Kuflet.com
14/08/2024
Terima kasih kepada penyair-penyair yang telah mengirimkan karya puisinya. Karya puisi yang terkurasi akan diterbitkan dalam buku Antologi Puisi Bencana, Insya Allah akan diluncurkan pada tanggal 5 oktober 2024.
Berikut karya puisi dari penyair yang telah mengirimkan puisinya ke surel kami:
1. Firman Wally (Ambon) Risalah Dam Wae Ela
2. Naila Salsabila (Lima Puluh Kota, Kecamatan Harau) Gunung Marapi
3. Ericko Hendayana (Ketapang, Kalimantan Barat) Rindu membawa pilu, dan Bukan salahku sintang tenggelam
4. Isbedy Stiawan ZS (Lampung) Orang-orang mengais sisa kebahagiaan, dan 30 jam runtuhan
5. Hilwan Adas (Bukittinggi) Harapan
6. Rian Harahap (Pekanbaru) Sakapa
7. Andi Jamaluddin (Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan) Tanah Luka, dan Sebab Akibat
8. Khaira Agwalya Puspa (Jambi) Pilu Bertubi-tubi
9. Feriyadi (Kabupaten Solok) Tragedi Selat Sunda
10. Denni Meilizon (Pasaman Barat) Aku membuka pintu dan sesuatu menjadikan malamku abadi
11. Nurul Kifani Putri (Pasaman) Suara Pilu Dari Lembah Anai
12. Refdinal Muzan (Padang) Muka Bencana, dan Tidurlah Merapiku
13. Esti Rahayu Utami (Padang) Angku Marapi Terbatuk, dan Jerit Bumi Tua
14. Aidil Azmi (Rantauprapat, Sumatra Selatan) Susah Hati, dan Deritamu Deritaku Juga
15. Mustiar AR (Aceh) Titah
16. Siti Nur Azizah (Karawang) Marapi Tanah Datar, dan Serambi Mekkah
17. Hasna Diah Palupi (Bandung) Bencana mengepung Kota
18. Muksalmina (Sabang, Aceh) Minggu pagi dalam sebuah tragedi, dan Upaya menjaga rumah Adinda
19. Ahmad Maliki Mashar (Riau) Abrasi Tanah Merah, dan Sedingin Sayatan Marapi
20. Reni Aryani (Tangerang Selatan) Alam Sedang Murka, dan Dahsyatnya Banjir Bandang
21. Muhammad Riza (Pidie, Aceh) Sampai Bila Jalan Kami Harus Begini, dan Sore Yang Kelabu
22. EM Yogiswara (Jambi) Hutan Kembali Membakar Kemanusiaan
23. Merawaty May (Bengkulu) Merapi Dalam Apimu, dan Banjir Pun Tiba
24. Anto Narasoma (Palembang) O Banjir, Tuhanku, dan Air Mata Tsunami Aceh
25. L.K. Ara (Aceh) Surat Dari Blang Mancung, dan Kampung Serempah
26. Ali Arief Kusas (Aceh) Tragedi Dua Puluh Tahun Silam, dan Sinabung Mengguncang
27. Dheni Kurnia (Pasir Keranji, Riau) Perembah, dan Musibah Engkau
28. Rezqie M.A. Atmanegara (Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan) Getar Nestapa Di Tubuh Mataram Yang Memar, dan Lambaian Ujung Perban Dari Tanah Bungong Jeumpa
29. Rilect Amigos (Kerinci) Tuhan Bantu Kami, dan Banjir Kerinci
30. Bambang Widiatmoko (Yogyakarta) Pengantin Merapi, dan Catatan Pilu 27 Mei 2006
31. Hamdani Mulya (Aceh Utara) Derai Air Mata Seorang Ibu, dan Dukamu Dalam Jendela Jiwaku
32. Syarifah Rahmah (Lhokseumawe) Kemarahan Bumi, dan Rentan
33. Iswadi Syahrial Nupin (Padang) Katastropik Menerjang Negeriku, dan Jangan Kambing Hitamkan Dosa
34. Nunung Noor El Niel (Bali) Membakar Ego
35. Nurul Iman (Jambi) Tangis Kerinci
36. Bustan Basir Maras (Mandar, Jogja) Namaku Aholeang, dan Bulan Kebiraan Dan Tuhan Yang Purnama
37. Prayogi Hadi Santoso (Pekanbaru) Kecamuk Marapi Tak Bertapi
38. Supaat, S.Sos (Malang) Bukan Negeri Seribu Bencana
39. Lidya Reci (Bengkulu) Ratap Kami Yang Tak Terdengar
40. Edy Samudra Kertagama (Lampung) Bencana Dalam Puisi, dan Lenyap Dalam Kabut
41. Romy Sastra (Jakarta) Angsa Putih Berselimut Kain Mori, dan Diorama Bencana
42. Keisha Elsria Mulya (Aceh Utara) Air Laut Air Mata, dan Rawatlah Hutan Kita
43. Acep Syahril (Indramayu) Surat Cinta dari Sangkakala 1, dan Surat Cinta dari Sangkakala 2
44. Fachruddin Basyar (Banda Aceh) Aku Tsunami Aceh, dan Aceh Tsunami Tuhan
45. Gurit Asmara Ruci (TulungAgung, Jawa Timur) Duka Bumi Ronggolawe, dan Kelud Menggelar Hajatan
46. Nita Juniarti (Gorontalo) Aku Ingin Ombak Kembalikan Keluargaku, dan Air
47. Tasrif (Kota Pariaman) Galodo, dan Bencana Datang Silih Berganti
48. Ical Wrisaba (Palembang) Tanda Cinta Dari Tuhan, dan Mantra Bencana
49. Sus S Hardjono (Sragen, Jawa Tengah) Lava Tour, dan Museum Merapi
50. Ahmad Fatoni (Malang) Kota Tragedi, dan Anyir Darah
51. Umar Tadjudin (Bekasi, Jawa Barat) Duka Merakyat, dan Rintihan Bencana
52. Vega Restulillah (Palembang) Semua Berpasangan
53. Emy Suy (Jakarta) Sebab Bencana Karena Tuhan Cinta
54. Shobir Purwanto (Tangerang Selatan) Bencana
55. Soeryadarma Isman (Padang Panjang) Marapi Mengeram Di Jiwa, dan Gunung Mengikat Cinta
56. Soleha Hasanah Nst (Padang Panjang) Keos, dan Duka Tuan
57. Ali Hamzah (Aceh) Sesalilah, dan Matahari Sudah Tak Tahu Terbit Dari Mana
58. Berti Nurul Khajati (Bekasi) Bencana Itu Bernama Reklamasi
59. Zickyn Chan (Bekasi) Semeru Melolong, dan Kue Lumpur
60. Ace Sumanta (Bogor) Prahara Alam Tiba, dan Tsunami Aceh Dalam Kenangan
61. Khoirul Mujib (Mojokerto) Dukamu Dukaku Lumajang, dan Relawan Semeru
62. Eddy Pranata PNP (Banyumas) Bencana Bergetar di Bukit Silika
63. Ni Nengah Ariati (Bali) Bencana Tanah Datar
64. Budhi Setyawan (Bekasi) Membaca Sebuah Haru Dari Yogya: 27 Mei 2006
65. Ine Salvani Renggali (Takengon) Berharap Besar Untuk Hari Ini, dan Mewakiliku
66. Agus Buchori (Lamongan) Lumpur Celaka, dan Malapetaka Mahameru
67. Ariffin Noor Hasby (Banjarbaru, Kalimantan Selatan) Bincang Kecil Bencana
68. Heni Kurniawati (Cilacap) Kenangan Casih Di Tanah Longsor Cimanggu, dan INDONESIA: Bertahanlah!"
69. Seruni (Solo) Zikir Dari Bapak, dan Porong Apa Kabar
70. Dalle Dalminto (DIY) Katastrofe Gempa, dan Malang, Sungguh Malang Nasibmu Malam Itu
71. Desti Mairoza Syahrisal (Kabupaten Solok) Bumi Aie Dingin Dan Segala Ceritanya
72. Tiara Nursyita Sariza (Aceh) Kepada Alam Kami Bertanya
73. Marnita Yarsi (Bekasi) Segelas Kenangan Dalam Genangan Duka
74. Raudah Jambak (Medan) Kuanyam Sebaris Do'a Dengan Hiasan Tahlil Sederhana, dan Melepas Do'a Air Mata
75. Syarifuddin Arifin (Padang) Marawa Di Puncak Marapi
76. Badaruddin Amir (Barru, Sulawesi Selatan) Di Pantai Talise Palu Tahun 2018
77. Anita Dikarina (Padang) Disudut Kafe itu, Ada Rencana dan Etalase Bencana Itu Diriku
78. Nur Fauziatul Pisra (Padang Panjang) Buana Menjerit
79. Lifya (Padang) Pagu-paguku, dan Pada Galodo
80. Husin a.k.a Ucin (Pekanbaru) Tetesan Air Itu; Menjadi Riak Dan Gelombang
81. Rezi Ilfi Rahmi (Padang Panjang) Pertiwi Di Rantai Api
82. Erwan Juhara (Bandung) Rahasia Bencana (Sehimpun Doa), dan Galodo Amuk Merapi (Elegi Sekitar Negeru Serambi Mekah)
83. Hasna Diah Palupi (Bandung) Bencana Mengepung Kota
84. Irfan Syahrial (Aceh Tengah) Ditiga Hari Yang Lalu
85. Alhendra Dy (Maringin, Jambi) Peti Mati Warisan Nenek Moyang, dan Kota Tua Bangko Terbakar
86. Yuliani Kumudaswari (Yogyakarta) Erupsi Di Utara, Tsunami Di Selatan, dan Galunggung
87. Raudah Stewrob (Kalimantan Selatan) Bencana Di Era Sekarang
88. Fileski (Madiun) Berkhidmat Pada Badai
89. Junaidi Bantasyam (BSD Tangsel) Sabda Alam Di Hari Senin
90. Warsono Abi Azzam (Cilacap) Menyibak Banjir Demak, dan Menemu Laku Semeru
91. Sarah Samosir (Padang Panjang) Letusan
92. Siti Zulbaidah (Pekanbaru) Galodo Oh Galodo, dan Marapi Duka
93. Sausan Al Ward (Pekanbaru) Rengkah
94. Dahlia Braga Yova (Padang Panjang) Pilu, dan Tentang Nagari Yang Hilang
95. Disa Febriani Putri (Padang Panjang) Debu Menyuburkan Tanah
96. Putra Gara (Bogor) SMONG, dan Melihat Bencana
97. Reni Pristiawani (Jambi) Pung Terkepung
98. Rida Nurdiani (Bogor) Rindu Bumi Lestari, dan Pergeseran Waktu
99. Toto ST Radik (Serang, Banten) Konsesi, dan Sampar
100. Redo Sobirin (Bukittinggi) Alam dan Manusia
101. Riami (Malang, Jawa Timur) Membaca Tanda-tanda Bencana, dan Kekeringan di Bumu Serakah
102. Yaimar (Palu) Sajak Lirih September, dan Kidung Sunyi Di Kota Palu
103. Porman Wilson Manalu (Medan) Banjir Desember
104. Ahmad A. Pahu (Duri) N(e)geri Asap Asap, dan O, Galodo
105. Dasril Sinuruik (Pasaman Barat) Beduk Berduka, Bencana Melanda
106. Naila Salsabila (Lubuak Batingkok, Harau, Payakumbuh) Gunung Marapi, dan Galodo Saribu Tangih
107. Mohammad Saroni (Mojokerto) Yang Datang Tank Diundang, dan Gemuruh Itu Membawa Bencana
108. Rico Fernando (Kota Batam) Surat Untuk Palu dan Donggala, dan Separuh Hati di Tsunami Aceh
109. Dahta Gautama (Bandar Lampung) Jumat Sore Di Palu, dan Donggala Pada Petang Yang Patah
110. Win Ansar Salihin (Banda Aceh) Semeru Rumah Terendam Deatu, dan Marapi Duka dan Air Mata
111. Ari Basuki (Sleman) Gempa Bantul 2006, dan Erupsi Merapi 2010
112. Edwar Sani (Bukittinggi) Sawah Dalam Rumah, dan Berhenti Membenci Marapi
113. Nabila Yumni (Solok Selatan) Dentuman Di Langit Malam, dan Terkubur Tanah
114. Roy Frans Sidabutar (Bekasi) Galodo Di Kaki Marapi, dan Suatu Sore Di Marapi
115. Taufiq Ahmad Madja (Dharmasraya) Hidup Di Bawah Bayangan, dan Bentuk Engkau Pagi itu
116. Nurhayati (Bekasi) Legetang, Desa Yang Hilang, dan Tragedi Sinila
117. Akhmad Rafi Koeswadi (Banjarbaru) Tetap Tangguh Galu-galuku
118. Queenara Zaskya Khalila (Solok Selatan) Kisah Negeri Salju Dalam Genangan, dan Tenggelam Dalam Gelombang
119. Ramli Marpaung (Kisaran, Sumatra Utara) Tentang Doa Yang Terdengar Di Lahar Dingin
120. Dian Sarmita (Solok Selatan) Ketika Alam Terganggu, dan Alam Minang Bergolak
121. Najamudin M. Ali Fatahullah (Kota Bima, NTB) Memotret Bencana Di Spot Surga
122. Saskia Maharani (Solok Selatan) Amukan Sang Gunung Menggulung Pemuda Negeri, dan Tangisan Tanah
123. Tika Hardika (Barabai) Barabai 2021: Segores Luka, Duka dan Derak Dukana
124. Earlene Naifah (Cilacap) Tanah Yang Terluka
125. Roymon Lemosol (Ambon) Jejak Juli
126. Gian Pandanwangi (Surabaya) Dermaga Peraduan, dan Perhentian Terakhir
127. Zuliana Ibrahim (Takengon, Aceh Tengah) Api Di Tubuh Kami, dan Ingatan Ke Dua Puluh
128. Iman Budiman (Kalimantan Timur) Pasca Batubara: Sebuah Kutukan
129. Zulmi Aryani (Yogyakarta) Banjir Ditambakku
130. Muhammad Aidil Rahman (Padang Paniang) Sajak Menunggu Di Tengah Reruntuhan, dan Bukan Surga Lagi
131. Hudan Nur (Banjarbaru, Kalimantan Selatan) LAHKAHTAHPUN
132. Syarifuddin Marpaung (Tanjung Balai) Padang Di Bawah Langit Kelam, dan Kepada Bumi Yang Menangis
133. Wigi Sutrisno (Padang) Sore Itu Di Barung-barung Belantai
134. Haryanti (Pasaman Barat) Duka Gempa Talu
135. Rissa Churria (Bekasi) Ketika Air Menjadi Tsumani, dan Tangis Faras Disisa Amuk Palu
136. Hannah (Bekasi) Petaka Si Nila, dan Bah Menyambut Tahun Baru
137. Udi Utama (Depok) Puisi Tsumani Aceh 2004, dan Gempa Yogyakarta 2006
138. Vera Hastuti (Aceh) Gempa Ditengah Gayo, dan Tsunami Aceh: Melodi Dalam Kegelapan
139. Adisman Libra (Padang) Bencana Melanda Tanah Air
140. Sofi Asri (Padang Pariaman) Sendu Membungkus 2891 MDPL
141. Muhammad Sholeh (Pekanbaru, Riau) Rintih Marapi Di Rintik Desember, dan Pesan Terakhir Adzin
142. Yuli Wulandari (Solok Selatan) Ketika Bukit Menggertak, dan Gunung Maraph Membawakan Pesan Alam
143. Asro Al Murthway (Bangko, Jambi) Batuwara, Kupinta Kau Jadi Prasasti Bencana
144. Habas Rangga (Bener Meriah) Senja Memerah Di Bener Meriah, dan Tragedi Simpang Rangkaya
145. Ibrahim Sembiring Meliala (Aceh) Banjir Bandang Di Jagong Jeget
146. Jose Rizal Manua (Jakarta) Bencana Di Layung Senja, Kini Hatiku Di Kota Gaza, dan Ke Lembah Curug
147. Ichsan Saputra (Padang Panjang) Hujan Malam Di Negeri Atas Awan
148. Adri Sandra (Payakumbuh) Sebuah Pulau Diluar Pikiranku
149. Salman Yoga S (Gayo, Aceh) Tanah Kopi
150. Hanani (Pekanbaru) Galodo Bertabur Duka, dan Bencana Ratok Minang
151. Kasih Hudayatul Susanti (Solok Selatan) Sumatra Barat Terkoyak dan Memar
152. Hafizh (Aceh) Kisah Di Tengah Bencana
153. Soraya Mayzarifa (Solok Selatan) Riuh Bergemuruh, dan Bangkitkan Harapan Dalam Pilu Mendalam
154. Win Gemade (Aceh) Duka Desember Tak Pernah Usai
155. Tiara Nusyita (Aceh) Kepada Alam Kami Bertanya
156. Soofiyah Nazla (Solok Selatan) Tersurat Dari Lahar Marapi, dan Amukan Semesta Melenyapkan Langit
14/05/2024
Sulaiman Juned Sosok Guru Sekaligus Orang Tua di Komunitas Seni Kuflet Sulaiman Juned Sosok Guru Sekaligus Orang Tua di Komunitas Seni Kuflet
25/12/2023
COMING SOON
peluncuran dan lelang buku antologi puisi cinta untuk Palestina di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang
Pemkot Padang Panjang
11/11/2023
Terimakasih untuk seluruh penyair Indonesia maupun mancanegara yang telah mengirimkan karya terbaiknya ke surel Komunitas Seni Kuflet, yakni [email protected]. alhamdulillah sampai hari ini puisi yang diterima sudah 125 penyair. Masih di tunggu untuk penyair lain yang belum mengirimkan puisinya.
Puisi di Terima sampai tanggal 20 November 2023. Buku puisi ini insyaAllah akan diluncurkan dan dilelang dan dananya didonasikan kepada rakyat palestina pada Rabu, 27 Desember 2023 di Pendopo rumah Dinas Walikota Padangpanjang, Sumatra Barat.
penyair yang telah mengirimkan puisinya:
1. Nofieana Gusti Winata (Bukittinggi)
Kembali mencekam, dan Syuhada
2. Amran Yaacob (Selangor, Malaysia)
Darah Kasturi
3. Zab Bransah (Langsa, Aceh)
Bidadari, dan Luka Ghaza
4. Friti Sinta (Padang Panjang) Angin menuju surga, dan peristirahatan terakhir
5. Asrul Sani (Makassar)
Kering di Bumi, Namun Banjir Air Mata Anak Insani
6. Rosmita (Jakarta)
Anak Palestina Kehilangan Kemerdekaan, dan Kekejaman Israel
7. Esti Rusia (Padang)
Ironi di Langit Gaza, dan Tamu Palsu di Palestina
8. Candra N. Pangeran (Indramayu)
Lihatlah di sana, dan Balfour Effect
9. Zali Pak Malau (Selangor)
Lara di Bumi Tercinta, dan Badai Al-Qassam
10. Hendrizon (Bengkalis)
Derita Palestina
11. Hilwan Adas (Sungai Talang)
Serakah, dan Hidangan
12. Ariadi (Ponorogo)
Kepadamu Aku Berkata
13. Pilo poly (Jakarta )
Samudra Doa untuk Palestina
14. Marpira (Tanjung Jabung Timur)
Senyum Kemenangan, dan Tempatmu bukan di sini
15. Firman Wally (Maluku Tengah)
Duka Menggempur Membuka Mulut Kubur
16. Muhammad Kurniawan Rahmadan (Telanai Pura)
Palestina ku, dan Doa Indah untuk Palestina
17. Ignas N. Hayo (Nusa Tenggara Timur) Kibarkan Bendera Palestina, dan Untukmu Bebaskan Palestina
18. Rani Susanti (Cianjur)
Palestina Cahaya Keadilan Dalam Kegelapan, Di Bawah Langit Suci, dan Palestina Kau Tak Sendiri
19. Lestari Yuliana (Dharmasraya)
Runtuh, dan Tumpah
20. Al Azim (Indonesia)
Selumbar di Bumi Palestin
21. Cunong Nunukan Suraja (Bogor)
Tembang Luka Gaza, dan Tembang Perang Proxy
22. Lukman Sikki (Parepare)
Duka Gaza, Duka Bersama, dan Duka Gaza, Duka Kemanusiaan
23. Fiorentina Fitrotin Naziah (Jambi)
Tamu kecil Allah!, dan Bidadari Palestina
24. Effendi Kadarisman (Malang)
Aku Peta yang Terhapus, dan Gazing At Gaza
25. Andi Jamaluddin (Kalimantan Selatan) Palestina, Tak Pernah Habis, dan Anak Tak Berdosa
26. Agus Buchori (Lamongan)
Ribuan Bintang di Langit Gaza, Aku Lahir di Palestina
27. Rosmini (Sulawesi Selatan)
Tangisan Palestina, dan Nada Duka
28. Anto Narasoma (Palembang)
Inikah Rezeki Kekasih dan Hai Israel.
29. Fiorentuna Fitrotin Nazizah (Jambi)
Tamu Kecil Allah dan Bidadari Palestina.
30. Syarifuddin Aliza (Aceh)
Justisia Palestina dan Save Gaza.
31. Merawaty May (Muko-Muko)
Percikan Air Mata Anakku dan Engkaukah Israel.
32. Isbedy Stiawan Z S (Lampung)
Apakah Kami Ikhlas Paleatina diambil Paksa dan Cintaku kepada Palestina.
33. Zakiyyatul Fuadah (Purworejo, Jawa Tengah) Palestina Hari Ini Sekarang.
34. Soeryadarma Isman (Padang Panjang) Mencintai Palestina dan Ratebku buat Palestina.
35. Edi Miswar Mustafa (Meureudu, Pidie Jaya) Atas Nama Tuhan Ibrahim Alaihimsalam dan Israel Haram Jadah.
36. Slamet Suryadi (Indramayu, Jawa Barat)
Kebiadaban Bajingan Tengek Zionis Israel dan Generasi Emas Anak-anak Palestina Telah Mati Syahid.
37. Nanang R. Supriyatin (Jakarta Pusat)
Ulang Tahun Seorang Anak dalam Peperangan dan Misalkan.
38. Lalan Supriatna
Palestina Kebanggaan Ummat dan Dukamu Duka Ummat Muslim.
39. Muhammad Arfani (Palembang)
Manusia dalam Bingkai dan Tentang dimalamnya hujan-hujan yang Kami Yakin Surga Telah Memeluk Kami.
40. Winny Apriliza (Payakumbuh)
Semut Merah.
41. Berti Nurul Khajati (Bekasi, Jawa Barat)
Kembang Api di langit Palestina dan Saat Dunia Hanya Mampu Jalan.di Tempat.
42. Haryatie Ab Rahman (Malaysia)
Tragedi Bumi Gaza dan Gaza Berdarah Lagi.
43. Akram Hakim (Padangpanjang)
Ruak Hujan
44. Muhammad Lutfi ( Solo)
Paman, dan Seutas Mata, serta Karma
45. Nabila Fernanda (Batusangkar)
Teriakan Para Syuhada di tanah Al-Quds dan Malaikat Penjaga Bumi Palestina.
46. R. Setiawan (Meulaboh, Aceh)
Gerbang Damaskus.
47. Endut Ahadiat (Padang)
Duka Palestina, dan Palestina dan Alqur'an.
48. Bambang Widiatmoko (Jakarta/Yogyakarta) Mencari Tuhan dalam Huruf Besar.
49. Alkhair Aljohore (Johor, Malaysia)
Ada Cinta disebalik Katastrofi Palestina dan Sayangi Palestina.
50. Fitria Diane Pratiwi (Padangpanjang)
Wir, Apakah Kau Merasakan Perihnya Melihat Darah Saudaramu Mengalir dan Teriakan Pilu Telah Melangit di Tanah Palestina?
51. Herman RN (Banda Aceh)
Palestina Abadi Disini
52. Hamdani Mulya (Aceh Utara)
Senja Merah di Palestina dan Bidadari Kecil Palestina.
53. Tati Y. Adiwinata (Cicalengka, Bandung) Sayap-sayap Anak-anak Palestina, dan Di Suatu Malam di Bulan Oktober
54. Alpa Tiha Mida (Galugua)
Memori Kenangan, dan Sang Syuhada
55. Agus Widiey (Yogyakarta)
Di Gaza, Rumah Kita, dan Di Gazebo
56. Mohd Noor Asa'a (Simunjan, Sarawak) Bentalan Bersejarah, dan Ayuh Cipta Sejarah
57. Budi Riyoko (Pulau Rimau)
Enkondu Palestina, dan Aksara Palestina
58. Meilani Ambarwati (Madiun)
Terjadi Lagi, dan Penduduk Istimewa
59. Rezi Ilfi Rahmi (Padang Panjang)
Jihad Cinta Para Syuhada
60. Putri Susi Wahida (Banyuansi)
Palestina disesat, dan Membaca Palestina
61. Eddy Pranata PNP (Banyumas)
Tak Ada Lagi Cinta, dan Aku Ingin Membuat Hujan Yang Bisa Mendinginkan Kepala Dan Hati Israel
62. Rind Dea Putri (Simpang Empat)
Tiada Malam, dan Petak Umpet
63. Free Hearty (Jakarta)
Duka Palestina Duka Dunia dan Cengkrama Zionis Israel
64. Mustiar Ar (Meulaboh, Aceh)
Tanah Gaza
65. Abdul Aziz Ali (Ipoh Perak, Malaysia)
Israel Laknatullah, Sombongmu Tidak Berprikemanusian dan Surat Anak Palestin.
66. Mohd Adid Ab Rahman (Melaka, Malaysia)
Anak Kecil itu dan Gaza Terus Berduka dan Berdarah
67. Satria Jaka PSB (Sumatera Utara)
Biarkan Aku Mati dan Di Pusara Ibu
68. Winar Ramelan (Denpasar, Bali)
Maha Bara di Gaza dan Warisan Berdarah
69. Sutiono, SP (Jambi)
Semampumu Untuk Palestina
70. Irvan Wahyudi (Pandai Sikek, Tanah Datar)
Palestina Tidak Sedang Baik Baik Saja dan Kebiadaban Zionis
71. Jose Rizal Manua (Jakarta)
Ambulans Meraung Tiada Henti, dan La Haula Wala Quwwata illa Billahil Aliyil Adzim.
72. Izzat Isa (Langkawi, Kedah, Malaysia)
Janji Pejuang, dan Bunga Keyakinan.
73. Nor Risiyati (Pekalongan, Jateng)
Doa untuk Palestina, dan Merindu Palestina yang Damai.
74. Muhammad Ikram (Payakumbuh)
Apa Kabar Palestina, dan Anak-Anak di Palestina.
75. Nur Hikmah A.M (Pekalongan, Jateng)
Langit Merah di Palestina, dan Jeritan Rakyat Palestina.
76. Imam M. Al Aziz Z (Padangpanjang)
Penantian Palestina.
77. Iswadi Syahrial Nupin (Padang)
Dunia Berselimut Duka, dan Dimana Kemanusiaan?
78. EM Yogiswara (Jambi)
Cermin Keheningan di Gaza.
79. S. S Ratman Suras (Deli Serdang, SUMUT)
Gaza Hari Ini
80. Siti Aminah, S.Pd., M.Pd (Padangpanjang)
Jiwa yang Tenang darimu Palestina
81. Ahmad Maliki Mashar (Indragiri Hilir, Riau)
Ceritamu Palestina dan Jalanku Mengingatmu
82. Fadlillah Malin Sutan (Padang)
Konser Para Pembunuh dan Doa untuk Negeri Para Nabi.
83. Miftah Fayiz M (Jakarta)
Aku Seorang Palestina dan Hujan di Palestina
84. Vito Prasetyo (Malang)
Palestina Tanah Terluka dan Air Mata Senja di Gaza.
85. Ponnoer (Sukabumi, Jabar)
Tanah Palestina Bertabur Cahaya Surga
86. Nurul Fawaidi (Sumenep, Madura)
Petak Umpet Anak Palestina.
87. Yusriman (Pasaman)
Anak yang Menangis dan yang Lalu berlalu lalang.
88. Sywuland (Jakarta)
Symphonia Gaza
89. Farin Nur Syifa (Pasaman)
Luka Palestina dan Rindu Merdeka
90. Ramayani Riance (Jambi)
Kamu Dimana
91. Yeyen Kiram Yeka (Padang)
Palestina Tetaplah Bertahan
92. Porman Wilson Manalu (Medan)
Batin Palestin dan Kakek Penjaga Gaza.
93. Rohana (Lhokseumawe, Aceh)
Palestina Kekasih Allah
94. Adisman Libra (Pasaman Barat)
Syahid Demi Al-Aqsa dan Ratapan Pilu Anak-Anak Gaza.
95. Romy Sastra (Jakarta Barat)
Utsbut Tsabatkallah dan Jeritan Gaza.
96. AC Jaffrie (Malaka, Malaysia)
Derita Anak Palestina dan Air Mata Palestina.
97. Aslan Abidin (Makasar)
Hompipah Anak-Anak Gaza dan Kematian dari Langit.
98. Sri Suharsi (Malang)
Membaca Langit Palestina dan Di Sudut-Sudut Gaza.
99. Siamir Marulafau (Medan)
Palestina Negaraku dan Palestina Mencekam.
100. Toto St Radik (Banten)
Gaza dan Surat dari Gaza.
101. Evaria Razak (Sulawesi Tenggara)
Jika Damaimu Penanda Kiamat
102. Imron Bintang (Kendal, Jawa Tengah)
Lagu Perdamaian Palestina, dan Zionis, serta Ribuan Bocah Huffadz di Gaza.
103. Resti Rahmadani (Bengkulu)
Menitip Doa pada Angin yang Menyapa Hatiku
104. Minda Sari (Padang)
Palestina dan Air Mata
105. Bobi Eka Putra (Batipuh)
Goresan Luka Anak Palestina.
106. Hanom Ibrahim (Malaysia)
Solidariti Palestina.
107. Jusmaniar (Kerinci, Jambi)
Palestina Tanah Suci.
108. Riky Riansyah (Pasaman Barat)
Palestina Memanggil dan Air Mata Palestina.
109. Hasmadi (Malaysia)
Ratib untuk Gaza.
110. Fakhrunnas MA Jabar (Riau)
Kusaksikan Tubuh Bayi itu Berkeping-Keping dalam Desau Peluru di Malam Tanpa Rembulan dan Malam Bungkam di Gaz.
111. Samsudin Ahmad (Malaysia)
Laknatullah dan Sabda kepada Yahudi.
112. Umar Tadjuddin (Bekasi)
113. Nash*ta Zayn (Sukoharjo, Jateng)
Musibah Insania Palestine dan Peta Mengecil.
114. Akhmad Sekhu (Jakarta Selatan)
Negeri Patriotik Sejati
115. Sulistyo (Kudus)
Luka Palestina Lukaku Juga.
116. Nur Firliyana (Jambi)
Tanah yang Dijanjikan untuk Para Syuhada
117. Anisa Febriani (Ciamis)
Sulung
118. H. Shobir Poer (Jakarta)
Bulan dan Matahari di Al-Aqsa
119. Mulyadi A Malik (Jawa Timur)
Palestina Tanah Merdeka dan Revolusi Sebelum Hari Pembalasan.
120. Mamuk SMPA (Yogyakarta)
Palestina.
121. Raden Rita Maimunah (Padang)
Cinta untuk Palestina dan Berapa Banyak lagi Nyawa yang akan Terenggut.
122. Alice Mohd (Sarawak, Malaysia)
Ada Dia dan Nurani.
123. Pimen D Aryjona (Lhokseumawe, Aceh)
Tubuh-tubuh yang Disemai Mesiu dan Orang-orang yang Mati Menjunjung Pahala.
124. Jil Kalaran (Surakarta, Jawa Tengah)
Merdekakan Paleatina
125. Lili Asnita (Bukittinggi)
Terbuat dari Apa Hatimu ??!!
dengan cinta puisi rekan-rekan penyair yang lain. Terima kasih
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Website
Address
Padangpanjang