APIIS PIC Indonesia

APIIS PIC Indonesia

Share

22/05/2026

Seorang penatua tidak dapat memimpin orang lain kepada kehidupan yang ia sendiri tidak jalani.
Sebelum ia mengajarkan Firman, ia harus terlebih dahulu hidup di bawah otoritas Firman itu. Sebelum ia menggembalakan orang lain, ia harus terlebih dahulu dibentuk olehnya.
Dan ketika itu terjadi, hal tersebut akan terlihat — melalui cara ia berbicara, cara ia memimpin, dan cara ia merawat gereja Kristus. Seiring waktu, orang-orang di sekitarnya mulai mencerminkan kebenaran yang sama yang telah membentuk dirinya.
Inilah jenis kepemimpinan yang ingin dibangun oleh APIIS Indonesia — para penatua yang bukan hanya dilatih untuk berbicara tentang Kitab Suci, tetapi juga orang-orang yang terus-menerus dibentuk olehnya.

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”
— 2 Timotius 3:16-17

---

An elder cannot lead people into a life he does not live himself.
Before he teaches the Word, he must first sit under it. Before he shepherds others, he must first be shaped by it.
And when he is, it becomes evident — in the way he speaks, the way he leads, and the way he cares for Christ’s church. Over time, the people around him begin to reflect the same truth that has been forming him.
This is the kind of leadership APIIS Indonesia seeks to cultivate — elders who are not merely trained to speak about Scripture, but men who are continually being formed by it.

"All Scripture is breathed out by God and profitable for teaching, for reproof, for correction, and for training in righteousness, that the man of God may be complete, equipped for every good work." — 2 Timothy 3:16–17

15/05/2026

Pengaruh menjangkau lebih banyak kehidupan daripada yang mungkin kita bayangkan melalui budaya yang kita bangun, kepercayaan yang kita jaga, dan orang-orang yang kita pilih untuk dibimbing serta dibangun. Kepemimpinan memang membawa tanggung jawab dan beban tersendiri, tetapi kita tidak dipanggil untuk menjalaninya dengan kekuatan sendiri. Hikmat Tuhan selalu tersedia, dan Dia memberikannya dengan murah hati kepada setiap pemimpin yang datang meminta kepada-Nya.

"Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya." — Yakobus 1:5

Your influence touches more lives than you realize through the culture you build, the trust you cultivate, and the people you choose to invest in. Leadership carries its own unique weight, but you don't have to navigate it alone. God's wisdom is available — and He gives it generously to every leader who asks.

"If any of you lacks wisdom, let him ask of God, who gives to all generously and without reproach, and it will be given to him." — James 1:5

08/05/2026

Sebelum kepemimpinan Anda memberi arah bagi orang lain, ia terlebih dahulu dibentuk di dalam diri Anda.
Jaga pikiran; kenali dan kelola emosi Anda dengan bijaksana. Hormati setiap komitmen yang telah Anda buat. Segala sesuatu yang Anda bangun mengalir dari apa yang Anda pelihara dalam kehidupan pribadi. Seperti yang diingatkan oleh Kitab Suci:
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”
— Amsal 4:23

Before your leadership touches anyone else, it is first shaped within you.
Guard what you think. Acknowledge what you feel. Honor what you commit to. Everything you build flows from what you tend to in private. The Scriptures reminds us:
"Above all else, guard your heart, for everything you do flows from it." — Proverbs 4:23

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Pematangsiantar?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Jalan Kapten M. H. Sitorus, Kompleks Griya Sitorus Permai No. B 15
Pematangsiantar
21144