ranting yang dikumpulkan adalah investasi untuk masa depan bumi.

Yuk, olah sampah organik kita sendiri!
Karena perubahan besar dimulai dari rumah.

08/05/2025

Awal mula terdorong mengelola sampah organik.
Budaya membakar sampah di pagi hari dan sore hari, menimbulkan rasa tidak nyaman karena asap yang ditimbulkan.
Ada cekcok antar warga akibat penempatan sampah organik pangkasan pohon swcara sembarangan tanpa ijin.
Sore hari, beberapa warga cekcok karena jemuran bau sangit akibat asap pembakaran sampah.

Ide mengelola sampah organik dimulai dari sini.

16/05/2024

Tadi sore saat di sebelah Kali Bleder Jalan Semangka Tambakreja Cilacap Selatan, seorang anak bertanya: "Yah, cara mengompos kohe sapi bagaimana? Tadi ada teman yang dulu sama-sama berada di Pati, sekarang di Yogyakarta." Selanjutnya Ayah menjawab: "Tambahkan arang 20%, ya gampangnya kohe sapi sebanyak empat bagian, tambahan arang satu bagian. Campur dan lembakan merata. Melembabkan merata artinya ditambah air. Jika menggunakan dekomposer komersial, ikuti aturan pakai yang tertera pada botolnya. Nanti antara kohe sapi, arang, air, dan sumber mikrobia dicampur secara merata dalam keadaan lembab merata. Setelah itu tumpuk dengan ketinggian delapan puluh sentimeter, kemudian tutup dengan terpal."
Ayah melanjutkan: "Itulah pentingnya Mas, Ayah mengajakmu minimal tahu prosesnya, tahu pengetahuan dasar pengomposan. Lebih baik mempersiapkan diri. Memang pengomposan itu hal mudah dan sederhana, terkadang dianggap penting bagi yang membutuhkan. Itu akan menjadi ladang amal kebaikan. Ohya berikan nomor ayah barangkali dibutuhkan. Ada banyak cara yang telah diunggah di Youtube. Coba cari di Youtube dengan mengetikkan "Pengomposan super cepat tiga hari jadi" sepertinya ayah pernah melihat video dan mempraktikkannya."
Setelah pulang ke rumah beberapa jam kemudia, Ayah bertanya kepada Anak: "Bagaimana Mas, sudah ketemu videonya?"
Sang anak hanya diam sesaat sembari mengetikkan baris kata di Youtube. Beberapa saat kemudian muncul banyak sekali video pengomposan. "yang ini ya Yah?", sambil melihat layar hape yang dipegang sang Anak, Ayah menunjuk, dan berkata: "Nah itu yang kedua, walapun itu pengomposan kohe kambing, tapi bisa diadopsi untuk pengomoposan kohe sapi. Caranya sama seperti itu."
Setelah berjalan beberapa waktu video ditonton, ketika ada tulisan dan angka-angka, kemudian Anak berkata: "Oh iya Yah, ada tambahan arang 20%, disiram air yang dicampur dekomposer."
Ayah kemudian berkata: "Begitulah caranya, tonton sampai selesai, perhatikan cara mencampur dan melembabkannya dengan cara diaduk dengan skop atau cangkul, lihat sendiri di video. Nanti link-nya kirim ke temanmu Pati yang kini di Yogyakarta. Jika perlu kirim nomor ayah, bila butuh sharing."
Ayah berjalan ke depan membuka pintu. Terdengar suara Anak saat sedang membuka pintu: "Terima kasih Ayah.", kemudian sambil menurunkan kaki dari pintu ke arah depan, Ayah menyahut: "Oke".

30/01/2024

Dalam percakapan group WA bank Sampah, saya memposting banyaknya sampah organik daun dan ranting.
Salah satu kawan bertanya:
mhn infornasinya bgmn potensi pasarnya dan hasil produksinya ,he he
Siap Ndak pakde?
Jawab:
belajar ilmu marketing dulu Pak, jika melihat sudut pandang bisnisnya miriplah kayak sayur hidroponik.
Begini:
Sedikit berbagi pengetahuan,
1. Produksi meliputi: mendesain, mengolah dan memproduksi.
2. Marketing, memindahkan produk ke pasar
3. Branding, menempatkan produk di benak pelanggan...
Agar memiliki daya tarik dan memenangkan pasar Berikut hal yang perlu dijadikan pertimbangan:
1. Produk kita satu-satunya, tentu praktis tidak ada pesaing fleksibel Melakukan penetrasi pasar... Jika tidak bisa begitu maka
2. Memiliki 3 ter, .. jika tidak bisa begitu
3. setidaknya memiliki 5 kelebihan di banding competitor...

Dalam hal selling atau penjualan, perlu juga adanya pendongkrak pasar, misalnya kita bermitra dengan DLH, CSR jadi ketika cukup banyak stok dan belum terjual dengan permintaan banyak dari Dinas misalnya DLH atau mitra CSR, penjualan atau pemasaran produk kita akan laris manis, bahkan bisa dapet uang segepok atau setenggok.
===

Catatan penting, setiap produk memiliki segmentasi pasar tersendiri, carilah pasar atau pengguna yang akan kita bidik untuk produk kita.

But The Way alias BTW, kami kemas kegiatan pengolahan sampah menjadi komposit pupuk dan pembenah tanah dalam model Wirausah Sosial, dan kami beri nama Wirus Tribio kepanjangan dari Wirausaha Sosial Trilogi Biomassa. Wirausaha social biasanya terkait dengan masalah lingkungan dan social. Kami pilih masalah lingkungan adalah pengolahan sampah organik untuk mengurangi timbulan sampah organik. Hal terkait pengolahan sampah organik ini, misalnya mengurangi sampah yang dikirim ke TPA, mengurangi emisi karbon dari proses penganglkutan sumber sampah ke TPA, mengurangi emisi karbon karena proses penguraian alami bahan organik, mengurangi biaya penanganan sampah yang biasanya dibiayai oleh masyarakat dan pemda.
Masalah social yang kita pilih adalah social Pendidikan, yaitu melakukan transfer pengetahuan (edukasi cara penangan sampah organik menjadi pupuk dan pembenah tanah), pelatihan skill (keterampilan) yaitu memberikan pelatihan yang harus dikuasai cara mengelola sampah organik, composting, dan hal terkait dengan itu (Training, outputnya skill/keterampilan), dan mentoring atau pendampingan pengomposan yaitu gabungan kedua hal di atas, dari nol sampai bisa menghasilkan produk.
Ini bentuk kepedulian kami mengambil peran berdasarkan pendekatan pentahelix, kami komponen masyarakat ikut serta menyumbangkan pemikiran, dan kinerja untuk sedikit menangani sampah yang ada di sekitar kami. Kami juga bekerja sama dengan kawan peternak, jika ada bahan yang layak untuk dijadikan pakan ternak, maka akan diambil kawan peternak.

Want your business to be the top-listed Gym/sports Facility in Secang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Website

Address


Secang

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 08:00 - 11:00
Saturday 09:00 - 17:00