M2.Mamullu
21/06/2023
"๐๐๐ง๐ญ๐๐ง๐ ๐๐๐ฎ ๐๐๐ง ๐๐๐ซ๐ฎ๐ง๐ ๐๐ข ๐๐๐๐๐ซ๐๐ง๐ ๐๐ฅ๐ข๐ง๐ข๐ค"
Bersantapnya manusia berbeda dari domba yang merumput di padang. Kalau persamaannya jelas, sama-sama berupaya melangsungkan kehidupan. Perbedaannya terletak pada kesadaran. Manusia mencecap, menilai, dan disibukkan oleh berbagai pikiran ketika makan. Nasi goreng ini ๐ฆ๐ข๐๐๐ฆ. Soto Bandung barusan rasanya seperti nggak pernah teralami sebelumnya, unik, mungkin langka. Lalu muncul rencana untuk memesan menu yang sama nanti saat sempat kongkow lagi ke Warung M2.
Anggaplah saja kita sedang ber-๐๐๐ ๐๐ก๐๐ฃ๐ ๐กโ๐๐๐๐๐๐, seperti seharusnya. Abaikan perihal tagihan bulanan, beban kerja, tugas sekolah, atau kuliah yang neko-neko. ๐น๐๐๐๐๐ก ๐๐ก. Hidup nggak semustahil itu kok, wong Tuhan bilang sendiri lewat janji pasti kepada umat-Nya. Anggap kita cuma sedang makan untuk mensyukuri hidup dan berupaya terus melanjutkannya. Ibadah deh, jatuhnya. Maka itu, jeda yang ada setelah bersendawa dan gelas kita yang separuh kosong pun, toh, diisi dengan canda. Greget kebersamaan yang bikin kita rindu mengalaminya lagi jika kita kerap makan di sini bersama mereka yang tersayang.
Sebuah klinik berada tepat di seberang warung. Jika matamu yang merdeka itu kebetulan meliriknya, siapa tahu saja kamu jadi berpikir, apalagi setelah baca ๐๐๐๐ก๐๐๐ ini, bahwa selama ini di seberang jalan sana telah begitu banyak lahir kehidupan baru. Bayi, seperti adanya kamu dulu. Dan tentu seorang ibu, yang berjuang melulu sejak menghadirkan lewat tarung nyawa, merawat, menjamin kenyamanan anak-anaknya dengan bertandang ke klinik itu.
Semua orang punya ibu. Kamu, semua yang bersamamu jajan di warung M2, siapa pun yang melintas di jalanan, lahir dari sosok ibu yang jadi sumber hidupmu. Akarmu. Coba ingat beliau. Hadirkan kesadaran yang membedakanmu dari domba merumput di padang. Di klinik seberang itu, bersama bayinya, seorang ibu pun โlahirโ juga tiap waktu. Semuanya lahir bersama ikrar yang diputuskannya sendiri bahwa tak ada yang lebih penting lagi di alam ini selain kelanjutan hidup anaknya dalam dekapan, ajaran dan pelayanan beliau hingga ke napas terakhir. Makanya hingga detik ini kamu masih bisa mampir di M2.
Jadi pesankanlah batagor, favorit di sini, untuk dibungkus buat ibu di rumah. Insyaallah hidupmu berkah. Ya, iya sih, ini memang iklan. Tapi boleh d**g, kita bikin iklan yang bikin ibu di rumah merasa punya anak yang mampu memanjakan.
- Hitungmundur
21/06/2023
๐๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐ก๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐ค๐๐-๐๐๐ค๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ค๐๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐, ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐ฆ๐๐ ๐๐๐๐ข ๐๐๐ ๐๐๐. ๐พ๐๐๐๐๐๐, โ๐๐๐ ๐๐๐, ๐๐๐ ๐๐, ๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐๐ฆ๐. ๐ด๐๐๐.
NB: Gambar 1, pertanyaannya, duo, yang pake jaket coklat sama garis-garis kuning-hitam apakah sedang merencanakan sesuatu? Waspadalah ...
06/06/2023
Sudah lama kita tak berkirim sapa. Bertanya tentang bagaimana keadaan kita masing-masing atau sekadar saling berkirim pesan singkat. Tentang makan apa masing-masing kita siang tadi. Tentang apakah kita bekerja dengan tenang sambil tak terganggu dengan pikiran-pikiran lain. Atau tentang apakah sore yang muram ini membuyarkan konsentrasi kita lalu membawa perasaan kita akan suatu hal yang mungkin paling manis yang pernah kita terima, atau mungkin yang paling pahit sekalipun.
Lalu kita lebih memilih untuk saling diam. Saling menghindar. Pelan-pelan mencoba membekukan perasaan masing-masing lalu membangun jarak yang mungkin tak akan pernah bisa dijembatani. Mungkin kita tak menemukan kata yang tepat untuk suatu hubungan yang pasti. Atau mungkin kita bahkan tak menemukan titik temu di antara beragam perbedaan. Menyangkut hal-hal simpel hingga ke hal-hal prinsipiil dan tak bisa ditawar-tawar.
Lalu kita pergi menjauh dalam diam. Mencari utara dan selatan kita sendiri-sendiri. Mencari apa yang kita anggap benar-benar membahagiakan. Pada sebuah hubungan yang tak dibangun dari tumpukan jerami kepura-puraan atau direkatkan dari lapisan-lapisan keterpaksaan.
---------
(Konon, mereka diam karena lagi makan ayam bakarnya M2 hehehe.)
- Burungrantau
27/05/2023
Satu pertanyaan simpel. Tiap kita bernostalgia jauh ke masa lampau dengan siapa pun itu, entah kawan
SD hingga SMA, geng kuliah, rekan sekantor lama, selalu terselip sebuah warung di sana, bukan?
Tanyakan pada dirimu sendiri dan kamu niscaya menemukannya. Warung kenangan. Di sana, kita pernah jajan, makan bersama, ucapmu dalam hati dengan nada nostalgik yang merdu.
Kenapa ya bisa begitu? Mungkin karena di dunia tipu-tipu ini kamu memilih bersandar kepada lidahmu untuk percaya sesuatu. Sebuah warung yang betul-betul memberikan pelayanan berupa rasa tentunya bakal mematrikan kenangan yang kuat. Dan kenangan itu dimasak lagi diam-diam oleh dirimu yang tanpa sadar, hingga hari ini, kamu yang sedang bernostalgia pun menikmatinya lagi sebagai santapan rohani. Di angkringan itu, kami seangkatan pernah berfoto bersama. Di warung soto itu, kami bolos bareng waktu si anu ulang tahun. Di warung Sunda itu seorang kawan pernah mentraktir nasi ayam geprek.
Kami sedang mencoba jadi bagian dari kalian agar suatu hari nanti kalian bisa teringat akan sebuah warung makan kecil dari masa lalu bernama M2 di Mamullu dengan menu Sunda-nya yang nggak biasa di kota ini sebagai kenang-kenangan.
Datanglah. Bikinlah kenangan.
- Hitungmundur
Click here to claim your Sponsored Listing.
Website
Address
Jalan Merdeka No. 74, Seberang Klinik Di Mamullu
Makale
Opening Hours
| Monday | 08:00 - 22:00 |
| Tuesday | 08:00 - 22:00 |
| Wednesday | 08:00 - 22:00 |
| Thursday | 08:00 - 22:00 |
| Friday | 08:00 - 22:00 |
| Saturday | 08:00 - 22:00 |
| Sunday | 08:00 - 22:00 |