Kabar Minang
.
Video lainnya silahkan cek youtube: The Pantouw Family
https://www.youtube.com/channel/UCFgWbRg1P0FQx7jHPd3u1PQ
19/06/2019
Satu kendaraan Avanza tercebur ke perairan Selat Sunda dari atas kapal feri KMP Nusa Putera yang bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menuju Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (18/6).
Koordinator SAR PT ASDP Pelabuhan Merak, Banten Radmiadi dihubungi Selasa malam, membenarkan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.35 WIB, dimana penumpang asal Kota Padang yang akan pulang ke Kota Tanggerang.
"Iya benar, kronologinya KMP Nusa Putera berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, berangkatnya pukul 15.12 WIB dari dermaga enam, setengah jam setelah berlayar kejadian ada mobil penumpang yang jatuh ke laut," kata Radmiadi.
Radmiadi mengaku pertama kali mendengar kabar itu dari penumpang yang berada dalam kapal KMP Nusa Putera. Sehingga untuk memastikannya, pihaknya menghubungi petugas pemantau lalu lintas kapal berlayar (STC) Pelabuhan Merak.
"Dan dibenarkan oleh petugas STC, disebutkan ada kejadian mobil Avanza kecemplung ke laut di sekitar Pulau Prajurit," kata Radmiadi.
Menurut dia, lokasi jatuhnya kendaraan minibus itu berada di laut Selat Sunda wilayah Provinsi Lampung, tepatnya sekitar Pulau Prajurit atau sekitar empat mil dari Pelabuhan Bakauheni.
Mengenai penyebabkejadian itu, dugaan sementara mobil itu bisa jatuh dari dek dua kapal ke laut karena tidak digunakan rem tangan oleh sopirnya.
"Mobilnya maju dan menumbukreling kapal dan kemudian jatuh ke laut," ujarnya.
Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kata Radmiadi lagi.
Mengenai identias kendaraan disebutkan kendaraan jenis Avanza Warna hitam Plat B 1087 CKB. (*)
📌sumber:
19/06/2019
Selamat pagi Ranah Minang.
Sumatera Barat alamnya yang sangat mempesona. Punya tumbuhan yang hijau dan udara yang bersih, membuat kamu akan betah berlama-lama liburan di sini. Apalagi kamu yang tinggal di kota dengan tingkat polusi yang tinggi, kamu perlu berkunjung ke Sumatera Barat untuk menyegarkan hati dan pikiranmu
-
-
🌏Padang Mangateh, Payakumbuh Sumatera Barat
📌repost from:
18/06/2019
Rencana pengaktifan kembali jalur Kereta Api (KA) dari Stasiun Simpang Haru menuju Stasiun Pulau Aia di kawasan Kota Tua Padang, Sumatra Barat (Sumbar) bakal dilakukan tahun 2019 ini. Dengan begitu, bangunan sepanjang rel KA tersebut akan segera dibongkar.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar Catur Wicaksono mengatakan, terdapat sekitar 238 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di sepanjang jalur KA Simpang Haru – Pulau Aia. Menurutnya, penggunaan lahan di sepanjang rel kereta itu berstatus sewa. Sewa lahan dengan PT KAI. Sedangkan sewa lahan tersebut telah diputuskan sejak 1 Januari 2019 lalu.
“Kami telah memutus kontrak per 1 Januari lalu. Saat ini, tidak ada lagi status sewa menyewa lahan,” katanya saat dihubungi, Selasa (18/6/2019).
Catur mengatakan, sebelum ditertibkan, akan diberikan dulu sosialisasi kepada warga yang menyewa lahan di sepanjang jalur kereta api itu. Saat ini, pihaknya bersama Divre II, Pemko Padang dan Pemprov Sumbar masih melakukan rapat untuk menetapkan kapan pastinya dimulai sosialisasi.
Setelah sosialisasi, bagi yang tidak mengindahkan akan diberikan surat peringatan (SP). “Mekanismenya mulai dari sosialisasi. Setelah itu akan ada lagi tahapan-tahapan berikutnya. Serta ada tahapan peringatan 1, 2 dan 3,” katanya.
Soal ganti rugi, berdasarkan informasi dari pihak Divre II mengacu kepada Surat Keputusan (SK). Dimana, nominal ganti rugi Rp150 ribu/meter.
Saat ini, petugas baru melakukan pengukuran di beberapa area. Sedangkan untuk sterilisasi rel kereta api masih belum dilakukan karena menunggu tahapan yang masih berjalan.
📌sumber: .id
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Address
Padang
25000