Parenting Event

Parenting Event

Share

20/03/2026

Selamat hari raya Idul Fitri 1445 H

09/03/2026

Pola pengasuhan tidak hanya membentuk perilaku anak saat ini, tetapi juga cara mereka membangun hubungan di masa depan.

Menurut teori attachment dari John Bowlby dan Mary Ainsworth, pengalaman kedekatan anak dengan orang tua di masa awal kehidupan akan membentuk cara mereka mempercayai dan mendekati orang lain.

Ketika anak sering mengalami respons yang tidak konsisten, merasa ditinggalkan saat membutuhkan, atau menerima kasih sayang yang bersyarat, mereka bisa belajar bahwa kedekatan emosional adalah sesuatu yang berisiko.

Akibatnya, sebagian anak tumbuh dengan kecenderungan menjaga jarak secara emosional sebagai cara melindungi diri dari rasa sakit yang sama.

Karena itu, pengasuhan yang responsif, konsisten, dan penuh penerimaan sangat penting agar anak merasa aman untuk percaya, terhubung, dan membangun hubungan yang sehat di masa depan. 🌱

ParentingInsight EmotionalBonding

08/03/2026

Ketika anak terlihat diam, datar, atau seperti tidak peduli, belum tentu mereka tidak memiliki perasaan. Bisa jadi sistem saraf mereka sedang masuk mode freeze.

Dalam teori Stephen Porges melalui konsep Polyvagal Theory, tubuh manusia memiliki respon bertahan hidup ketika merasa tidak aman secara emosional. Salah satunya adalah freeze atau shutdown.

Pada anak, kondisi ini sering muncul ketika mereka:
merasa tidak didengar
takut dimarahi
terbiasa menghadapi tekanan emosional
Akibatnya, anak bisa terlihat:

*sulit mengekspresikan emosi
*tampak datar
*seperti tidak peduli

Padahal sebenarnya tubuh mereka sedang berusaha melindungi diri.

Di sinilah pola pengasuhan yang aman secara emosional menjadi sangat penting.
Ketika anak merasa diterima, didengar, dan tidak dihakimi, sistem saraf mereka belajar bahwa dunia adalah tempat yang aman untuk mengekspresikan diri.karena seringkali, anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna.

Mereka hanya membutuhkan orang tua yang hadir dan membuat mereka merasa aman.

neuroscienceparenting anakdanemosi secureattachment parentingindonesia

30/01/2026

Tidur cukup = Otak Terpenuhi

29/01/2026

Bahagia Seharian, Rewel Seharian. Kok Bisa?

Bukan manja, bukan gak bersyukur. Ini alasan kenapa anak sering "drama"

📍setelah hari yang panjang:

Overstimulasi (Slide 2): Otak terlalu banyak input seharian, ibarat mesin yang kepanasan dan susah cool down sendiri.

Restraint Collapse (Slide 3): Capek "jaga image" di tempat umum, pertahanan mereka runtuh begitu sampai di rumah (zona aman).

Solusinya? (Slide 4): Lakukan "Pendinginan Mesin" dengan tenang.Validasi, jangan emosi.
Mereka butuh bantuan kita untuk bisa beristirahat.

Want your school to be the top-listed School/college in Pinggirrawa Timur?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Pinggirrawa Timur