oganilir.id

oganilir.id

Share

08/05/2026

Palembang. Gubernur Sumsel H Herman Deru (HD) , didampingi Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang memimpin rapat koordinasi penanganan banjir di Palembang. Senin (4/5/2026). Rakor ini melibatkan unsur pemerintah pusat, provinsi, dan Pemerintah Kota Palembang.

Dalam arahannya, Gubernur HD menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia meminta seluruh pihak membuka diri dan bekerja bersama tanpa ego sektoral.

“Palembang ini adalah wajah Sumatera Selatan. Apa yang terjadi di sini mencerminkan kinerja kita bersama, sehingga penanganannya harus serius, cepat, dan terkoordinasi,” tegasnya.

Untuk itu, Gubernur menginstruksikan sejumlah langkah konkret. Di antaranya pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Banjir melalui keputusan gubernur yang melibatkan Balai Besar dan Pemkot Palembang, guna mempercepat koordinasi dan memangkas birokrasi.

"Selain itu, pemantauan kondisi air di titik rawan banjir akan diperkuat melalui sistem CCTV agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. Pengoptimalan fungsi p***a air serta melakukan perbaikan bertahap terhadap 21 box culvert dan gorong-gorong yang terdampak pembangunan tiang LRT", tegas HD.

Gubernur juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penimbunan lahan dan penertiban bangunan yang tidak sesuai aturan.

"Kewenangan penanganan di sejumlah titik rawan banjir harus dipetakan secara jelas, apakah menjadi tanggung jawab pemerintah kota, provinsi, atau pusat agar tidak ada lagi keterlambatan penanganan di lapangan", tutup HD.

Sementara itu, Wali Kota Ratu Dewa menjelaskan telah melakukan penanganan jangka pendek, seperti revitalisasi sungai, perbaikan saluran drainase, pembangunan p***a pengendali banjir, serta pemasangan CCTV pada sistem drainase.

*Ada sejumlah titik genangan dalam kewenangan provinsi dan pemerintah pusat, sehingga membutuhkan koordinasi lintas sektor. Selain itu, pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga masih menjadi tantangan dalam mendukung sistem resapan air", ujarnya.

Turut hadir Wawako Palembang Prima Salam dan Para Kepala OPD

Sumsel : sumselprov.go.id

08/05/2026

Warga Perumahan Greenland Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, mendadak heboh, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Pasalnya, sekitar pukul 13.30 WIB, warga dihebohkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki di sebuah bedeng kontrakan yang berada di Komplek Perumahan Greenland tersebut.

Mayat laki-laki tersebut diketahui bernama Juanda, 28 tahun, warga Desa Talang Aur Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, yang kesehariannya merupakan pedagang.

Saat ditemukan pertama kali oleh tetangga bedeng kontrakan, korban sedang tergantung di dalam kontrakannya dengan menggunakan tali tambang warna orange.

Warga pun langsung menginformasikan temuan tersebut, ke pihak kepolisian Polsek Indralaya dan Polres Ogan Ilir. Polisi pun langsung ke lokasi penemuan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Mukhlis, awal mula penemuan mayat itu berawal dari warga yang mencium aroma tidak sedap, yang berasal dari kontrakan yang dihuni oleh korban.

"Warga lalu memberitahukan hal itu kepada pemilik kontrakan bernama Rait, yang tinggal tidak jauh dari kontrakan," tuturnya.

Lalu, pemilik kontrakan ditemani warga sekitar membuka pintu kontrakan dengan menggunakan kunci cadangan, dan mendapati korban dalam kondisi tergantung menggunakan tali tambang disamping pintu.

"Saat itu kondisi korban terikat di tali pada lobang angin atau ventilasi," sebutnya.

Setelah itu, pihak kepolisian mlakukan olah TKP dan Identifikasi oleh Unit Ident Sat Reskrim Polres Ogan Ilir, serta evakuasi mayat oleh personel Polsek Indralaya ke rumah duka keluarga di Desa Talang Aur Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir.

"Berdasarkan keterangan Istri korban yang bernama Mauridah, bahwa pada saat kejadian dirinya tidak ada di kontrakan, karena telah pergi meninggalkan korban sekitar lima harian lantaran pertengkaran masalah keluarga," jelasnya.

Sumber : sumeks.com

Photos from oganilir.id's post 07/05/2026

Bus ALS tabrakan dengan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Selatan (Sumsel). Kecelakaan terjadi kemarin Rabu (6/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Bus terbakar hebat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumsel. Berikut fakta-faktanya:

1. 16 Orang Tewas
Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara Aiptu Iin Shodikin membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan awalnya bus ALS yang berisi diduga belasan orang melaju dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi.

"Dari arah yang berlawanan, terdapat mobil tangki BBM yang berisi dua orang. Setibanya di TKP, diduga bus ALS masuk ke jalur yang berlawanan sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut," katanya, dilansir detikSumbagsel.

Aiptu Iin menyebut 16 orang tewas akibat insiden ini. Pengemudi dan penumpang mobil tangki BBM tewas terbakar di dalam mobil tersebut.

"Pengemudi bus ALS meninggal dunia. Untuk penumpang bus masih kita data total korban yang meninggal dunia. Masih dicari database penumpang," ujarnya.

2. Ada 5 Jasad Korban Teridentifikasi
Lima jenazah saat ini telah teridentifikasi. Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim mengatakan kelima jenazah yang telah diketahui identitasnya itu ialah sopir bus ALS bernama Alif serta dua penumpang bus, yaitu M Fadli dan Saf. Dua jenazah lainnya adalah sopir truk tangki BBM bernama Yanto dan keneknya, Martini.

"Sementara untuk identitas korban lainnya belum diketahui, masih dicari identitasnya dulu. Besok dicek di labfor, baru nanti dibuka dan dicek, mungkin akan dipanggil atau diumumkan ke keluarga identitasnya," kata Karim, dilansir detikSumbagsel.

Kecelakaan itu terjadi di Jalinsum Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, siang kemarin. Total 16 jenazah yang terlibat dalam kecelakaan itu telah dievakuasi ke RS Siti Aisyah Lubuklinggau.

"Ada 16 jenazah, yakni 14 di bus ALS dan 2 di truk tangki minyak. Korban meninggal terbakar semua. Yang selamat ada 4 orang, di mana 3 orang mengalami luka bakar parah dan 1 orang mengalami luka ringan," imbuhnya.

Sumber : detik news

04/05/2026

Masalah banjir di Kota Palembang adalah tanggung jawab kita bersama yang harus segera dituntaskan.
Senin (4/5/2026) ini, Bapak bersama Pak Wakil Gubernur H. Cik
Ujang memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan banjir di Ruang Rapat Bina Praja.

Saya tegaskan kepada tiga unsur pemerintahan-baik pusat
(Balai Besar), Provinsi, maupun Kota untuk saling terbuka dan bersinergi. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri jika ingin infrastruktur kita benar-benar memadai bagi seluruh warga.
Fokus kita bukan hanya soal genangan air, tapi juga memastikan hak-hak pejalan kaki serta saudara-saudara kita penyandang disabilitas terpenuhi di setiap fasilitas publik yang dibangun.

Selain itu, koordinasi ini penting agar masyarakat tidak lagi bingung mengenai pembagian kewenangan antara pihak pengembang (developer) dan pemerintah.

Want your business to be the top-listed Media Company in Palembang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Palembang