HIMAS ASAHAN
SEKETARIS LSM MARTABAT ASAHAN DISERANG MASA DIBAWAK PAKSA DARI RUMAH NYA DAN DITUDUH MENUTUP PABRIK SAWIT SSIL PTNP3
Terlapor serta beberapa orang saksi mata terkait kasus penganiayaan yang dilakukan segerombolan orang yang diperkirakan dikomandoi oleh tengkulak Tandan Buah Segar ( TBS)Pihak ke tiga di Kecamatan Buntu Pane terhadap Deddy Sofyan panjaitan aktifis LSM Martabat Asahan beberapa waktu yang lalu diperiksa, namun pihak Polres Asahan terkesan menutup diri ketika dikonfirmasi.
PantauanM24, Sabtu (9/8) terlapor dan beberapa orang saksi mata terkait kasus penganiayaan terhadap aktifis LSM Martabat Asahan diperiksa oleh penyidik Polres Asahan, namun pihak Polres Asahan ketika dikonfirmasi terkesan menutup diri, " benar saya mendapat laporan, namun hasil pemeriksaan terhadap terlapor serta saksi terkait kasus penganiayaan itu belum dilaporkan sehingga saya belum bisa memberikan keterangan " kata Kasat Reskrim AKP Dian Indra Parbudi ketika dikonfirmasi via telepon selulernya.
Terlapor serta saksi mata terkait kasus penganiayaan terhadap Deddy Sofyan Nasution diperkirakan orang - orang yang memiliki pengaruh terhadap pesokan TBS dari pihak ke tiga di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN III Kebun Sei Silau, " mereka mungkin digerakan, pasalnya tuduhan yang dialamatkan menyangkut kebijakan Manajemen PTPN III yang menghentikan pasokan TBS dari pihak ke tiga dan kelompok itu merasa terganggu karena kebiasaan yang sudah berjalan normal tiba - tiba dihentikan " ujar Deddy Sopyan Nasution ketika dikonfirmasiM24.
Sebelumnya, Manajenem PTPN III PKS Kebun Sei Silau stop Tandan Buah Segar ( TBS) pasokan dari pihak ketiga, sekelompok massa yang diperkirakan dikomandoi salah seorang tengkulak serang serta aniaya aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM), Selasa (15/7) sekitar pukul 14.00 WIB.
Informasi dihimpun M24 kejadian yang menimbulkan trauma bagi korban serta keluarganya itu terjadi persis di depan rumah Deddy Sofyan panjaitan yang terletak di Dusun II, Desa Prapat Janji Kecamatan Buntu Pane, pelaku yang umumnya dikenal itu menarik - narik hingga kantong bajunya koyak " mereka memperlakukan saya seperti orang yang bersalah dan ironoisnya kejadian itu juga dilihat oleh salah seorang personil Polsek Prapat Janji tanpa berbuat banyak " ungkap Deddy sembari menuturkan pelaku yang paling dikenal berinisial IK.
Bukan itu saja, korban di hadapan keluarga, istri, orang tua, adik dan lain dipaksa untuk ikut bersama massa, ke suatu tempat dengan alasan untuk menyelesaikan persoalan dengan baik-baik. Tetapi bukan penyelesaian yang disodorkan, malah korban ditekan dan diintimidasi, bahkan sempat dilempar dengan bangku, namun berhasil mengelak, dan juga disiram dengan air. "Saya dipermalukan bahkan diperlakukan seperti binatang," ungkap korban yang merasa trauma atas kejadian itu.
Deddy, sebelum membuat laporan mengatakan dirinya bingung ketika massa itu menuduh, gara-gara dirinya PKS saat ini tidak menerima buah dari rekanan pihak ketiga. "Saya dituduh, meng-SMS Direktur Produksi, mengenai permainan yang ada di PKS itu seperti buah mentah, buah busuk dan lain-lain sebagainya," ungkapnya.
Setahu Deddy, berdasarkan informasi yang diperolehnya baru-baru ini Direktur Produksi PTP Nusantara III berkunjung ke PKS Sei Silau dan menemukan beberapa kejanggalan Tandan Buah Sawait (TBS), busuk dan mentah. "Setahu saya itu, kenapa pabrik untuk saat ini tidak menerima buah dari luar," ungkapnya.
Disinggung mengenai SMS itu, korban membantah melakukan hal itu, namun bagi dirinya persoalan SMS yang mengatakan tentang permainan di pabrik tersebut perlu juga diusut apalagi, Direktur Produksi PTP Nusantara III selaku perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menemukan kejanggalan itu. "Saya tidak melakukan itu, kalaupun ada SMS yang menyebutkan beberapa permainan di PKS itu entah siapapun yang membuatnya, saya kira perlu diusut," ungkap pria berbadan tambun yang juga sebagai Sekretaris LSM Martabat Kabupaten Asahan itu.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Dian Indra Prabudi yang dikonfimasi melalui Kanit Ekonomi Ipda AY Siregar, mengatakan pihaknya akan mengusut kasus tersebut, terlebih lagi korban sudah membuat laporan. "Kita akan usut, apa sebenarnya yang terjadi terhadap korban," ungkapnya sembari mengatakan pengusutan tidak akan terlepas kepada pihak perusahaan selaku BUMN.Ada apa dengan pabrik ditutup apa di temukan buah busuk,blended sehanga mereka merasa ketakutan
TES PSIKOTES CALAN ANGGOTA KPU ASAHAN YANG DI LAKSANAKAN 2/9/2013 DI HOTEL SAFITRI BERJALAN LANCAR DAN SEMOGA PANSEL TETAP INDFENDENSI NETRALISASI JUJUR SESUAI DENGAN ATURAN YANG TELAH DI TETAPKAN
PLN ASAHAN KETIKA ORANG BERBUKA PUASA SELALU PADAM agar Bupati menindak tegas
Click here to claim your Sponsored Listing.
Contact the practice
Website
Address
JLN. PROF. HM YAMIN N0 504 MEDAN
Medan
2000