Fitato
11/07/2020
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencanangkan pembangunan 10 desa wisata di Danau Toba. Peletakan batu pertama untuk menandai pembangunan dilakukan serentak, Jumat (10/7). Pembangunan desa wisata ini mendapat dukungan dari PT Pertamina (Persero) dan PT Pegadaian (Persero) dalam pembinaan pembersihan lingkungan dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba Arie Prasetyo mengatakan jika saat ini lebih dari 200 desa yang berbatasan langsung dengan danau. Ini menjadi potensi besar untuk pengembangan Desa Wisata. 10 desa yang dikembangkan deluan ini akan menjadi pilot project yang nantinya bisa menjadi rujukan desa lain.
Kearifan lokal akan jadi andalan desa wisata di Toba. Kata Arie Prasetyo, Desa Wisata nantinya bisa mempopulerkan kearifan lokal atau local wisdom. Kearifan lokal akan menjadi andalan di masing-masing desa. Tujuannya juga untuk melestarikan kearifan lokal yang kebanyakan sudah mulai hilang. Misalnya, manabur bonih atau menyemai benih di ladang yang ada di Desa Sigapiton. Tradisi ini sudah sangat lama tidak dilakukan. Kemudian kekayaan ulos yang ada di sejumlah desa. Lalu sejumlah situs-situs etnis Batak yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak masyarakat di kawasan Danau Toba untuk meningkatkan kualitas dalam sektor pariwisata berstandar internasional. "Karena itu, saya mendorong peningkatkan ekonomi kreatif dengan meningkatkan aktivitas dan kualitas sehingga meningkat daya tarik baru dan event-event menarik dan banyak peminatnya, khususnya dikalangan milenial," kata Wisnutama
10 desa yang ditetapkan menjadi desa wisata antara lain : Desa Pearung, Tipang, Marbun Toruan di Kab. Humbang Hasundutan ; Desa Sigapiton, Meat, Tarabunga, Lintong Ni Huta dan Kab. Toba ; Desa Huta Ginjang, Huta Nagodang dan Dolok Martombur di Kab. Tapanuli Utara.
__________________________________________
Ikuti kami juga di :
Instagram : .danautoba
Youtube : Otorita.DanauToba
__________________________________________
11/07/2020
BPODT Salurkan Dana Kerohiman Lahan Zona Otorita, Pembangunan Infrastruktur Berlanjut.
TOBA - Pemerintah Indonesia menyalurkan dana satunan atau uang kerohiman sebesar Rp 26,1 miliar bagi 204 orang, yang selama ini mengelola lahan dengan bercocok tanam di atas zona otorita dengan luas lahan 279 hektar di Desa Perdamaen Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Lahan ini, akan dibangun Toba Caldera Resort dan fasilitas pariwisata berstandar internasional.
Acara penyaluran dana kerohiman digelar di Kantor Bupati Toba, dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio lewat teleconference. Penyaluran santunan langsung dilakukan oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba.
Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo menjelaskan bahwa lahan itu, berstatus hutan milik negara. Sehingga Pemerintah Indonesia beri’tikad baik dengan memberikan santunan dana atau uang kerohiman sebagai pengganti tanaman yang selama ini menjadi sumber ekonomi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan menambahkan pihaknya juga sudah berkordinasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio untuk mengaktifkan kembali penerbangan dari Bandara Kualanamu ke Danau Toba melalui Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan dana santunan berupa tahap pertama dalam pembebasan lahan keseluruhannya. Ia berharap dana santunan digunakan dengan sebaik-baiknya untuk masa depan dan kebaikan Danau Toba.
__________________________________________
Ikuti kami juga di :
Instagram : .danautoba
Youtube : Otorita.DanauToba
__________________________________________
12/03/2020
Setelah puas menikmati keindahan Danau Toba dari Bukit Singgolom, Kabupaten Toba, Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti melanjutkan perjalanan ke Dusun Siambat Dalan, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kamis (12/3).
Raja Willem dan Ratu Maxime bersama Menko Maritim & Investasi Luhut Panjaitan dan Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, disambut dengan tarian Batak "Tortor Panomunomuan" saat tiba di Dusun Siambat, tempat berdirinya rumah Adat Batak yang usianya sudah mencapai ratusan tahun itu.
Dengan iringan musik gondang Batak, Raja Willem dan Ratu Maxime langsung menyapa warga yang terlihat begitu antusias menyambut kedatangan mereka.
Kunjungan Kenegaraan Raja dan Ratu Belanda ke Indonesia tersebut membawa misi untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia.
Berdasarkan siaran pers dari Kemenlu, kunjungan kenegaraan penguasa Belanda, Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima, ke Indonesia akan membawa empat menteri dan hampir 200 delegasi pengusaha.
Kunjungan Raja dan Ratu Belanda selama 9-13 Maret 2020 itu dikhususkan untuk fokus ke Indonesia karena bukan merupakan rangkaian lawatan kenegaraan.
Dijadwalkan Raja dan Ratu Belanda akan bertolak ke Bandara Kualanamu sore ini dengan pengawalan ketat dari TNI-POLRIparekrafdanautoba
12/03/2020
Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti akhirnya riba di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, Kamis (12/3). Turun di Bandara Silangit, rombongan langsung bertolak ke Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba.
Willem san Maxima terlihat modis. Willem memakai setilan jas berwarna emas. Sedangkan Maxima, memakai dress berwarna peach motif bunga.
Di Bukit Singgolom, Willem dan Maxima begitu terkesima. Bukit Singgolom menyajikan pemandangan Danau Toba dengan bingkai Pulau Samosir.
Dalam kesempatan itu, Arie menjelaskan soal tiga erupsi besar yang membentuk Toba. Mulai dari erupsi 800 ribu, 500 ribu hingga terakhir 74 ribu tahun lalu.
“Saya juga menjelaskan sekarang pemerintah sedang giat membangun Danau Toba sebagai 10 bali baru dan merupakan destinasi superprioritas di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo,” kata Arie.
Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti tiba di Bandar Udara Silangit juga disambut oleh Gubernur Sumatera Utara serta Kadis Kebudayaan Pariwisata Sumut
" Satu kehormatan Raja dan Ratu Belanda datang ke Indonesia khususnya ke Sumut. Dari segi keparawitaraan sangat positif sekali, dengan datangnya yg mulia tamu negara kita ini akan lebih mengangkat nama Danau Toba ke mata dunia. Kita sangat menyambut baik kedatangan ini krn desa2 wisata yg dikunjungipun juga ikut berbenah semakin bersih , semakin cantik " ungkap Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Sumatera Utara
Setelah mengabadikan gambar di sana, Willem dan Maxima bergeser ke Desa Siambat Dalan. Di sana mereka akan disuguhi arsitektur Rumah Adat Batak berusia 400 tahun.
@ Bukit Singgolom, Desa Lintong Ni Huta, Kec. Tampahan, Kab. Toba Samosir
03/03/2020
Kunjungan Pertama ke Toba, Menteri Wishnu: Keindahannya Tidak Kalah Dengan Eropa
TOBA - Tarian Tortor dari anak-anak menyambut kehadiran Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan beserta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio di Desa Sigapiton Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Selasa (3/3).
Kehadiran Luhut dan Wishnutama adalah untuk meninjau perkembangan Sigapiton yang diproyeksi sebagai desa wisata.
Bagi Wishnutama, ini adalah kali pertamanya dia berkunjung ke Danau Toba selama menjabat Menteri. Dia langsung memuji keindahan danau vulkanik itu.
“Selama perjalanan dari Airport ke sini, melihat begitu indahnya pemandangan disini. Langsung mendapat banyak inspirasi selama perjalanan ke sini,” kata Wishnu.
Dalam kunjungannya, Wishnu juga mengatakan jika Sigapiton menjadi salah satu concern dari Presiden Joko Widodo. Sehingga pemerintah pusat banyak menaruh perhatian.
Danau Toba, kata dia, bisa menjadi sumber pendapatan untuk masyarakat. Sigapiton menjadi salah satu yang punya potensi tinggi untuk dikembangkan jadi destinasi.
Alam dan kebudayaan di Danau Toba, punya peranan penting menopang sektor pariwisata.
“Mungkin karena bapak ibu sekalian tinggal di sini selama ini dan tidak tahu betapa indahnya tempat ini. Tempat ini sangat luar biasa indahnya dan tidak kalah dengan pemandangan di Eropa sana atau di Amerika yang pernah saya lihat,” ungkapnya.
Wishnu kembali menekankan soal potensi besar yang dimiliki Sigapiton. Bukan hanya soal pariwisata, dia juga mengungatkan soal ekonomi kreatifnya.
Pembangunan infrastruktur dan ekonomi kreatif yang terus dibangun, lanjut Wishnu, tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin pariwisata dan ekonomi kreatif menciptakan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat di sekitar Danau Toba maupun di Desa Sigapiton,” pungkasnya.
danautoba
@ Danau Toba
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Jalan Tasbih 2 Ringroad, Komplek Taman Setiabudi Indah 2, Blok 11, No 1C, Sunggal, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan
Medan
20122