Physiocenter Mks Fisioterapi

Physiocenter Mks Fisioterapi

Share

17/03/2022

selamat telah menyelesaikan program fisioterapi ACL Rekonstrusi di Physiocenter Makassar by Physio
1. Immediate Postoperative Phase ✅
2. Maximum-Protection Phase ✅
3. Moderate-Protection Phase ✅
4. Light-Activity Phase ✅
5. Return-To-Sport ✅
6. Return-To-Play 🔜


terima kasih atas kepercayaannya

03/08/2021

| Ankle sprain |
Ankle sprain merupakan salah satu cedera akut yang sering dialami para atlet. Cedera sprain ankle dapat terjadi karena overstretch pada ligamen complex lateral ankle dengan posisi inversi dan plantar fleksi yang tiba-tiba terjadi saat kaki tidak menumpu sempurna pada lantai/ tanah, di mana umumnya terjadi pada permukaan lantai/ tanah yang tidak rata. Hal ini dapat menyebabkan terjadi kerobekan ligamen sebagian atau seluruhnya.

Faktor Resiko
Faktor risiko yang paling umum adalah riwayat keseleo sebelumnya. Keseleo sebelumnya dapat membahayakan kekuatan dan integritas stabilisator dan mengganggu serat saraf sensorik. Jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, dominasi ekstremitas, postural, dan anatomi kaki bersifat intrinsik. Faktor risiko ekstrinsik termasuk taping, bracing, jenis sepatu, durasi kompetisi dan intensitas aktivitas.

Gejala Klinis
1. Pasien datang dengan cedera inversi atau cedera eversi yang kuat pada pergelangan kaki. Mungkin memiliki riwayat cedera pergelangan kaki atau ketidakstabilan sebelumnya.
2. Mampu menahan beban parsial hanya pada sisi yang sakit.
3. Jika pasien datang dengan deskripsi kaki dingin atau parestesia, curigai gangguan neurovaskular saraf peroneal.
4. Tenderness, pembengkakan dan memar dapat terjadi di kedua sisi pergelangan kaki.
5. Tidak ada nyeri tekan tulang, deformitas atau krepitasi.
6. Gerakan Inversi pasif atau fleksi plantar dengan inversi merupakan gejala keseleo (sprain) ligamen lateral. Eversion pasif harus mereplikasi gejala keseleo ligamen medial.

Tingkatan keseleo dapat menentukan perawatan dan rehabilitasi yang diperlukan dan sampai berapa lama dilakukan sebelum melakukan latihan-latihan tertentu. Memberikan perawatan dan rehabilitasi yang tidak tepat dapat menyebabkan pergelangan kaki menjadi tidak stabil yang kronis sehingga dapat menyebabkan suatu saat dapat mengalami cedera kembali atau berulang, keterbatasan menekan dalam melakukan aktivitas olahraga, mengakibatkan arthritis secara dini pada sendi pergelangan kaki, dan kadang-kadang perlu untuk dilakukan pembedahan.

📚https://www.physio-pedia.com/Ankle_Sprain

03/06/2021

APA SIH RUPTUR TENDON ACHILLES ?

Halo teman-teman🙂, tentu saja anda sudah tidak asing lagi dengan kondisi ruptur yang terjadi pada tendon achilles. Nah, untuk lebih memahami lagi, terkait kondisi tersebut. Yuk kita simak informasi berikut ini

Seperti yang kita tahu, tendon achilles adalah tendon manusia yang paling kuat. Gangguan pada tendon Achilles sering terjadi pada atlet dan biasanya berhubungan dengan kegiatan olahraga, terutama yang melibatkan gerakan melompat, berlari, dan akselerasi mendadak, seperti pada olaharaga sepak bola, tenis, ataupun bola basket. Nah, Untuk penyebabnya sendiri multifactor, baik karena faktor intrinsik maupun ekstrinsik.
Dalam literature mengklasifikasikan trauma penyebab ruptur tendon Achilles menjadi 3 kategori, yakni
1. Kategori pertama, ketika berat badan bertumpu pada kaki depan saat lutut dalam keadaan ekstensi. Gerakan ini dapat dilihat saat posisi start sprinter dan saat melompat pada olahraga basket. Mekanisme seperti ini merupakan penyebab ruptur tendon Achilles sebanyak 53%.
2. Kategori kedua terjadi secara mendadak, yakni ketika dorsofleksi ankle, misalnya ketika kaki terpeleset ke dalam lubang atau ketika seseorang jatuh dari tangga. Mekanisme kedua menyebabkan ruptur Achilles sebanyak 17%.
3. Kategori ketiga merupakan dorsofleksi paksa saat kaki dalam keadaan plantar fleksi, misalnya ketika jatuh dari ketinggian. Mekanisme ini merupakan penyebab ruptur Achilles sebanyak 10%.

Keluhan utama pasien dapat berupa nyeri tajam mendadak di betis, seperti ditendang dari belakang saat berolahraga. Kadangkala keluhan dapat berupa nyeri berulang di tumit dengan riwayat trauma minor. Selain itu, pasien juga mengeluhkan sulit melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan menanjak atau menaiki tangga. Pasien juga tidak mampu berjinjit dan perubahan gaya berjalan.
Nah, sekarang teman-teman sudah paham kan terkait rupture pada tendon Achilles. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat buat anda semua.

📕Yousef, A. et all. 2018. Achilles Tendon and Athletes, Update in Management of Foot and Ankle Disorders, Thanos Badekas, IntechOpen

Want your practice to be the top-listed Clinic in Makassar?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Website

Address


Jalan Pengayoman Kompleks Ruko Mirah Depan Grand Toserba/hotel Grand Town
Makassar