Endang

Endang

Share

Sumpah Serapah Terucap, Hubungan Trump-Netanyahu di Ujung Tanduk 03/06/2026

Katanya sih perang biasa.. tapi semua menyerempet ke agama. Sebenarnya semua isi kitab sama, cuma penyebutannya yang berbeda, ibarat pertama-akhir kemudian ada rangkuman. Kenapa Dunia ini kacau. Karena ada yang merasa paling benar. Padahal sudah di jelaskan ambil yang baik buang yang buruk. Bahkan setiap kata jika di tafsirkan akal banyak perbedaan.. itulah nalar manusia..,
Hidup ini mudah yang ribet aturan yang dibuat Manusia. Jika Dunia sudah berusia ribuan Tahun tapi kenapa kehidupan seperti reset ke awal membangun san terus membangung sampai engap, pasti dulunya pernah mengalami kehancuran yang sama.
bahkan Manusia dulu pasti lebih cerdas dan menjalani kehidupan yang sama seperti kita hari ini. Dan pasti ada kitab lain atau sisa peradaban yang bisa dipelajari.
dan kitab yang kita baca sekarang bukan prediksi atau ketetapan tapi karena Manusia menjalankan isi kitab itu sehingga ada pembenaran.
Yang membuat kerusakan Bumi yaa Manusia itu sendiri, Manusia lupa ambil secukupnya karena Ego, Nafsu, keserakahan , terus berperang sampai kehancuran/kiamat itu nyata. Btw pengen tau yang dinanti-nantikan seluruh umat Bumi sudah tiba belum ya?? Jadi inget bisnis yang paling menguntungkan all about Agama😁

Sumpah Serapah Terucap, Hubungan Trump-Netanyahu di Ujung Tanduk Trump disebut-sebut melontarkan kata-kata kasar kepada Netanyahu dalam sebuah panggilan telepon, bahkan menyebutnya 'gila'.

Photos from Kekuatan inspirasi's post 01/06/2026

Dan ini bukan sekedar Dongeng😊
Kalau di Dunia ini kebanyakan dongeng hehehe

Jika belakangan ini kamu merasa lelah tanpa sebab yang jelas, emosi naik turun, pikiran terasa penuh, dan energi seperti terkuras habis, jangan panik. Jangan langsung menganggap dirimu lemah. Mulailah kembali ke pusat dirimu. Cara Mengatasi Hal Ini :
1. Kembali ke Tubuhmu
Saat pikiran terlalu ramai, kembali ke tubuh. Berjalan tanpa alas kaki di tanah, duduk di alam, berjemur pagi, atau sekadar memperhatikan napas. Tubuh adalah jangkar kesadaranmu.

2. Manifestasi dari Syukur, Bukan Ketakutan
Jangan menunggu fase bulan atau tanggal tertentu untuk berdoa, bermeditasi, atau berafirmasi. Lakukan setiap hari dari rasa syukur yang tulus. Frekuensi syukur adalah frekuensi yang paling stabil.

3. Grounding Energi
Bayangkan akar cahaya tumbuh dari telapak kakimu masuk ke bumi. Tarik napas perlahan dan lepaskan semua energi, emosi, serta beban yang bukan milikmu.

4. Ambil Kembali Otoritas Diri
Katakan dalam hati:
“Aku mengembalikan seluruh energi yang bukan milikku kepada sumbernya. Aku mengambil kembali seluruh energiku yang tercecer. Aku berdaulat atas ruang energi dan kesadaranku.”

5. Berhenti Bergantung Pada Ritual Luar
Gunakan simbol, ritual, atau alat spiritual sebagai pengingat, bukan sumber kekuatan. Sumber sejati berada dalam hubungan langsung antara dirimu dan Sang Pencipta.

6. Istirahat Tanpa Rasa Bersalah
Terkadang kelelahan bukan tanda kelemahan, melainkan tubuh yang meminta didengar. Tidur cukup, minum air yang cukup, dan kurangi paparan informasi yang membuat sistem saraf terus aktif.

merasa lelah bukan berarti kita lemah, melainkan sebuah alarm bahwa sistem proteksi energi kita harus segera diaktifkan secara sadar. Kembalilah pada kesadaran, cinta, dan rasa syukur. Karena kekuatan terbesar yang selama ini kamu cari di luar, ternyata telah ada di dalam dirimu sejak awal.

~meijijuwita~

#meijiquotes #kebangkitanspiritual #makrifatullah 30/05/2026

Ritual di Bulan Purnama.. sukses gak, energi terserap, hidup tanpa arah, u know what??? Tersesat
Udah paling bener jadi Manusia Sadar, Bahagiakan diri sendiri, ciptakan kedamaiam diri sehingga tercipta surga dalam dirimu , Inshaallah Hati bersih dijauhkan dari hal buruk.. hidup lapang.

Sebelum daging kembali ke Tanah, terkadang jiwa yang lebih dulu keras di leburkan ke Bumi, tau rasanya sakit, dihempaskan berulang sehingga tau artinya hidup untuk apa dan mengapa, runtuhlah segalanya sebelum bangkit menjadi Manusia yang sesungguhnya.
Terkadang Manusia sudah ditegur berulang dengan banyak pristiwa tapi sulit sadar karena dirinya telah dikuasai kegelapan sistem, lantas memerangi Manusia lain.

Dan merasa patut di sembah dengan meng-akukan dirinya layak untuk itu, seandainya Manusia faham cuma seperti butrian debu yang beterbangan, mungkin untuk berbuat buruk pun Takut.
Jangan cari dajjal bermata satu diluaran, kembalikan semua pada dirimu, jika saat ini matamu hanya berfungsi satu untuk melihat apapun kamu tidak pernah menciptakan surga di hidupmu.
Fungsikan kedua mata untuk melihat segalanya, sehingga yang tercipta rasa syukur, kenapa hidupmu sulit, sempit, tersiksa, karena sulit sadar dan bersyukur?? Karena dirimu sendiri penyebabnya, rasa kurangmu yang memperbudak, selalu becermin pada orang lain. Sehingga lupa wujud diri sendiri..

Setiap kata adalah Doa
Afirmasi positif.. aku sehat, aku kuat, aku bahagia, hidup berkelimpahan karena aku punya segalanya,Dan aku tidak dikendalikan oleh apapun. ingat hukum Tabur Tuai. setiap apa yang ditabur akan di Tuai.
Setiap usaha yang di tabur akan dituai. Perkuat doa dan Usaha jangan cuma duduk sebagai penonton, jangan samapai melihat manusia berada di puncak, kita cuma menjadi Manusia yang hanya bisa mengutuk.

Jika belakangan ini kamu merasa lelah tanpa sebab yang jelas, emosi naik turun, pikiran terasa penuh, dan energi seperti terkuras habis, jangan panik. Jangan langsung menganggap dirimu lemah. Mulailah kembali ke pusat dirimu. Cara Mengatasi Hal Ini : 1. Kembali ke Tubuhmu Saat pikiran terlalu ramai, kembali ke tubuh. Berjalan tanpa alas kaki di tanah, duduk di alam, berjemur pagi, atau sekadar memperhatikan napas. Tubuh adalah jangkar kesadaranmu. 2. Manifestasi dari Syukur, Bukan Ketakutan Jangan menunggu fase bulan atau tanggal tertentu untuk berdoa, bermeditasi, atau berafirmasi. Lakukan setiap hari dari rasa syukur yang tulus. Frekuensi syukur adalah frekuensi yang paling stabil. 3. Grounding Energi Bayangkan akar cahaya tumbuh dari telapak kakimu masuk ke bumi. Tarik napas perlahan dan lepaskan semua energi, emosi, serta beban yang bukan milikmu. 4. Ambil Kembali Otoritas Diri Katakan dalam hati: “Aku mengembalikan seluruh energi yang bukan milikku kepada sumbernya. Aku mengambil kembali seluruh energiku yang tercecer. Aku berdaulat atas ruang energi dan kesadaranku.” 5. Berhenti Bergantung Pada Ritual Luar Gunakan simbol, ritual, atau alat spiritual sebagai pengingat, bukan sumber kekuatan. Sumber sejati berada dalam hubungan langsung antara dirimu dan Sang Pencipta. 6. Istirahat Tanpa Rasa Bersalah Terkadang kelelahan bukan tanda kelemahan, melainkan tubuh yang meminta didengar. Tidur cukup, minum air yang cukup, dan kurangi paparan informasi yang membuat sistem saraf terus aktif. merasa lelah bukan berarti kita lemah, melainkan sebuah alarm bahwa sistem proteksi energi kita harus segera diaktifkan secara sadar. Kembalilah pada kesadaran, cinta, dan rasa syukur. Karena kekuatan terbesar yang selama ini kamu cari di luar, ternyata telah ada di dalam dirimu sejak awal. ~meijijuwita~ #meijiquotes #kebangkitanspiritual #makrifatullah

25/05/2026

Di ucapin selamat ulang Tahun 25 Mei
Lahirnya Agustus

Want your business to be the top-listed Media Company in Pematangsiantar?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Jalan Demokrasi Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba
Pematangsiantar
21137