GPDI PUSAT
SUARA NAFIRI
Edisi: Rabu , 1 Juli 2026.
Bacaan Alkitab Harian: Ayub 21,22 & Kisah Para Rasul 10:1-23
INJIL DAN KESELAMATAN ADALAH UNTUK SEMUA ORANG TANPA TERKECUALI
Kisah Para Rasul 10:15 (TB) Kedengaran p**a untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."
Rasul Petrus adalah seorang yang bersungguh-sungguh di dalam Tuhan. Hal itu terlihat dari bagaimana tekunnya ia berdoa.
Rasul Petrus sedang berdoa di atas atap rumah tiba-tiba mendapatkan penglihatan kain lebar bergantung ke empat sudutnya yang turun dari langit berisi berbagai jenis binatang haram (Menurut hukum Taurat).
Perbedaan suku, bangsa, dan budaya menghalangi Petrus untuk melayani sesamanya.
Allah mengambil inisiatif untuk mengajar Petrus melalui cara yang cukup spektakuler agar Petrus sadar bahwa di hadapan Allah semua orang, baik Yahudi maupun non-Yahudi sama-sama memiliki kesempatan untuk menerima Yesus sekaligus diterima oleh Tuhan sebagai anak-anak-Nya.
Saat itu, orang Yahudi menganggap bangsa-bangsa lain (non-Yahudi) sebagai "najis". Melalui penglihatan ini, Allah menegaskan bahwa Injil dan keselamatan adalah untuk semua orang tanpa terkecuali.
Segera setelah penglihatan ini, Petrus didatangi oleh utusan Kornelius, seorang perwira Romawi (non-Yahudi). Berkat suara Tuhan ini, Petrus berani melanggar adat Yahudi untuk masuk ke rumah Kornelius dan membaptis keluarganya, menyadari bahwa "Allah tidak membedakan orang".
Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak menggunakan standar manusiawi atau tradisi lama untuk membatasi kasih karunia Tuhan. Jika Allah telah menguduskan atau menerima seseorang, kita tidak berhak menolaknya.
Haleluya 🤝
SUARA NAFIRI
Edisi: Selasa, 30 Juni 2026.
Bacaan Alkitab Harian: Ayub 19, 20 & Kisah Para Rasul 9:23-43
TUHAN AKAN TETAP ADA BAGI YANG BERPENGHARAPAN PADA-NYA
Ayub 19:25-26 (TB) Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.
Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah,
Di tengah penderitaan yang luar biasa, kehilangan harta, anak, hingga kesehatan fisik yang hancur, kehilangan teman dan respek. Ia sekarang dikucilkan oleh saudara, kenalan, kaum kerabat, dan kawan-kawannya. Bahkan ia pun diasingkan oleh istrinya sendiri.
Ditengah kehidupan yang hancur berkeping-keping, Ayub memilih beriman kepada Tuhan. Ayub mengucapkan sebuah kepastian yang melampaui kematian. Iman yang tidak bergantung keadaan. Pada akhirnya, matanya sendiri akan menyaksikan Tuhan yang membenarkan dia.
Ayub bisa kehilangan semua, tapi tidak kehilangan Penebusnya.
Ayub percaya bahwa meski manusia menghakiminya, Allah adalah pembelanya yang hidup.
Ayub tahu dan yakin bahwa Tuhan Allah tetap ada dalam hidupnya dan akan terus berpengharapan kepada-Nya.
Mengingatkan kita bahwa penderitaan saat ini bukanlah akhir dari segalanya.
Teman mengerti sebagian tentang diri kita, tetapi Tuhan mengerti seluruhnya. Teman bisa mengasihi dan memperhatikan kita, tetapi Tuhan mengurbankan nyawa-Nya buat kita. Dialah satu-satunya tempat kita mendapatkan kasih sayang dan pertolongan.
Hidup kita adalah anugerah terindah dari Tuhan. Hidup ini bukan saja sudah diselamatkan namun dipelihara oleh Tuhan senantiasa.
Haleluya 🤝
SUARA NAFIRI
Edisi: Senin, 29 Juni 2026.
Bacaan Alkitab Harian: Ayub 16,17,18 & Kisah Para Rasul 9:1-22
PERTEMUAN YANG MENGUBAH HIDUP
Kisah Para Rasul 9:11-12 (TB) Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."
Awalnya Ananias takut bertemu Saulus karena reputasi buruk Saulus. Alasan yang diberikan kepada Ananias mengapa ia harus pergi dan mencari orang asing itu adalah orang itu sedang berdoa dan kedatangan Ananias kepadanya harus menjawab doanya.
Tuhan memberikan instruksi yang sangat detail kepada Ananias—nama jalan (Jalan Lurus), nama pemilik rumah (Yudas), asal kota Saulus (Tarsus), hingga apa yang sedang Saulus lakukan (berdoa). Ini menunjukkan bahwa Tuhan mengenal setiap pribadi secara mendalam.
Saulus, yang sebelumnya dikenal sebagai penganiaya jemaat, kini sedang "berdoa". Ini adalah tanda pertama perubahannya, musuh gereja telah menjadi seorang penyembah Kristus.
Tuhan bekerja di kedua sisi. Dia memberikan penglihatan kepada Saulus tentang Ananias, dan di saat yang sama memberikan perintah kepada Ananias untuk menemui Saulus. Ini menunjukkan bagaimana Tuhan mengatur pertemuan yang mengubah hidup.
Disisi Saulus si penganiaya menjadi Pendoa, sementara disisi Ananias si penakut menjadi pemberani.
Tuhan tidak cuma mengubah Saulus, Dia juga melatih iman Ananias. Ananias harus percaya bahwa musuh bisa jadi saudara. Dan Saulus harus percaya bahwa dia masih bisa dipakai meski masa lalunya kelam.
Kalau Tuhan bisa pakai penganiaya jadi rasul terbesar, dan pakai orang biasa seperti Ananias buat tumpangi tangan atas dia, berarti tidak ada yang terlalu rusak untuk dipulihkan. Tidak ada pertemuan yang Tuhan tidak sanggup atur.
Haleluya 🤝
SUARA NAFIRI
Edisi: Minggu, 28 Juni 2026.
Bacaan Alkitab Harian: Ayub 13,14,15 & Kisah Para Rasul 8:26-40.
HIDUP KITA ADALAH ANUGERAH YANG TIDAK ABADI
Ayub 14:1-2 (TB) "Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan.
Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan.
Ayub sadar hidup ini singkat dan rapuh, Tidak ada yang kebal dari kelemahan.
Manusia yg lahir dari perempuan singkat umurnya dan penuh kegelisahan.
Realitas jujur mengenai eksistensi kita tentang kefanaan hidup manusia. Mengingatkan kita agar hidup dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, menyadari bahwa hidup kita adalah anugerah yang tidak abadi.
Namun ini juga menjadi dasar untuk menyadari keharusan kita untuk bergantung pada Allah yang kekal di tengah hidup yang fana.
Perjalanan hidup manusia di dunia ini ada tawa, ada tangis, ada yg berhasil ada kegagalan.
Tetapi orang percaya masih punya pengharapan bahwa Tuhan tidak membiarkan semuanya berakhir di dalam kubur. Ada kebangkitan.
Rasul Paulus menyatakan bahwa Tuhan juga bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan kita.
Haleluya 🤝
SUARA NAFIRI
Edisi: Sabtu, 27 Juni 2026.
Bacaan Alkitab Harian: Ayub 10,11,12 & Kisah Para Rasul 8:1-25
KARUNIA ROH KUDUS MELENGKAPI SETIAP ORANG PERCAYA UNTUK MENJADI SAKSI KRISTUS
Kisah Para Rasul 8:15 (TB) Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus.
Secara historis, orang Yahudi dan Samaria tidak rukun. Peristiwa ini melambangkan bahwa Injil menghancurkan batasan etnis dan budaya, mereka kini satu di dalam Roh.
Filipus sudah memberitakan Injil di Samaria dan banyak yang percaya lalu dibaptis. Tapi mereka belum menerima Roh Kudus. Karena itu Petrus dan Yohanes diutus dari Yerusalem ke Samaria khusus untuk mendoakan mereka. Setelah didoakan, orang Samaria itu menerima Roh Kudus.
Kepenuhan Roh Kudus adalah karunia penting untuk melengkapi hidup orang percaya. Para rasul tidak mengandalkan teknik tertentu, melainkan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar Dia mencurahkan Roh-Nya.
Turunnya Roh Kudus di Samaria ini menandakan terbukanya daerah lain (diluar Yerusalem) bagi penyebaran Injil Kristus oleh para murid.
Roh Kudus menolong kita untuk mewartakan Kristus dalam hidup kita sehingga kepada setiap orang beriman Roh Kudus berkarya, dan Roh Kudus pun berkarya di dunia ini tanpa bisa dibatasi oleh apapun juga.
Haleluya 🤝
SUARA NAFIRI
Edisi: Jumat, 26 Juni 2026.
Bacaan Alkitab Harian: Ayub 7,8,9 & Kisah Para Rasul 7:44-60
AKHIR DARI SEBUAH KESETIAAN ADALAH KEMULIAAN
Ayub 8:6-7 (TB) Kalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu.
Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina, tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia.
Pemahaman Bildad dan kebanyakan kita, "tentang Tuhan" sebuah pemahaman yang benar, namun tidak menyeluruh. Alasan Bildad sederhana saja, yaitu bahwa Tuhan memberkati orang yang benar dan menghukum orang yang fasik.
Sebagai Allah, Ia memiliki kebebasan untuk berbuat sekehendak hati-Nya dan kadang tindakan-Nya melenceng dari pemahaman kita tentang Allah yang terlalu sederhana ini. Tetapi, jangan mengira bahwa kebebasan Allah identik dengan kejahatan. Kebebasan Allah tidak sama dengan kesewenang-wenangan.
Sewaktu kesusahan menimpa kita, janganlah kita tergesa-gesa memvonis bahwa Tuhan sedang menghukum kita. Periksalah diri kita, apakah ada dosa tersembunyi yang perlu kita bereskan dengan Tuhan. Jika tidak ada, terimalah kesusahan itu sebagai kehendak Tuhan yang tidak kita pahami.
Ungkapan "bersih dan jujur" merujuk pada pentingnya menjaga hati dan sikap di hadapan Tuhan, bahkan saat situasi sedang tidak berpihak pada kita.
Tuhan adalah pribadi yang tidak hanya memulihkan, tetapi juga mengembalikan apa yang menjadi hak seseorang.
Bildad temannya Ayub sedang menguji Ayub, mengatakan bahwa akhir dari sebuah kesetiaan adalah kemuliaan, bukan kehinaan.
*Catatan penting:*
Di akhir kitab Ayub, Tuhan menegur Bildad karena ucapannya tidak sepenuhnya tepat tentang Tuhan. Ayub menderita bukan karena dia tidak bersih. Tapi prinsip di ayat ini tetap benar: Tuhan adalah pemulih, dan Dia mengangkat orang yang tulus.
Haleluya 🤝
SUARA NAFIRI
Edisi: Kamis, 25 Juni 2026.
Bacaan Alkitab Harian: Ayub 4,5,6 & Kisah Para Rasul 7:20-43
KRISTEN BUKANLAH AJARAN BARU, MELAINKAN PENGGENAPAN SEMPURNA DARI HUKUM TAURAT.
Kisah Para Rasul 7:37 (TB) Musa ini p**alah yang berkata kepada orang Israel: Seorang nabi seperti aku ini akan dibangkitkan Allah bagimu dari antara saudara-saudaramu.
Seperti Musa yang membebaskan Israel dari perbudakan Mesir, Yesus datang untuk membebaskan manusia dari perbudakan dosa.
Yesus adalah "Nabi yang seperti Musa" yang dinantikan oleh bangsa Israel selama berabad-abad.
Iman Kristen bukanlah ajaran baru, melainkan penggenapan sempurna dari hukum Taurat yang sangat dihormati orang Yahudi. Menolak Yesus sama saja dengan menolak nabi yang sudah dijanjikan oleh Musa sendiri.
Penjelasan ini sudah lebih dari cukup disampaikan oleh Stefanus, bahwa Yesus akan mengubah kebiasaan-kebiasaan dari hukum Taurat. Ia juga tidak memiliki niat sedikit pun untuk menghujat Musa. Sebaliknya, ia menunjukkan rasa hormatnya yang luar biasa besar dengan menunjukkan bagaimana nubuat Musa itu telah digenapi seperti yang dikatakan dengan jelas oleh Kristus sendiri kepada mereka, Jika mereka percaya kepada Musa, tentu mereka juga percaya kepada-Ku (Yoh. 5:46).
Menyebut diri Kristen belum berarti bahwa kita sudah membiarkan Kristus menguasai kita sepenuhnya. Coba selidiki, adakah bagian yang belum kita serahkan kepada Kristus untuk Dia kuasai? Janganlah kita taat hanya pada hal-hal yang ingin kita taati saja. Marilah kita meminta Roh Kudus menolong kita untuk taat sepenuhnya.
Haleluya 🤝
SUARA NAFIRI
Edisi: Rabu, 24 Juni 2026.
Bacaan Alkitab Harian: Ayub 1.2.3 & Kisah Para Rasul 7:1-19
TUHAN YANG MEMBERI, TUHAN YANG MENGAMBIL, TERPUJILAH NAMA TUHAN.
Ayub 1:21-22 (TB) katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Ayub meyakini bahwa apa yang dimilikinya sekarang adalah kepunyaan Allah, datangnya dari Allah.
Ayub tidak terikat dengan hartanya, juga dengan anak-anaknya.
Ayub mengakui bahwa manusia lahir tanpa membawa apa-apa dan akan mati tanpa membawa apa-apa. Ia memahami bahwa segala sesuatu yang ia miliki sebelumnya hanyalah "titipan" dari Sang Pencipta, yang harus dijaga, diasuh dan dididik dalam iman.
Ayub tidak hanya bersyukur saat diberkati, tetapi juga tetap menghormati Allah saat berkat itu diambil kembali.
Ayub tidak mempersalahkan Allah. Ia tidak menjadi pahit atau menuduh Allah tidak adil, meskipun ia tidak memahami alasan di balik penderitaannya saat itu.
Cara pandang manusia terhadap kepemilikan sangat berpengaruh terhadap respons ketika miliknya itu diambil. Hal yang normal bila kehilangan harta benda bagai sebuah pukulan atau ketika kehilangan anggota keluarga bagai rusaknya tatanan hidup dan kehilangan. Ayub sendiri berduka dan ia jelas menyatakan perasaan dukanya. Namun imannya merespons secara mengagumkan.
Bukannya mengutuk, Ayub justru memilih untuk mengucapkan, "Terpujilah nama TUHAN!" Ini menunjukkan bahwa ibadahnya kepada Allah tidak didasarkan pada apa yang Allah berikan melainkan menghormati Allah yang berdaulat atas hidup manusia.
Haleluya 🤝
SUARA NAFIRI
Edisi: Selasa, 23 Juni 2026.
Bacaan Alkitab Harian: Ester 7,8,9,10 & Kisah Para Rasul 6
APAPUN MASALAH YANG TERJADI DITENGAH GEREJA, PELAYANAN FIRMAN TIDAK BOLEH TERABAIKAN
Kisah Para Rasul 6:1 (TB) Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.
Pertumbuhan organisasi yang besar sering kali membawa masalah sebagai konsekwensi dari suatu perkembangan. Menajemen yang kurang baik bisa memicu perpecahan. Muncul masalah sosial dan diskriminasi yang tidak disengaja di dalam komunitas.
Masalah yang terjadi di jemaat Kristen mula-mula ini adalah seputar masalah keuangan.
Jumlah uang yang dikumpulkan untuk membantu orang miskin memang banyak, tetapi seperti yang sering kali terjadi dengan urusan seperti ini, sungguh mustahil untuk menyenangkan semua pihak dalam pembagiannya.
Yahudi Helenis (berbahasa Yunani), mereka yang telah tersebar di wilayah luar Palestina dan membawa budaya Yunani. Sedangkan Yahudi Ibrani, Mereka yang tinggal di Palestina dan tetap memegang teguh bahasa serta tradisi lokal. Para janda dari kelompok Helenis merasa diabaikan dalam pembagian bantuan pangan harian.
Kita disadarkan bahwa selama masih ada di dunia yang fana ini, gereja sebagai tubuh Kristus akan menghadapi berbagai masalah. Ada perbedaan pendapat, cara melayani, dan bahkan dalam pemahaman iman tertentu.
Ada masalah dari luar, juga dari dalam gereja itu sendiri.
Hal yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengelola masalah dengan baik dan benar. Belajar dari gereja mula-mula, prinsip utama adalah pelayanan firman tidak boleh diabaikan. Karena itu kita perlu mendoakan pemimpin gereja agar berhikmat dalam menyelesaikan masalah-masalah gereja, sehingga Tuhan dipermuliakan karenanya.
Haleluya 🤝
SUARA NAFIRI
Edisi: Senin, 22 Juni 2026.
Bacaan Alkitab Harian: Ester 4,5,6 & Kisah Para Rasul 5:17-42.
MAKSIMALKAN PERAN KITA SAAT INI UNTUK PERGUMULAN KRISTEN
Ester 4:16 (TB) "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."
Mordekhai mengingatkan Ester bahwa menghindari masalah bukanlah solusi.
Mordekhai ingin Ester berpikir dari perspektif iman bahwa posisinya sebagai ratu merupakan campur tangan Allah untuk menyelamatkan bangsa pilihan-Nya dari pembunuhan massal.
Ester menyadari bahwa ia tidak bisa berjuang sendiri. Ia meminta dukungan seluruh umat Yahudi di Susan untuk berpuasa dan berdoa bersamanya.
Ester masuk ke dalam suatu keadaan yang membahayakan hidupnya, tetapi ia ingin berpikir bahwa dirinya aman, dan akan tenang, apabila ia telah mempercayakan pemeliharaan nyawanya kepada Allah dan menempatkan dirinya di bawah perlindunganNya. Ia percaya bahwa perkenanan Allah harus diperoleh melalui doa, bahwa bangsanya adalah bangsa pendoa, dan bahwa Dia adalah Allah yang mendengarkan doa.
Menghadap raja tanpa dipanggil bisa dihukum mati menurut hukum Persia saat itu. Ester memilih untuk melanggar aturan demi menyelamatkan bangsanya.
"Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati" bukan tanda keputusasaan, melainkan bukti iman bahwa ia siap menerima apa pun kehendak Tuhan setelah ia melakukan bagiannya.
Bila kita yakin hidup mengikuti pimpinan Allah, maka apapun keberadaan kita dan di mana pun posisi kita, Allah menempatkan kita dengan suatu maksud tertentu. Mari memikirkan bagaimana memaksimalkan peran kita saat ini bagi pergumulan Kristen.
Haleluya 🤝
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Address
Pematangsiantar