Frame Indonesia

Frame Indonesia

Share

THE MIGHTY of GARUDA 09/10/2024

Saksika videonya di : https://youtu.be/erQ65YBmVfg

THE MIGHTY of GARUDA

Di masa ketika langit dan bumi Nusantara masih dihuni oleh makhluk-makhluk legendaris, Sang Garuda, raja burung perkasa, menjadi penjaga takdir bangsa ini. Dengan bulu-bulu emas yang bersinar di bawah terik mentari, sayapnya yang besar mampu menutupi p**au-p**au dari ancaman yang datang dari luar, dan tatapannya yang tajam menembus hingga dasar lautan, menjaga dari dalam maupun dari luar. Namun, pada suatu masa yang kelam, ancaman terbesar terhadap Nusantara tidak datang dari luar, tetapi dari dalam.

Di tengah tenangnya Nusantara yang luas, sebuah kekuatan gelap yang telah lama terkubur mulai bangkit. Sosok itu adalah Raja Raksasa Asura, penguasa bawah tanah yang telah diasingkan berabad-abad silam oleh leluhur Nusantara. Dengan kekuatan dahsyatnya, ia ingin menghancurkan keindahan Nusantara dan menguasai p**au-p**au dalam kegelapan.
Mendengar panggilan dari bumi yang memohon perlindungan, Sang Garuda, penjaga abadi Nusantara, membuka matanya. Dengan sekali kibasan sayap, ia terbang ke angkasa, melintasi puncak gunung dan samudera, menuju pusat dari ancaman besar itu.

Dengan kekuatan alam di tangannya, Asura mulai memanggil badai dan gempa untuk memecah belah p**au-p**au Nusantara. Namun, Sang Garuda tidak tinggal diam. Ia meluncur dari langit, memanggil angin yang lebih kuat untuk menahan badai Asura.
Garuda, yang memegang kekuatan matahari dan langit, tahu bahwa tidak hanya kekuatan fisik yang bisa menundukkan Asura. Dengan bijak, ia terbang lebih tinggi, menyerap sinar matahari untuk memperkuat dirinya.
Setelah pertarungan yang dahsyat, Nusantara kembali tenang. Garuda, sang penjaga, terbang rendah di atas pegunungan, hutan, dan samudra. Ia tahu bahwa ancaman tidak pernah sepenuhnya hilang, tetapi selama ada makhluk-makhluk yang mencintai tanah air ini, Nusantara akan selalu terjaga.

Dan begitulah, Sang Garuda tetap menjadi penjaga abadi Nusantara, tidak hanya dalam cerita, tetapi juga dalam hati setiap orang yang mencintai tanah ini. Garuda tidak pernah tidur. Ia selalu mengawasi, dari langit, dari gunung, dari lautan. Selama Nusantara ada, ia akan selalu siap menjaga.

THE MIGHTY of GARUDA Di masa ketika langit dan bumi Nusantara masih dihuni oleh makhluk-makhluk legendaris, Sang Garuda, raja burung perkasa, menjadi penjaga takdir bangsa ini. D...

"SANG GHARUDA" : The Guardian of Nusantara 30/09/2024

Saksikan Video nya di : https://youtu.be/Qth2WeU7cJw

"SANG GHARUDA" : The Guardian of Nusantara

Seperti yang telah diceritakan dan ditulis oleh para leluhur bahwa Nusantara adalah bangsa yang besar. Dan juga telah dijanjikan bahwa bangsa ini akan tetap ada karena Sang Gharuda telah menjaganya. Walau seringkali Nusantara diterpa badai dan ancaman besar yang mencoba membuat Nusantara menjadi rapuh dan terpecah. Tapi Sang Gharuda akan terus menjaga dan melindungi segenap tanah air Nusantara, karena Nusantara adalah bangsa yang besar.

"SANG GHARUDA" : The Guardian of Nusantara Seperti yang telah diceritakan dan ditulis oleh para leluhur bahwa Nusantara adalah bangsa yang besar.Dan juga telah dijanjikan bahwa bangsa ini akan tetap a...

JEJAK PURBA NUSANTARA 14/09/2024

Saksikan Video nya di 👇👇👇
https://youtu.be/HGlrGFWJS3s

Di kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat di Kalimantan Timur, yang berada di ketinggian 320 meter di atas permukaan laut, sekelompok tim peneliti arkeologi telah menemukan lukisan binatang tertua di dunia. Lukisan ini ditemukan dalam rangkaian gua di pegunungan terpencil dan berbukit-bukit di Kalimantan Timur.
Lukisan figuratif itu menggambarkan benda-benda nyata seperti aslinya dan bukan dalam bentuk abstrak. Diperkirakan usianya sekitar 40.000 tahun dan saat ini dapat disimpulkan sebagai karya seni figuratif paling tua yang sudah diketahui, Disebutkan sebagai yang tertua, ini dikarenakan rangkaian penanggalan terhadap obyek itu menggunakan metoda seri uranium yang dilakukan terhadap sampel kalsium karbonat.
Para peneliti belum yakin hewan apa yang dilukis di dinding gua tersebut, tetapi diduga mereka adalah banteng yang saat ini juga hidup di wilayah Kalimantan dan beberapa daerah lain di Indonesia. Hasil penelitian ini juga sudah dimuat di Jurnal Nature.
Untuk menemukan situs lukisan gua ini, tim peneliti mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan perjalanan yang sangat sulit, karena harus menembus hutan lebat dan memanjat bukit dengan kemiringan yang bervariasi. Peneliti menemukan 300 cap tangan dan 20 gambar hewan dan manusia di dalam gua itu.
Penelitian ini juga menjadi langkah awal untuk mengetahui pola migrasi manusia 40.000 tahun yang lalu. Pada masa itu pola migrasi manusia berpindah tempat adalah cara mereka untuk bertahan hidup, mengumpulkan makanan dengan melakukan aktifitas berburu.Selain itu, penelitian ini juga memberikan pandangan baru bahwa lukisan cadas menyebar dari Kalimantan ke Sulawesi serta 'dunia-dunia baru' lainnya di luar Eurasia.
Selain di Kalimantan Timur, para ilmuwan juga menemukan sejumlah lukisan kuno di gua-gua di kawasan pedesaan Maros, Sulawesi Selatan dan juga diperkirakan sebagai salah satu karya seni tertua dunia. Menurut peneliti salah satu di antaranya kemungkinan lukisan sejenis yang paling kuno, diperkirakan lukisan paling tua berumur paling tidak 40.000 tahun.
Selain itu, ada p**a lukisan di gua-gua di kawasan Bone, sekitar 100 kilometer di utara Maros. Namun lukisan-lukisan itu tidak dapat diteliti umurnya karena banyaknya stalaktit. Tetapi menurut para peneliti, usia lukisan itu kemungkinan sama dengan yang di Maros karena jenisnya mirip.
Usia karya seni di Sulawesi ini juga menunjukkan bahwa gagasan tentang kapan dan dimana evolusi terjadi harus direvisi lagi. Lukisan yang ditemukan di Sulawesi dan lukisan gua di Spanyol tampak serupa dan keduanya berumur sama. Sebelum ini, fakta yang ada selama berabad-abad menyatakan bahwa karya seni gua hanya ditemukan di Spanyol, dan diyakini ledakan kreativitas yang berujung pada munculnya seni dan sains yang ada sekarang bermula dari Eropa, namun temuan lukisan serupa di Indonesia ini akan mempengaruhi pandangan itu.
Sayangnya, lukisan di Maros ini terkikis polusi akibat industri lokal. Pada awal tahun 1980-an, banyak lukisan gua di situs ini dalam bentuk stensil tangan, seperti yang Anda lihat sekarang banyak yang rusak. Perlu dilakukan studi konservasi untuk mencari cara terbaik dalam menjaga situs-situs ini sehingga lukisan yang ada tetap bertahan.

JEJAK PURBA NUSANTARA Di kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat di Kalimantan Timur, yang berada di ketinggian 320 meter di atas permukaan laut, sekelompok tim peneliti arkeologi ...

WONDERLAND INDONESIA : The Spirit of The 'Sang Dwi Warna' 14/08/2024

Saksikan Video kami...

WONDERLAND INDONESIA : The Spirit of The 'Sang Dwi Warna' Fakta sejarah menyatakan bahwa bendera merah putih yang pertama kali dikibarkan bersamaan dengan pengumuman kemerdekaan Indonesia setelah lepas dari penjajah...

Want your business to be the top-listed Media Company in Kisaran?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Jalan Mas Mansyur No. 10/26
Kisaran
21216