Selamatkan Yaki
01/04/2026
In memory of Birutė Galdikas (1946–2026)
It is with great sadness that we reflect on the passing of Dr. Birutė Galdikas, a true pioneer in primatology and a lifelong champion for orangutans, Indonesia’s forests, and its extraordinary biodiversity.
Birutė was one of the first scientists to dedicate her life to studying orangutans in the wild. Her work at Camp Leakey in Tanjung Puting National Park laid the foundation for much of what we understand today about orangutan behaviour, ecology, and conservation. Through decades of commitment, she contributed to bringing global attention to Indonesia’s rainforests, not only as places of incredible beauty, but as ecosystems of global importance.
Her work helped highlight the richness of Indonesia’s natural heritage; from the peat swamp forests of Borneo to the unique biodiversity of Sulawesi, home to species found nowhere else on Earth. In doing so, she was part of a wider, ongoing effort and helped inspire many who continue to work alongside Indonesian scientists, communities, and government institutions to understand, value, and safeguard these landscapes for future generations.
We had the privilege of meeting Birutė briefly, and it was clear that her passion and dedication had already left a lasting mark across Indonesia and beyond. Her influence lives on in the people she inspired, the research she contributed to, and the forests and wildlife that continue to benefit from her life’s work.
At Selamatkan Yaki, we recognise that our work here in Indonesia, helping to protect species like the critically endangered Macaca nigra and supporting government and communities in their efforts to live alongside wildlife is part of a much wider, shared effort, built over time through the contributions of many, including Birutė.
We honour her legacy by continuing this work - supporting efforts to protect Indonesia’s forests, safeguard its biodiversity, and promote a future where both people and wildlife can thrive together.
03/03/2026
Kesehatan manusia sangat bergantung pada kesehatan alam. 🩺✨Di Hari Satwa Liar Sedunia 2026 ini, kita diingatkan kembali bahwa hutan Sulawesi bukan hanya sekadar kumpulan pohon. Hutan adalah sumber udara bersih, air, dan tanaman obat yang tak ternilai harganya.
Yaki adalah spesies kunci yang memastikan ekosistem ini tetap seimbang. Jika populasi Yaki menurun, keseimbangan hutan terganggu, dan dampaknya akan kembali ke kita.
Ayo lebih peduli! Jangan biarkan kebanggaan Sulawesi ini hilang dari rumahnya sendiri.
Apa harapanmu untuk Yaki dan hutan Sulawesi di tahun 2026 ini? Tulis di kolom komentar ya! 👇
21/02/2026
Salah satu sesi kunci dalam Yaki Youth Camp 2026 adalah observasi langsung Yaki di Taman Wisata Alam Batu Putih bersama Kelompok Guide Tangkoko.
Sesi ini dirancang untuk memberi pengalaman nyata, bukan hanya pengetahuan teoritis. Melalui observasi ini, peserta memahami bahwa Yaki bukan hanya satwa yang “sangat terancam punah”, tetapi spesies dengan peran ekologis penting dalam menjaga keseimbangan hutan.
Melihat langsung yaki di alam juga membantu membangun koneksi yang lebih kuat dibandingkan pembelajaran di kelas. Ketika peserta menyaksikan Yaki hidup bebas di habitatnya, pesan konservasi menjadi lebih konkret dan relevan.
Pengalaman ini menjadi dasar diskusi lanjutan tentang pentingnya perlindungan habitat dan ancaman yang dihadapi Yaki dan alam di Minahasa Selatan. Karena kesadaran yang dibangun dari pengalaman langsung cenderung lebih bertahan dan berdampak pada tindakan.
"Torang Jaga Yaki Karna Torang Peduli"
21/02/2026
Yaki Youth Camp 2026 bukan sekadar kegiatan kemah atau pelatihan. Ini adalah rangkaian Kampanye Kebanggaan Yaki di Minahasa Selatan, kolaborasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dan Selamatkan Yaki.
Kampanye ini menargetkan tumbuhnya rasa bangga, kepedulian, dan komitmen nyata masyarakat terhadap perlindungan Yaki. Yaki Youth Camp menjadi salah satu strategi kunci untuk menjangkau generasi muda sebagai agen perubahan.
Sebanyak 48 pelajar perwakilan SMA, SMK, dan MA dari seluruh Kabupaten Minahasa Selatan mengikuti proses pembelajaran yang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun sikap dan keterampilan. Mereka telah menjadi Duta Yaki!
Mereka berjumpa dengan Yaki dan satwa liar lain di habitatnya, memahami dampak nyata perdagangan satwa liar, melatih kemampuan berbicara, serta merancang aksi yang akan dibawa kembali ke sekolah dan masyarakat masing-masing.
Pendekatan ini bertujuan mendorong perubahan dari dalam komunitas sekolah, sehingga pesan konservasi tidak berhenti di camp, tetapi menyebar dan bertumbuh. Karena kebanggaan terhadap Yaki dan alam harus menjadi identitas bersama, bukan hanya slogan.
"Torang Jaga Yaki Karna Torang Peduli"
11/11/2025
✨ Yakisaver, minggu lalu Selamatkan Yaki turut berpartisipasi dalam LTC English League 2025 yang diselenggarakan oleh SD Katolik 01 Santa Theresia Manado, bersama LTC Education Group, Balai Bahasa, dan Pemerhati Budaya Minahasa & Bahasa Tombulu 🐒
Sebuah ajang inspiratif yang menggabungkan bahasa lokal dan internasional, menumbuhkan semangat belajar global tanpa melupakan budaya, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap Yaki dan satwa langka Sulawesi Utara. 🌿💚
-
✨Yakisaver, last week Selamatkan Yaki took part in the LTC English League 2025, organized by St. Theresia Catholic Elementary School Manado with LTC Education Group, Balai Bahasa, and Minahasa & Tombulu Language and Culture Advocates 🐒
An inspiring event celebrating both local and international languages, encouraging global learning, cultural pride, and love for the Yaki and North Sulawesi’s wildlife. 🌿💚
Click here to claim your Sponsored Listing.
Contact the organization
Address
Jalan Babe Palar No 31
Manado
95117
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 17:00 |