Calvin Franklin

Calvin Franklin

Share

Photos from Calvin Franklin's post 23/06/2026

Allez les Bleus! πŸŽ‰

15/06/2026

Orang yang belum lahir baru (meskipun sudah Kristen) umumnya belum dapat melihat Providensia Allah Tritunggal dalam kehidupannya. Saya percaya, Allah menyatakan eksistensiNya kepada manusia dalam 2 bentuk, penyataan umum dan penyataan khusus. (almh. mama Lientje sdh mengungkapkan hal ini kepada saya sejak saya remaja, sekarang saya lebih memahaminya). Bagi orang belum percaya, semua kebaikan dan keindahan hidup, pun kemalangan dan kecelakaan, dilihat itu sebagai keberuntungan, kebetulan, dan sial. Bagi orang percaya, itu semua adalah Providensia Allah seperti yang tercatat dalam Roma 8:28. πŸ™‚ semoga Allah Tritunggal memberkati hidupmu hari ini dan sepanjang perjalanan hidupmu. Semangat Senin.

07/06/2026

TUHAN MEMPERHATIKAN SETIAP DETAIL, kesaksian saya tentang keajaiban Tuhan.

Malam ini saya kembali diingatkan bahwa tidak ada peristiwa yang sungguh-sungguh kebetulan di dalam hidup orang percaya. Di balik hal-hal yang tampak sederhana, ada tangan Tuhan yang memelihara dan memimpin dengan begitu indah.

Hari ini saya sebenarnya sudah beribadah pagi di GMIM Kristus Manado. Namun, karena malam ini ada pelayanan membawakan puji-pujian bersama pengurus Radio Sumber Kasih, saya kembali hadir dalam ibadah malam.

Setelah pelayanan, saya sempat keluar dari ruang ibadah karena ada suatu keperluan. Saat tiba di lobi gereja, saya bertemu dengan dua orang bapak. Salah satunya adalah seorang bapak dari Panji Yosua, dan yang satu lagi adalah seorang turis berbahasa Mandarin. Turis ini tidak bisa berbahasa Indonesia maupun Inggris, sehingga komunikasi dengannya cukup terbatas.

Dari penjelasan yang saya tangkap, bapak turis ini sedang mencari gereja Injili di Minahasa. Ia kemudian bertemu dengan seorang bapak dari Panji Yosua di salah satu gereja GMIM di wilayah sentrum Manado. Karena mengetahui bahwa GMIM Kristus Manado memiliki pelayanan berbahasa Mandarin, bapak dari Panji Yosua itu terbeban untuk mengantarnya ke gereja kami.

Yang menarik, ibadah berbahasa Mandarin di gereja kami sebenarnya hanya ada pada pagi hari, pukul 7. Sementara ibadah malam tidak menggunakan bahasa Mandarin.

Namun, pada malam ini, Penginjil Hadi yang bisa berbahasa Mandarin ternyata hadir dan sedang melayani sebagai liturgos. Ketika melihat situasi itu, saya langsung mengajak bapak turis tersebut masuk ke ruang ibadah di lantai 4, karena saya tahu ada hamba Tuhan yang bisa menolong menerjemahkan ibadah baginya.

Kejadian ini membuat saya sungguh melihat providensia Allah.

Seorang turis yang berada di daerah asing masih memiliki kerinduan untuk mencari Tuhan. Ia bertemu dengan orang yang mau menolong. Ia dibawa ke gereja yang tepat. Saya keluar dari ruang ibadah pada waktu yang tepat. Dan pada malam yang sama, ada hamba Tuhan yang bisa berbahasa Mandarin.

Bagi saya, rangkaian peristiwa ini terlalu indah untuk disebut sebagai kebetulan semata. Saya percaya Tuhan sedang menunjukkan bahwa Ia memperhatikan setiap detail kehidupan umat-Nya.

Tuhan memakai bapak dari Panji Yosua untuk mengantar. Tuhan mengizinkan saya bertemu mereka di lobi. Tuhan juga menyediakan Penginjil Hadi untuk menolong bapak tersebut mengikuti ibadah.

Kiranya bapak itu diberkati melalui ibadah malam ini.

Saya pulang dengan satu keyakinan yang semakin diteguhkan: Tuhan sungguh ajaib. Ia bekerja bukan hanya dalam hal-hal besar, tetapi juga dalam detail-detail kecil yang sering tidak kita duga.

Inilah providensia Allah: Tuhan yang memelihara, memimpin, dan mengatur segala sesuatu menurut waktu dan kehendak-Nya.

Soli Deo Gloria.

29/05/2026

Berkat yang saya dapat dari renungan Santapan Harian, SABDA hari ini, saya bagikan untuk kamu 😊

Sahabat, dunia yang kita kenal sekarang tidak kekal; semua yang tampak pasti, suatu saat akan berlalu. Karena itu, Paulus mengajak kita hidup tanpa kekuatiran: bukan karena hidup bebas dari masalah, tetapi karena hati kita tidak lagi bergantung pada hal-hal yang sementara. Kita tetap menjalani hidup dengan setia, namun damai kita berpijak pada Tuhan yang tidak berubah.

SDG

24/05/2026

TUHAN TETAP BAIK DI TENGAH PERGUMULAN

Hari ini, iman saya kembali diteguhkan.

Dalam badai kehidupan, mengucapkan kalimat β€œTuhan baik” itu tidak selalu mudah. Ketika hidup sedang baik-baik saja, kalimat itu pasti akan mudah diucapkan. Tetapi ketika kita sedang bergumul, ketika masa depan kita kabur, ketika kebutuhan keluarga harus dipikirkan, dan ketika jalan yang kita bayangkan ternyata bertolak belakang dengan apa yang kita harapkan, saat itulah kalimat β€œTuhan baik” menjadi sesuatu yang sulit kita ucapkan.

Namun hari ini, saya mau menyaksikan satu hal: ya, Tuhan itu baik.

Enam tahun terakhir saya bergumul tentang pekerjaan. Saya rindu memiliki pekerjaan yang bisa mengakomodasi kebutuhan hidup keluarga, tanpa harus menyusahkan orang lain, maksudnya saya banyak izinnya jadi kalau kerja sebagai karyawan saya akan merepotkan dan merugikan perusahaan 🀭

Saya tahu ada orang-orang yang bersedia menolong. Saya tahu ada tangan-tangan yang mungkin bisa membantu. Tetapi dalam pergumulan ini, saya semakin sadar bahwa Tuhan mau saya untuk bergumul dan percaya pada tuntunan Tuhan.

Bukan sekadar mencari jalan keluar.
Bukan sekadar mencari bantuan.
Tetapi belajar percaya, berserah, dan berjalan bersama Tuhan.

Saya juga sempat bergumul dengan pertanyaan yang mungkin orang lain pun pikirkan: β€œKok S1 jadi Grab Driver?”

Saya pernah mencoba usaha/bisnis. Saya pernah berupaya mencoba berbagai jalan lain. Tetapi tidak semua berjalan seperti yang saya harapkan. Sampai pada satu titik, saya mulai melihat bahwa mungkin inilah pintu yang Tuhan bukakan untuk saat ini. Bukan pintu yang paling saya bayangkan. Bukan jalan yang dulu saya rancang. Tetapi jalan yang Tuhan izinkan saya jalani hari ini.

Untuk saat ini, menjadi Grab Driver adalah pintu yang Tuhan bukakan.

Dan hari ini, melalui firman Tuhan dalam ibadah di GMIM Kristus Manado melalui hamba-Nya Ev. Hans Gosal, iman saya kembali diteguhkan. Saya diingatkan bahwa iman bukan berarti kita selalu tahu bagaimana Tuhan akan menolong kita. Iman bukan berarti kita bisa memprediksi semua hasil akhirnya. Iman adalah belajar bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, apa pun outcome-nya.

Saya juga diingatkan bahwa sering kali kita punya gambaran sendiri tentang apa yang baik bagi kita. Kita berkata, β€œYang baik untuk saya adalah ini.” Tetapi pertanyaannya: apakah yang menurut kita baik itu sungguh sesuai dengan rancangan Tuhan bagi kita?

Di sinilah iman diuji. Di sinilah hati dibentuk. Di sinilah kita belajar menerima bahwa rancangan Tuhan tidak selalu sama dengan keinginan kita, tetapi rancangan Tuhan tidak pernah lepas dari kebaikan-Nya.

Roma 8:26 mengingatkan bahwa dalam kelemahan kita, Roh Kudus menolong kita. Bahkan ketika kita tidak tahu harus berdoa bagaimana, Tuhan tidak meninggalkan kita sendirian. Ia hadir dalam kelemahan kita. Ia menuntun kita di tengah kebingungan kita. Ia menopang kita ketika kita tidak lagi kuat memahami semua hal.

Karena itu, hari ini saya mau bersaksi: Tuhan tetap baik.

Baik-Nya Tuhan tidak selalu berarti hidup langsung mudah. Baik-Nya Tuhan tidak selalu berarti semua pintu terbuka sesuai rencana saya. Baik-Nya Tuhan kadang hadir dalam proses yang membingungkan dan mengagetkan, dalam pekerjaan yang mungkin tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, tetapi justru di sanalah Tuhan mengajar saya tentang kerendahan hati, tanggung jawab, ketekunan, dan iman.

Saya tetap percaya, Tuhan baik bagi saya dan keluarga saya.

Semoga kesaksian sederhana ini dapat menjadi berkat. Bagi siapa pun yang sedang bergumul, yang sedang bertanya-tanya tentang masa depan, yang sedang belajar menerima jalan Tuhan yang tidak selalu mudah dipahami: tetaplah bergantung kepada-Nya.

Kita mungkin belum tahu bagaimana Tuhan akan menolong.

Kita mungkin belum tahu seperti apa hasil akhirnya.
Tetapi kita boleh percaya satu hal: Tuhan tetap baik, dan tangan-Nya tidak pernah salah menuntun hidup anak-anak-Nya.

SDG.

23/05/2026

Berkat hari ini, di persekutuan doa pagi GMIM Kristus Manado. Selagi Tuhan kasih kesehatan, sediakanlah waktu untuk Tuhan. Capek dan rugi secara hitung-hitungan manusia, namun menurut keyakinan saya, semuanya tdk akan sia2 😊 semangat weekend, salam satu aspal. On Bid weekend πŸŽ‰βœ¨οΈ

22/05/2026

Hari ini 8 jam online Grab Driver, (baru mulai ngitung) 126 km perjalanan, capek bos πŸ˜‚ gimana mengatasi kelelahan? Saya hanya butuh dengar musik + volume 70%nan dengan lagu yg pas, sempurna πŸ˜‰πŸ‘ gak butuh ngopi gak butuh diurut, musik saja, sudah pas. Puji Tuhan. Make it simple 😊 anw, hari ini capai target di Pkl 19:30. Kemarin pulang hampir Pkl 24:00 tengah malam 🀣 utk teman2 Driver yg masih berjuang, tetap semangat. Salam satu aspal πŸ‘

19/05/2026

ADA WAKTUNYA: KESAKSIAN TENTANG KEBAIKAN TUHAN

Hari ini saya sangat bersukacita. Sesuatu yang dulu hanya saya bayangkan sebagai my dream job, hari ini Tuhan izinkan mulai menjadi nyata.

Saya bersyukur karena pekerjaan dan usaha yang saya jalani sekarang bisa dikerjakan dengan fleksibel. Saya tetap bisa menghasilkan uang, dan pada saat yang sama hobi serta kemampuan saya di bidang AI dapat dipakai untuk menolong orang lain dan memberi nilai ekonomi. Mungkin belum besar secara jumlah, tetapi hati saya penuh dengan syukur. Puji Tuhan.

Hari ini saya benar-benar tidak menyangka bisa menikmati situasi seperti ini. Saat saya menjadi driver Grab, Tuhan mempertemukan saya dengan seorang pengguna jasa yang ternyata juga membutuhkan konsultasi untuk sebuah proyek. Dari perjalanan biasa, terbuka kesempatan untuk berbicara tentang pekerjaan, proyek, dan kemungkinan saya menolong beliau dengan kemampuan yang Tuhan percayakan kepada saya, termasuk menggunakan AI untuk membantu proses pekerjaan mereka.

Di titik ini saya hanya bisa berkata: Tuhan itu baik. Sangat baik.

Ketika saya merenungkan semua ini, saya teringat Pengkhotbah 3:1–15. Firman Tuhan berkata bahwa β€œuntuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” Ada waktu menangis, ada waktu tertawa. Ada waktu meratap, ada waktu menari. Ada waktu kehilangan, ada waktu memperoleh. Dan yang sangat menguatkan saya, Pengkhotbah 3:11 berkata bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Saya tidak mengatakan bahwa semua pergumulan saya sudah selesai. Tidak. Saya masih punya pergumulan. Masih ada badai yang harus saya lewati. Tetapi yang membuat saya heran adalah, di tengah badai itu, saya bisa tetap merasakan sukacita. Saya percaya ini bukan karena saya kuat, tetapi semata-mata karena anugerah Tuhan.

Saya pernah berada dalam masa yang sangat berat. Ada waktu ketika saya berubah setia karena tekanan hidup yang begitu dalam. Ada waktu ketika saya begitu depresi, sampai istri saya harus menguatkan saya. Saya pernah menangis sambil memeluk dia, karena beratnya pergumulan yang saya hadapi. Tetapi di tengah semua itu, Tuhan tidak pernah melepaskan pemeliharaan-Nya atas hidup saya dan keluarga kami.

Tuhan menuntun kami untuk berjalan bersama. Ia tidak selalu mengangkat badai secepat yang saya mau, tetapi Ia memegang tangan kami di tengah badai itu. Ia menjaga, membentuk, menegur, memulihkan, dan mengajar kami untuk kembali percaya kepada-Nya.

Hari ini, ketika saya melihat sedikit demi sedikit hal-hal yang dulu tampak mustahil mulai Tuhan bukakan, saya belajar bahwa ketaatan kepada Tuhan memang tidak selalu nyaman. Mengikut Tuhan tidak selalu mudah. Bahkan sering kali ada penderitaan, penyangkalan diri, air mata, dan proses panjang yang tidak kita mengerti.

Tetapi sahabat, jangan pernah melepaskan tangan Tuhan ketika Dia sedang memegang tanganmu.

Mungkin hari ini engkau sedang berada dalam musim yang berat. Mungkin engkau sedang menangis, kecewa, lelah, atau merasa tidak kuat lagi. Tetapi percayalah, Tuhan tidak pernah salah waktu. Ia tahu kapan harus menahan, kapan harus membuka jalan, kapan harus membentuk, dan kapan harus menghibur. Pada waktu-Nya, engkau akan melihat bahwa tangan Tuhan tidak pernah berhenti bekerja.

Saya mengatakan ini bukan sebagai orang yang sudah sempurna. Saya mengatakannya sebagai orang yang pernah melewati badai, dan sekarang sedang belajar menikmati indahnya relasi serta keintiman bersama Tuhan.

Karena itu, niatkan dan sediakanlah waktu untuk Tuhan. Saya pribadi sangat merekomendasikan waktu malam atau subuh, ketika suasana lebih tenang. Berdoalah. Diamlah di hadapan Tuhan. Dengarkan dan taati tuntunan-Nya. Bacalah dan renungkan firman Tuhan. Salah satu bahan renungan yang saya rekomendasikan adalah Santapan Harian dari SABDA.

Jangan menjauh dari persekutuan gerejamu.

Ya, saya tahu, kadang gereja juga bisa menjadi tempat yang menjengkelkan. Tidak heran, karena kita semua adalah orang berdosa, termasuk para hamba Tuhan. Tetapi justru karena kita tidak sempurna, kita perlu bertumbuh bersama. Jika kita jatuh, kita harus begadangan tangan untuk kembali bangkit bersama. Kita perlu saling menopang dalam ikatan kasih dan anugerah Tuhan.

Mari berjalan bersama Tuhan. Tetaplah berada dalam persekutuan tubuh Kristus. Carilah satu atau dua orang dalam komunitas gerejamu yang engkau lihat sudah lebih dewasa dalam iman. Jadikan mereka sahabat untuk bertumbuh bersama. Jangan berjalan sendirian.

Saya juga bersyukur karena Tuhan memberi saya seorang istri yang sangat suportif, yang terus menopang saya dalam masa-masa sulit. Untuk para pasangan suami istri, topanglah pasanganmu. Jangan saling menjatuhkan ketika badai datang. Bila kalian merasa belum kuat berjalan berdua, carilah pasangan suami istri yang lebih dewasa dalam komunitas gerejamu untuk menolong, menasihati, dan berjalan bersama kalian.

Pada akhirnya, semua ini bukan tentang kehebatan saya. Ini tentang Tuhan yang setia. Tuhan yang memelihara. Tuhan yang membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Sahabat, ada waktunya menangis, dan ada waktunya tertawa. Ada waktunya meratap, dan ada waktunya menari. Tetaplah berjalan bersama Tuhan. Jangan lepaskan tangan-Nya.

Semoga kesaksian sederhana ini menjadi berkat.

SOLI DEO GLORIA.

18/05/2026

Dulu saya bilang "I hate Monday" tapi sekarang saya bilang "I Love Monday" puji Tuhan ... aplikasi Grab Driver saya bunyi terus dari pagi πŸ˜… kl gak ada rapat di gereja bentar malam pkl. 18:00, sepertinya saya akan onlie terus dan pendapatan bersih akan capai 500K bisa deh... Tuhan sdh kasih anugerah, tahu diri lah, ya kan? ☺️ salam satu aspal.

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Manado?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Manado