APPS Journal
23/03/2024
Yuk gunakan Google Trends untuk menemukan ide penelitian.
Google Trends (https://trends.google.co.id/trends/) adalah alat dari Google untuk mencari data yang sedang tren. Google Trends dapat diakses secara gratis dan bebas untuk menelusuri data penggunaan internet. Ini tentunya dapat memberikan wawasan mendalam tentang perilaku populasi. Sejak tahun 2009 ketika Ginsberg dkk menerbitkan artikel di Nature tentang pentingnya pencarian Google untuk mendeteksi penyakit, Google Trends banyak digunakan untuk penelitian epidemiologi.
Google Trends saat ini telah menjadi alat analisis penting bagi para peneliti di bidang kedokteran dan ilmu sosial yang ingin menggunakan data yang berasal dari penelusuran Google untuk menyelidiki perkembangan kesehatan atau sosial masyarakat modern.
Lalu apa saja keunggulan Google Trends?
1. Memberikan gambaran secara real-time tentang kepentingan publik. Google Trends menganalisis volume pencarian Google dapat mengungkapkan apa yang saat ini diminati masyarakat, sehingga, Anda dapat memantau perkembangan perhatian masyarakat terhadap berbagai topik dan memungkinkan Anda mengantisipasi perubahan perilaku atau opini masyarakat.
2. Menemukan tren yang sedang berkembang. Google Trends unggul dalam mengidentifikasi kata kunci yang sedang tren sebelum menjadi kata kunci umum. Hal ini khususnya bisa dimanfaatkan bagi Anda untuk menemukan ide penelitian. Dengan memeriksa penelusuran sebelumnya, Anda dapat mendeteksi pola dan tren yang muncul, sehingga memberi Anda keunggulan kompetitif di bidang yang akan Anda teliti
3. Analisis perbandingan. Google Trends dapat membandingkan hasil penelusuran untuk kueri yang berbeda, sehingga dapat dengan jelas menunjukkan bagaimana minat terhadap topik bervariasi dari waktu ke waktu dan antar wilayah. Analisis komparatif ini penting untuk memahami popularitas relatif atau relevansi subjek dalam bidang yang akan Anda teliti.
4. Wawasan geografis. Salah satu kekuatan utama Google Trends adalah kemampuannya mengelompokkan data pencarian berdasarkan wilayah. Anda dapat melihat ketenaran topik yang akan Anda teliti di berbagai belahan dunia.
5. Analisis tren musiman. Google Trends memberikan wawasan tentang bagaimana minat masyarakat terhadap topik tertentu berfluktuasi secara musiman. Memahami pola musiman ini dapat membantu mengembangkan ide penelitian. Dengan menganalisis tren penelusuran sebelumnya, Anda dapat memperkirakan kapan minat terhadap topik tertentu akan mencapai puncaknya, sehingga Anda dapat memanfaatkan tren ini secara efektif.
6. Analisis data historis. Google Trends bukan hanya tentang tren saat ini tetapi Google Trends juga dapat menyajikan data lampau dan luas. Perspektif historis ini sangat berharga untuk memahami tren jangka panjang dan perubahan kepentingan publik. Fitur ini dapat memungkinkan Anda untuk menelusuri evolusi tren dan kepentingan publik selama bertahun-tahun, sehingga memberikan konteks yang lebih luas untuk analisis Anda.
Tunggu apa lagi, yuk manfaatkan Google Trends untuk mencari dan menentukan ide penelitian 😉
Yuk tetap ikuti terus https://t.me/jagopublikasi
untuk update informasi tentang literasi dan kepenulisan ilmiah
APPS
Let’s write your future!
02/10/2023
[ APPS_INFO : 38% peneliti menghadapi tantangan terhadap kesehatan mental ]
Tahukah Anda, sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa 38% dari 13.000 peneliti mengalami tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi?
Mengutip Hall (2023), 'Mereka sering merasa kewalahan dengan situasi di tempat kerja mereka atau cukup sering selama berbulan-bulan'.
Tapi jangan khawatir, kami punya solusi. Ini dia beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental Anda selama perjalanan penelitian Anda.
Pertama, atur jadwal kerja Anda dengan bijak. Berikan waktu untuk istirahat dan pemulihan. Kedua, jangan ragu untuk berbagi dan berdiskusi dengan rekan penelitian. Itu bisa mengurangi stres secara signifikan. Ketiga, cari aktivitas di luar lingkungan akademik yang memberikan kegembiraan dan relaksasi. Selalu perhatikan tanda-tanda kelelahan mental, dan jangan ragu mencari dukungan profesional jika diperlukan. Dan terakhir, terapkan teknik manajemen stres yang efektif untuk meningkatkan fokus dan produktivitas.
Ingatlah, penelitian yang sukses dimulai dengan kesehatan mental yang baik. Jadi, jaga diri Anda dengan baik. Itu bukan hanya kunci untuk penelitian yang sukses, tetapi juga untuk kesejahteraan Anda.
Sumber: Hall, S. (2023). A mental-health crisis is gripping science — toxic research culture is to blame. Nature 617, 666-668. https://doi.org/10.1038/d41586-023-01708-4
APPS - Let's write the future!
=================================================
Anda sedang ingin publikasi di jurnal internasional yang bereputasi namun masih bingung dan tidak ada pengalaman sebelumnya?
Bisa konsultasi gratis melalui WA di: https://wa.me/+6282382606477
Agar pengetahuan dan wawasan publikasi ilmiah Anda terus bertambah, yukk ikuti terus sosial media APPS 👇
- Instagram : apps_journal
- Facebook : APPS journal
- Twitter : journal_apps
- Telegram : https://t.me/jagopublikasi
03/07/2022
[ APPS_INFO : Preprint dan percepatan komunikasi sains ]
Komunikasi sains merupakan interaksi sosial yang bertujuan untuk pengembangn ilmu pengetahuan dan teknologi baik dalam bentuk diskusi atau penjelasan fenomena yang terjadi dalam kajian ilmiah. Beberapa tahun terakhir ini, komunikasi sains menjadi bagian yang sangat penting, karena dapat meningkatkan inovasi dan memberikan wawasan kepada masyarakat untuk terlibat dalam penentuan keputusan yang demokratis.
Adanya sistem open access jurnal menjadi salah satu penyebab komunikasi sains menjadi berkembang semakin cepat dan meluas. Dalam publikasi ilmiahnya Frases menjelaskan bahwa pada kejadian pandemi COVID-19, preprint yang merupakan bagian dari open access menjadi media yang banyak (sekitar 40%) membagikan artikel ilmiah tentang COVID-19 di fase awal pandemi. Pandemi telah memberikan kesadaran akan manfaat preprint dibandingkan penerbitan jurnal ilmiah pada umumnya.
Preprint merupakan manuskrip ilmiah yang dapat diakses bebas oleh publik meskipun dilakukan proses review oleh peer review. Preprint telah digunakan dalam beberapa disiplin ilmu, seperti biomedis, biologi, fisika, untuk mengkomunikasikan hasil ilmiah selama lebih dari 30 tahun.
Frases dkk. juga mengungkapkan bahwa preprint COVID-19 banyak dibagikan dalam platform sosial media seperti Twitter dengan kecepatan lebih dari 7 kali lipat dari pracetak non-COVID-19. Preprint penting dalam mempercepat pemahaman mengenai COVID-19 sehingga dapat memberikan keputusan yang cepat dalam penanganan COVID-19. Kedapannya penggunaan preprint diharapkan menjadi budaya komunikasi ilmiah untuk menyebarkan ilmu pengetahuan baru.
Sumber:
Fraser N, Brierley L, Dey G, Polka JK, Pálfy M, et al. (2021) The evolving role of preprints in the dissemination of COVID-19 research and their impact on the science communication landscape. PLOS Biology 19(4): e3000959. https://doi.org/10.1371/journal.pbio.3000959
van Dam F, de Bakker L, (Utrecht University, The Netherlands), Anne M Dijkstra AM, Jensen EA. (2020)
World Scientific Series on Science Communication. March 2020. https://doi.org/10.1142/11541
https://phys.org/news/2021-04-preprints-science-pandemic.html
APPS - Let's Write The Future!
==================================================
Follow us on👇
- WA : +62 823 8260 6477
- Instagram : appsjournalconsultant
- Facebook : APPSjournalservice
- Twitter : journal_apps
- Telegram : https://t.me/jagopublikasi
- Website : http://journal-apps.com
- Email : [email protected]
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Pekanbaru
28131