Neo Christposting

Neo Christposting

Share

Photos from Neo Christposting's post 27/05/2026

Bukan sekadar perdebatan teks, ini adalah refleksi tentang bagaimana identitas "umat terpilih" dibentuk dan dipahami dalam semangat Pentakostalisme.

29/04/2026

Banyak orang tahu siapa Freddy Krueger.
Wajah terbakar. Sarung tangan pisau. Pemb*nuh di dalam mimpi.

Tapi sedikit yang benar-benar tahu ceritanya.

Menariknya, teolog Jesuit Ryan Duns bilang hal yang sama juga sering terjadi pada Yesus:
Ia dikenal, tetapi tidak sungguh dimengerti.

Dalam “A Nightmare on Elm Street” (1984), ada satu aturan:
“Kalau engkau m*ti di mimpi, engkau m*ti sungguhan.”
Batas antara khayalan dan realitas ternyata tidak sekuat yang kita kira.

Tapi yang lebih mengganggu dari itu:
Freddy tidak sekadar memb*nuh.
Dia hidup dari rasa takut.
Semakin engkau takut, semakin kuat dia.

Dan dia tidak hanya merusak tubuh—
dia “menyimpan” korbannya sebagai bagian dari dirinya.

Di titik ini, Duns membuat perbandingan yang tidak biasa:
Freddy vs Yesus.

Kedengarannya aneh. Tapi kriteria pembandingnya sederhana:
“Kita mengenal sesuatu dari ‘buah’-nya”

Freddy menghasilkan ketakutan, kehancuran, kematian.
Yesus menghasilkan pengampunan, pemulihan, kehidupan.

Freddy mengambil.
Yesus memberikan diri-Nya.

Dua logika bertolak belakang:
hidup dari ketakutan
atau memberi hidup melalui kasih

Dan di sini filmnya berbalik arah.
Bukan lagi tentang Freddy—
melainkan tentang kita.

Realitas seperti apa yang sedang kita hidupi?

Yang dibentuk oleh ketakutan?
Atau oleh kasih?

Referensi:
R. Duns. (2024). Theology of horror: The hidden depths of popular films. Notre Dame, IN: University of Notre Dame Press.

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Medan?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


COHIVE At Clapham
Medan
20231