Lasingan.ID
21/04/2025
Robbyan Abel Ramdhon, penulis asal Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilih sebagai emerging writers dalam seleksi program Emerging Writers Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025, salah satu festival sastra terbesar di Asia. Yayasan Mudra Swari Saraswati selaku penyelenggara mengumumkan nama-nama yang telah diseleksi oleh tim kurator pada Jumat, 11 April 2025 lalu.
Robbyan Abel Ramdhon, lahir di Lombok, 5 Januari 1998. Ia aktif menulis esai, puisi, dan cerpen. Karya-karyanya tersiar di sejumlah media daring dan luring. Ia juga bergiat di Komunitas Akarpohon Mataram. Menurutnya, kedisiplinan membuatnya terpilih sebagai salah satu emerging writers.
“Kedisplinan mendekatkan saya pada keberuntungan. Bagi saya, terpilih sebagai emerging writer UWRF adalah salah satu keberuntungan yang berhasil saya capai berkat komitmen itu,” ujar Robbyan Abel.
Berdasarkan informasi resmi di situs UWRF, para penulis terpilih akan mengikuti pembekalan dan pelatihan, sebelum karyanya dipublikasikan dalam antologi tahunan (dwi bahasa) dan hadir di UWRF 2025 Oktober nanti. Robbyan Abel menganggap festival ini ruang yang tepat untuk mempromosikan buku perdananya yang akan segera terbit.
Dalam ajang ini, penulis juga akan dipertemukan dengan kelompok masyarakat lintas negara untuk berbicara mengenai isu kebudayaan, sastra, dan politik di daerah, nasional, hingga global.
“Saya berharap bisa mempelajari festival internasional ini dengan baik untuk kehidupan sastra di daerah,” harap Robbyan Abel.
Ditanya apa yang akan dibicarakannya mengenai NTB dan Indonesia, Abel menjawab:
“Saya sedang mempelajari itu sampai akhir tahun nanti. Kalau menurut saya memang ada yang menarik dan layak dikabarkan ke orang luar, kenapa tidak. Namun jika memang tidak ada hal menarik, kenapa kita harus mengada-ngada?” katanya.
(Baca selengkapnya di website kami)
31/10/2024
Jam tutup Robin Playstation memang situasional, tergantung banyaknya orang yang main. Kalau penyewa sedang penuh, Arya tak menolak kalau mereka minta tambah jam, sampai subuh pun bakal ia jabanin. Tapi kalau hanya satu dua penyewa yang mampir di tengah malam, Arya lebih mempriorirtaskan kesehatannya, tidur.
Supaya ramai dan para hidden gems ini betah berlama-lama, Arya menawarkan paket malam dengan harga yang lebih murah (berlaku dari pukul 8 malam sampai pukul 1 dini hari), serta makanan dan minuman yang siap ia masak dan antarkan ke penyewa.
Sebagai orang yang gemar bermain game, Arya memperhatikan betul kenyamanan para penyewa di rentalnya; seperti stik, PS, dan TV yang memadai, jarak pandang yang pas antara mata dengan TV, dan yang paling penting selalu update – terutama soal transfer pemain untuk game sepak bola.
Karena mayoritas penyewanya bermain FIFA atau PES, Arya mesti detail soal bursa transfer antarklub. Tak butuh waktu lama bagi Arya untuk menyesuaikan posisi Cristiano Ronaldo sebagai penggawa Al-Nassr. Atau yang terbaru, Kylian Mbappe berseragam Real Madrid.
04/10/2024
Moto GP Mandalika 2024 selesai digelar pada Minggu, 29 September 2024 lalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, gelaran event balap internasional ini selalu meninggalkan cerita menarik. Dari banyak cerita, Lasingan mewawancara tiga fotografer asal Lombok yang bertugas di Mandalika.
Alfian Romli, fotografer lepas Lombok, mengaku ini kali pertama ia memotret event itu pada jarak yang lebih dekat hingga ke wilayah paddock. “Karena sebelumnya saya hanya motret untuk booth tenant sponsor,” kata Romli.
Tentu pengalaman itu menyenangkan bagi Romli kendati diliputi berbagai tantangan seperti cuaca panas. Ia juga menilai ada perbedaan menonjol bekerja di event Moto GP dibandingkan event-event lain yang pernah melibatkannya. “Extra disiplin (waktu), patuh pada setiap aturan dan prosedur yang ada demi kebaikan bersama,” kata Romli yang menyebut hal-hal itu sebagai pelajaran baru.
(Baca selengkapnya di website kami)
26/09/2024
Dari diskusi-diskusi itu, Aziz pun tergoda untuk nyemplung ke medan serupa. Pada 2014, ia menjadi sales parfum, berkeliling menawarkan berbotol-botol minyak wangi dari teman ke teman. Pengalaman ini jadi batu loncatan bagi Aziz, kalau-kalau ia membuka toko parfumnya sendiri di kemudian hari.
Benar saja, 2019, Aziz memulai Istana Parfum Rembiga dengan modal puluhan juta. Kendati modalnya cukup besar, pria keturunan Arab ini yakin bisnisnya bakal langgeng, sebab ia sudah punya bekal meracik bibit dan punya basis pelanggan – juga mengetahui seluk-beluk bisnisnya.
Bukan cuma soal orientasi materiil, Aziz juga mendaku punya obsesi tersendiri dengan wewangian. Ada kepuasan batin yang dia peroleh kala berhasil meracik bibit-bibit wewangiannya menjadi bau yang khas dan orisinil. Aziz menamai parfum racikannya itu dengan nama-nama nyeleneh, mulai dari Raffi Ahmad sampai Justin Bieber.
Soal meracik bibit, ia hanya perlu mengandalkan hidung dan feeling-nya. Supaya tidak berbelit, Aziz menjelaskan eksperimennya selalu berpatokan pada empat kategori bau; kalem, keras, segar, dan manis. Jenis bibit yang kalem, misalnya, akan cocok jika dicampur dengan yang lembut atau yang manis. Selanjutnya, tinggal memainkan perbandingan takaran.
“Kalau campurannya gak sesuai, misalnya bau yang keras dicampur bau kalem, malah jadi rusak, gak cocok. Kalau saya saja gak s**a baunya apalagi pembeli,” kata Aziz.
Memang tidak ada ukuran pasti untuk menilai sejauh mana kemampuan Aziz meracik aroma. Tapi kelihaiannya telah diakui pelanggan-pelanggan tetap Istana Parfum Rembiga, yang saat ini, sudah tak sempat lagi ia hitung jumlahnya. Nama-nama pelanggannya tercatat dalam kartu bonus yang ia simpan di laci kasir.
(Baca selengkapnya di website kami)
04/10/2020
The Dare, melalui Desita dan Yollan, mengaku tahun pertama mereka adalah waktu tersulit untuk memperkenalkan lagu-lagu The Dare. Bagaimana tidak, Yollan bahkan mengklaim The Dare adalah satu-satunya band Lombok yang bergenre Pop Darling sehingga sulit untuk mendapatkan pendengar di Pulau Lombok yang kemungkinan masyarakatnya tidak familiar dengan genre tersebut. Entah bagaimana Yollan bisa begitu berani mengatakan hal ini, tapi saya yakin pernyataannya memang berpeluang untuk diperdebatkan. Namun yang jelas, menurut mereka, kebanyakan dari pendengar The Dare tidak berasal dari Lombok, dan atas dasar itulah mereka memilih melakukan tour ke luar.
-
Saat The Dare Menyebut Daerah Lain - Keberagaman musik di Lombok mengalami peningkatan yang cukup terasa, dibuktikan dengan munculnya para pekerja musik yang semakin berani mengembangkan bermacam-macam genre. Saya sendiri semakin yakin akan hal tersebut setelah bertemu langsung dengan salah satu band lokal yang baru saja mengeluarkan s...
04/10/2020
Pernah suatu ketika, Pamela tampil pada sebuah pementasan di Praya, setelah selesai membawakan lagu: “Bahkan tepuk tangan tidak terdengar dari penonton. Seolah-olah mereka tidak mendengar saya bernyanyi,” katanya bercerita.
Sedikitnya apresiasi pendengar, juga dipengaruhi oleh selera musik yang sedang beredar. Menurut Pamela, saat ini banyak masyarakat lebih s**a mendengar musik-musik akustik, dibandingkan jenis musik lain yang – mungkin – lebih beragam, sekaligus situasi ini membuat musisi-musisi non-akustis semakin kesulitan mendapatkan tempat.
-
“Lentera” untuk Musik di Lombok: Pamela Paganini - fotografer: Robbyan Abel Ramdhon / desainer foto: Ahmad Khairul Fareza Jumat (21/2) sore, saya bertemu dengan Pamela Paganini. Pamela datang sambil mengusap sisa gerimis di …
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Mataram
83126
Opening Hours
| Monday | 16:00 - 22:00 |
| Tuesday | 16:00 - 22:00 |
| Wednesday | 16:00 - 22:00 |
| Sunday | 16:00 - 22:00 |