Generasi RAJAWALI
20/05/2026
Selamat Malam, Selamat Beristirahat Sobat GR... Tuhan Yesus memberkati. 🙏
Rabu, 20 Mei 2026
DUNIA YANG SELALU BERUBAH
Bacaan:
Mazmur 102:25-27
Nas:
Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal
(Ulangan 33:27)
Kehidupan ini pasti mengalami perubahan. Hubungan kita berubah ketika kita pindah ke tempat baru, mengalami sakit, dan akhirnya menemui ajal. Bahkan sel di dalam tubuh kita selalu mengalami proses perubahan. Ketika sel-sel sudah tua, kebanyakan diganti dengan yang baru. Hal ini terutama tampak pada kulit kita—kulit luar kita mengelupas dan diganti dengan sel-sel baru kira-kira setiap 27 hari.
Ya, perubahan adalah satu-satunya hal yang pasti dalam dunia kita. Benar kata Henry Lyte dalam lagunya yang melankolis "Tinggal Bersamaku": "Kulihat semuanya berubah dan musnah di sekelilingku." Tetapi lagu itu segera menambahkan, "Engkau yang tidak berubah, tinggallah bersamaku!"
Melalui iman di dalam Yesus Kristus kita dapat menjalin hubungan dengan Allah yang tidak berubah, yang menyatakan diri-Nya di dalam kitab Maleaki 3:6, "Bahwasanya Aku, Tuhan, tidak berubah." Kita dapat mengandalkan Allah yang akan tetap sama selamanya, seperti yang dikatakan pemazmur (Mazmur 102:27). Ibrani 13:8 memberikan kesaksian yang menegaskan: "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya." Dia adalah dasar kita yang kokoh, yang menanamkan keyakinan dalam diri kita dan memberikan perlindungan dalam dunia yang selalu berubah ini.
Kita umat ciptaan, yang terperangkap dalam naik turunnya perputaran zaman, dapat menyandarkan jiwa kita pada lengan-lengan abadi, yang tidak akan pernah melepaskan kita (Ulangan 33:27) —VCG
UNTUK MENGHADAPI PERUBAHAN KEHIDUPAN
PANDANGLAH ALLAH YANG TIDAK BERUBAH
Minggu, 17 Mei 2026
WARISAN
Bacaan:
Mazmur 34:12-23
Nas:
Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran
(3Yohanes 1:4)
Kariernya sebagai pengarang berlangsung selama tiga puluh tahun, yakni dari pertengahan tahun 1960-an sampai pertengahan tahun 1990-an. Ia menulis 12 buku dan menerima 16 penghargaan doktor honoris causa. Namun, tiga tahun sebelum meninggal dunia karena kanker pada tahun 1996, seorang yang terkenal humoris, Erma Bombeck, berkata kepada seorang pewawancara dari TV ABC bahwa berapa pun jumlah artikel yang ditulisnya, warisan terbaiknya adalah ketiga anaknya. "Apabila saya tidak dapat membesarkan mereka dengan baik," katanya, "maka setiap hal yang saya lakukan tidaklah terlalu penting."
Bombeck memiliki kekayaan dan kemasyhuran serta digemari oleh jutaan pembacanya. Akan tetapi, ia sadar bahwa prioritas utamanya ialah merawat anak-anaknya.
Meskipun tidak ada orangtua yang dapat menjamin bahwa anaknya akan menjadi penduduk teladan yang beriman, sebagai orangtua kita harus berusaha memiliki sikap seperti Erma. Motivasi kita ialah memenuhi kebutuhan jiwa, raga, dan emosi anak-anak kita. Merekalah warisan kita.
Ini berarti kita harus memperkenalkan mereka kepada Sang Juru Selamat, menyediakan bimbingan rohani (Mazmur 34:12-15), berdoa bagi mereka, dan mendorong mereka untuk menemukan para pembimbing bijak yang dapat menolong mereka dalam menjalani hidup kristiani yang saleh.
Ya, ini merupakan perjuangan yang berat. Kerap kali bahkan menyita banyak waktu dan menuntut banyak pengorbanan. Namun, nilai seorang anak jauh melebihi semuanya --JDB
ANAK-ANAK KECIL SANGAT BERHARGA BAGI ALLAH
Sabtu, 16 Mei 2026
PETUALANGAN
Bacaan:
Ester 4:13-17
Nas:
Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu
(Ester 4:14)
Suatu kali, saya yang berusia 7 tahun berada dalam mobil dengan Ibu dan dua saudari saya. Lalu Ibu menepikan mobil untuk mempelajari peta. "Apakah kita tersesat, Bu?" Saya merasa khawatir.
"Oh, tidak," Ibu menjawab ceria dan segera melipat peta. "Kita kan sedang berpetualang." Saya dan kedua saudari saya saling memandang ragu, lalu salah satu dari mereka berkata lirih, "Kita tersesat."
Petualangan bisa menyenangkan, sekaligus menakutkan. Biasanya ada unsur misteri dalam petualangan. Saat kita berjalan dalam persekutuan dengan Allah, sepertinya hidup kita akan mengalami banyak petualangan unik, yaitu berbagai kesempatan melayani-Nya. Bila kita lengah atau takut hingga mengabaikan kesempatan, maka kita gagal. Apakah Allah masih ingin menyelesaikan pekerjaan-Nya itu? Tentu saja. Namun, yang menerima berkat adalah orang lain.
Dalam Ester 4, Mordekhai meneguhkan hati ratu muda Ester untuk membantu menyelamatkan bangsanya. Ia berkata, "Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu" (ayat 14).
Sebenarnya Ester tak berani mengemban tugas ini. Namun, Allah memakai keberanian dan imannya demi menyelamatkan bangsanya. Percayalah kepada-Nya yang akan menunjukkan Anda jalan. Mari berpetualang! --CHK
Untuk mengarungi petualangan hidup, ya Tuhan,
Berilah aku iman dan keberanian;
Hati yang terjaga oleh luhurnya kerinduan,
Nurani yang tersucikan oleh api pemurnian. --McDermand
KEBERANIAN ADALAH KETAKUTAN YANG SUDAH SELESAI DIDOAKAN
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the public figure
Telephone
Website
Address
Manado