Consist Learning and Training Center
JANGAN RAGU, YAKINLAH
Oleh H Boy Hadi Kurniawan
Dalam Al Qur'an, Allah SWT melarang orang-orang beriman untuk bersikap ragu-ragu. Karena keimanan konsekuensi nya adalah keyakinan yang tidak terselip sedikit pun keraguan. Sedangkan keragu-ragu menandakan keyakinan yang lemah atau belum sempurna.
Orang yang peragu tidak akan berani mengambil resiko dan tantangan. Orang yang peragu juga akan plin plan dalam mengambil suatu keputusan. Orang peragu jika berbuat akan setengah hati sehingga hasilnya juga akan setengah-setengah. Keragu-raguan juga akan memudahkan Syetan untuk menggoda manusia.
ALLAH SWT menyuruh kita kalau sudah bertekad maka bertawakalah pada Nya. Karena Allah SWT menyukai orang yg bertawakal. Sebagaimana firman Allah SWT
(فَبِمَا رَحۡمَةࣲ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِیظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِی ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِینَ)
('Āli `Imrān):159 - Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
Nabi Saw juga mengatakan orang yang peragu akan mudah berandai-andai jika dia melakukan ini dan itu. Mudah menyesali dirinya jika gagal dalam melakukan sesuatu. Padahal beliau Saw mengatakan jika kamu gagal dalam melakukan sesuatu maka janganlah berandai andai melakukan yg lain. Karena itulah pintu masuk syetan untuk menggoda mu. Jika sudah dilakukan maka serahkan hasil nya pada Allah SWT. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Allah dan jangan lemah. Apabila engkau tertimpa sesuatu (yang tidak menyenangkan) janganlah berkata, ‘Seandainya aku dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begitu’ Akan tetapi katakanlah, ‘QaddarAllahu wa maa syaa’a fa’ala, Allah telah mentakdirkan, terserah apa yang diputuskan-Nya’. Karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan.”
(HR. Muslim)
Ada beberapa bentuk keragu-raguan yang dilarang oleh Allah SWT didalam Al-Qur'an.
1. Jangan Ragu terhadap kebenaran yg datang dari Allah.
Allah SWT melarang kita untuk ragu terhadap kebenaran yang datang dari petunjuk atau perintahNya. Sebagaimana firman Nya
(ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِینَ)
(Al-Baqarah):147 - Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.
Diperkuat Firman Allah dalam surat yg lain. Allah melarang kita meragukan kisah atau cerita yg Allah sampaikan dalam Al Qur'an tentang penciptaan makhluk Nya.
(إِنَّ مَثَلَ عِیسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابࣲ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَیَكُونُ)
(ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡمُمۡتَرِینَ)
('Āli `Imrān):59 - 60. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
2. Janganlah ragu terhadap Agama Islam dan menyembah Allah SWT
ALLAH SWT melarang kita untuk ragu-ragu terhadap agama yg diturunkan Nya yaitu Islam, dan menyuruh kita untuk tidak ragu dalam menyembah Nya dan tidak menyembah Tuhan selain Allah. Sebagaimana firman Allah dalam
(قُلۡ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِی شَكࣲّ مِّن دِینِی فَلَاۤ أَعۡبُدُ ٱلَّذِینَ تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَـٰكِنۡ أَعۡبُدُ ٱللَّهَ ٱلَّذِی یَتَوَفَّىٰكُمۡۖ وَأُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ)
Surat Yunus Surat 104. Katakanlah: "Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman",
3. Jangan Ragu untuk beriman pada Allah dan Rasulullah Saw dan berjihad di jalanNya
Kemudian Allah SWT melarang kita ragu dalam beriman kepada Nya dan Rasulullah Saw Serta berjihad/berjuang dijalan Nya untuk menegakkan agamaNya dengan harta dan jiwa kita. Sebagaimana firman Allah dalam
(إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمۡ یَرۡتَابُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ بِأَمۡوَ ٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلصَّـٰدِقُونَ)
(Surat Al-Ĥujurāt):15 - Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.
4. Jangan Ragu terhadap Al Qur'an
ALLAH SWT secara tegas dan jelas melarang kita untuk meragukan Al-Qur'anul Karim Sebagai Kitabullah yg merupakan kumpulan Kalam dan firman dari Allah SWT Tuhan yang Maha Esa.
(ذَ ٰلِكَ ٱلۡكِتَـٰبُ لَا رَیۡبَۛ فِیهِۛ هُدࣰى لِّلۡمُتَّقِینَ)
(Al-Baqarah):2 - Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
Jika manusia masih ada yg meragukan kebenaran Al Qur'an, maka Allah SWT menantang semua makhluk baik dari kalangan jin dan manusia untuk membuat kitab seperti Al Qur'an atau meniru nya. Tapi terbukti sampai hari ini dan sampai hari kiamat tidak ada Manusia yg bisa membuat kitab seperti Al Qur'an. Termasuk untuk merubah-rubah isi Al-Qur'an. Karena Al Qur'an itu dijaga oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah beriku
(وَإِن كُنتُمۡ فِی رَیۡبࣲ مِّمَّا نَزَّلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا فَأۡتُوا۟ بِسُورَةࣲ مِّن مِّثۡلِهِۦ وَٱدۡعُوا۟ شُهَدَاۤءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَـٰدِقِینَ)
Surat Al Baqarah ayat 23. Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
5. Janganlah ragu terhadap Hari Kiamat
Berikutnya Allah SWT melarang kita untuk meragukan tentang hari kiamat, hari dikumpulkan nya semua manusia di Padang Mahsyar. Kemudian dihisab dan ditimbang amal saleh dan amal buruknya dengan seadil-adilnya oleh Yang Maha Adil Allah Subhanahu wa taala.
(فَكَیۡفَ إِذَا جَمَعۡنَـٰهُمۡ لِیَوۡمࣲ لَّا رَیۡبَ فِیهِ وَوُفِّیَتۡ كُلُّ نَفۡسࣲ مَّا كَسَبَتۡ وَهُمۡ لَا یُظۡلَمُونَ)
[Surat Ali 'Imran 25]
" Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan)".
6. Janganlah ragu terhadap nikmat Allah
Kemudian yg terakhir, Allah SWT melarang kita untuk ragu-ragu terhadap nikmat Nya yang begitu banyak dan tidak bisa kita hitung. Kepada hamba-hambaNya. Nikmat khusus dan spesial akan diberikan kepada hamba Nya yang beriman dan bertaqwa kepada Nya. Syurga yg luasnya seluas langit dan bumi. Pertolongan Nya, Taufiq dan hidayah Nya, dsbnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam
(فَبِأَیِّ ءَالَاۤءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ)
Surat An Najm 55. Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu?
Demikian lah beberapa bentuk sikap ragu-ragu yg dilarang Allah SWT, yg bisa kita sampaikan dalam tulisan sederhana ini, yang mungkin bisa disempurnakan dan diperbaiki oleh pembaca. Mudah mudahan bermanfaat bagi yg menuliskan dan membacanya.
Semoga Allah SWT yg Maha membolak-balik hati manusia selalu menanamkan keyakinan dan keistiqamahan dalam hati kita dalam menjalankan agama Islam tanpa keraguan. Hanya Kepada Allah kita meminta sebaik-baik permintaan yaitu :
(ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَ ٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِیمَ)
(Al-Fātiĥah):6 - Tunjukilah kami jalan yang lurus
Wallahu alam bishshawab.
H. Boy Hadi Kurniawan
Fisik adalah pelengkap sukses yang mahal. Kesehatan fisik tidak ternilai harganya dengan uang dan materi apapun didunia. Buktinya ketika sakit kita mau mengorbankan apa saja untuk memperoleh kesembuhan.
H. Boy Hadi Kurniawan
Fisik adalah pelengkap sukses yang mahal. Kesehatan fisik tidak ternilai harganya dengan uang dan materi apapun didunia.
“Do’a adalah senjata seorang mu’min dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi”
(Hadist Nabi Muhammad Saw diriwayatkan Ahmad dan Abu Dawud).
Oleh H. Boy Hadi Kurniawan
Melakukan hal-hal biasa dengan cara yang tidak biasa akan membawa kesuksesan
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the school
Telephone
Address
Jalan Manunggal 3 Simpang Taruko 1 Kuranji
Padang