Hijab Riva
08/05/2017
Rasulullah dan para sahabat menjadikan sholat sebagai waktu istirahat dari aktifitas2 mereka. Karena dgn sholat, akan didapat ketenangan.. Jadi bukan menjadi sekedar kewajiban, apalagi beban.
Kontribusi oleh .id
08/05/2017
Al-Quran adalah kitab yang berisi sebaik-baik perkataan, diturunkan pada bulan suci Ramadhan yang penuh dengan keberkahan, karenanya orang yang membaca (tilawah), mendengar bacaan (tasmi’) dan mengkaji (tadabbur) ayat-ayat suci Al-Quran niscaya menjadi tenang hatinya, manakala dia betul-betul beriman kepada Allah Swt, Allah berfirman yang artinya: "Allah telah menurunkan perkataan yang baik (yaitu) Al-Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhanya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya." (QS 39:23)
Allah berfirman yang artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal" (QS 8:2) "Dengan berbekal jiwa yang tenang itulah, seorang muslim akan mampu menjalani kehidupannya secara baik, sebab baik dan tidak sesuatu seringkali berpangkal dari persoalan mental atau jiwa. Karena itu, Allah Swt memanggil orang yang jiwanya tenang untuk masuk ke dalam syurga-Nya, Allah berfirman yang artinya: Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam syurga-Ku" (QS 89:27-30)
Semangat berproses!
Semangat memperbaiki diri!
Kontribusi oleh
07/05/2017
Taat bukan hanya sebatas penampilan atau sebatas fisik yg terlihat. Melainkan hati dan akhlak pun turut mengikutinya.
Setiap muslim adalah ambassador untuk agama Allaah. Duta untuk menebarkan kebaikan & kebenaran bagi sesama.
Yang menilai usaha taat kita ialah Allaah. Yang mengganjar usaha taat kita pun Allaah, bukan manusia.
Apakah kita taat hanya ikutan trend atau benar-benar ikhlas Lillaahi ta'ala?
Apakah kita ingin dinilai sedang hijrah oleh manusia atau oleh Allaah?
Sesungguhnya, orang-orang yg taat itu tidak butuh menonjolkan diri bahwa dia sedang mendekatkan diri pd Allaah dgn berbagai usahanya.
Bukankah Allaah tidak s**a orang yg menonjolkan diri?
Jangan sampai kelak kita menyesal teramat dalam, mendapat catatan amal yg niat & usaha taat kita ternyata telah terkontaminasi ingin dinilai oleh manusia.
Jika tidak ingin begitu, masihkah kita perlu mengekspose berbagai amal ibadah kita di dunia maya?
Kontribusi oleh
07/05/2017
Bagaimana cara agar kita dapat rajin menjalankan shalat sunah malam?
1. Niat yang baik dan ikhlas
Niat yang baik akan memantapkan hatinya untuk menjalankan shalat malam sebagai ibadah shalat sunah yang diajurkan. Niat yang baik itu niat yang seperti apa? niatkan pada diri sendiri untuk mencari keridhoan Allah dalam menjalankan setiap ibadah. Allah memang menciptakan manusia untuk menyembah pada-Nya, tidak salah jika umatnya memohon serta meminta apa yang diinginkan mereka sedangkan Allah yang memutuskan akan dikabulkan atau tidak doa umatnya sebab Allah Maha mengetahui pantas dan tidak pantas untuk umatnya. Pasrahkan semua keputusan pada Allah, niscaya akan mendapat keridhoan-Nya. Jadi niatkan pada diri sendiri bahwa menjalankan ibadah tidak semata-mata untuk meminta keinginan tapi mengaharap ridhonya sehingga dengan niat yang ikhlas sholat sunnah malam akan menjadi pekerjaan yang ringan untuk dikerjakan.
2. Hindari perbuatan maksiat
Perbuatan maksiat dapat menjauhkan kita dari Allah, jika kita melanggar larangan Allah niscaya kita sedikit demi sedikit akan dikeraskan hatinya. Secara tidak sadar kita akan menolak hal-hal yang diperintahkan untuk umat muslim sehingga tidak hanya sunnah yang akan ditinggalkan melainkan sholat wajibpun akan ditinggalkan. Jadi hindarilah perbuatan maksiat agar kita tidak jauh dari Allah bahkan akan lebih dekat dengan ditambahnya shalat sunah malam.
3. Berprasangka baik
Hindari penyakit hati dengan berprasangka baik pada orang lain. Kenapa demikian? Penyakit hati datangnya dari padangan kemudian ke pikiran lalu ke hati. Sama seperti perbuatan maksiat, hati seseorang akan menjadi keras sehingga tidak mau menerima hal-hal baik dari orang lain jika kita mempunyai penyakit hati maka keraslah hati kita. Akhirnya kita tidak mau menjalankan apa yang diperintahkan Allah karena kita merasa yang paling benar. So, jangan berpikiran buruk pada orang lain sebab orang buruk mungkin saja kita lebih buruk dari orang tersebut dengan kita merasa lebih buruk orang yang seharusnya lakukan adalah memperbaiki dan lebih mendekatkan diri pada Allah dengan cara menjalankan shalat sunah .
Kontribusi oleh
Click here to claim your Sponsored Listing.
Telephone
Website
Address
Malang
65139