Teman Gabut
30/07/2017
Yuk guys datang Ke Festival Ikan Sidat, Sabtu-Minggu, 29-30 Juli 2017, Jam 08.00-17.00 WIB, Gedung Smesco, Jl. Gatot Subroto, Kav.94, Pancoran, Jakarta :)
MINA INDONESIA
-Perikanan dan Kelautan Indonesia
04/03/2017
[INI DOSEN ASAL INDONESIA, PENEMU PEWARNA IKAN HIAS KOMET PERTAMA DI DUNIA]
Setelah ditetapkan menjadi penemu pakan lobster pertama di dunia. Kini ketua jurusan Budi Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo (UHO), Agus Kurnia kembali memiliki penemuan terbaru, yakni pewarna ikan komet yang juga merupakan temuan pertama di dunia.
Dalam temuan terbarunya ini, ia memanfaatkan buah merah irian untuk pewarnaan pada ikan hias komet, dimana buah merah tersebut mengandung zat warna yang terakumulasi dan berikatan dengan lemak yang tersimpan dalam tubuh ikan. Menurutnya, ikan-ikan hias memerlukan pewarna tersebut untuk mempertahankan warna asli dari ikan tersebut sehingga dapat menunjang nilai ekonomisnya.
“Jadi kalau pewarna tidak ada dalam ikan hias khususnya, itu akan menjadi pudar dan itu tidak akan dinilai secara ekonomis, kesegarannya, serta kualitas dari ikan itu, maka dalam pakan ikan hias itu harus ada zat pewarna,” kata Agus, saat berbincang dengan awak Zonasultra.
Setelah melalui percobaan dengan empat jenis pakan yang berbeda, dengan cara diberikan zat pewarna dan ada yang tidak, terbukti bahwa pakan yang diberikan zat pewarna menghasilkan warna yang sangat cerah. Sedang yang tidak diberi zat pewarna warnanya menjadi lebih pucat.
Selama ini, kata Agus pewarna ikan hias kebanyakan dari bahan sintetis, yang harganya tergolong cukup mahal, oleh karena itu penggunaan pewarnaan dengan bahan-bahan yang alami sangatlah diperlukan untuk menghemat biaya.
Untuk pemanfaatan buah merah ini sendiri merupakan pertama kalinya di dunia, karena buahnya hanya terdapat di Indonesia dan sudah dipastikan hak patennya. Selain itu, ia juga telah mendaftarkan hak paten dari penelitiannya tersebut.
Jadi kami juga sebelum melakukan penelitian kami cek dulu, apa ini sudah dilakukan atau belum dan ternyata saya liat dari paten-paten yang ada diluar maupun didalam negeri itu belum ada yang menggunakan ini,” ungkapnya.
source : zona sultra
MINA INDONESIA
-Perikanan dan Kelautan Mendunia-
23/02/2017
Hari ini berlangsung pembukaan World Ocean Summit 2017 di Bali yang merupakan Konferensi yang membahas keberlanjutan Ekonomi Kelautan Dunia. Pembukaan Langsung Dihadiri Oleh Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kalla.
Bapak Jusuf Kalla menegaskan pentingnya penegakan hukum untuk mendukung pengelolaan laut yang berkelanjutan. Penegakan hukum itu ditunjukkan pemerintah selama ini melalui sikap tegas terhadap semua tindakan penyimpangan di sektor perikanan atau illegal, unreported, unregulated fishing (IUUF).
Ia menjelaskan, Pemerintah Indonesia menaruh perhatian besar terhadap sektor maritim. Sebab, sektor maritim berkontribusi 20 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyediakan 11 persen lapangan pekerjaan di seluruh Indonesia.
“Akan bahaya jika kita kehilangan (kontribusi) itu. Kami dengan tegas melawan IUUF. Memang banyak illegal fishing, tapi pasca kebijakan tegas, produksi perikanan membaik,” ujar Kalla saat membuka pertemuan dua tahunan para pelaku sektor kelautan, World Ocean Summit (WOS), di Nusa Dua, Bali, Hari ini, Kamis (23/2/2017).
Selain penegakan hukum, kolaborasi dengan berbagai pihak juga ditempuh pemerintah. Kalla mengatakan, pemerintah sangat mendorong kerja sama dengan sektor swasta, termasuk lembaga riset, untuk memastikan pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan.
Selain itu, pembangunan infrastruktur untuk mendukung industri perikanan juga dipercepat sehingga nelayan dapat berproduksi secara efisien.
Sekadar informasi, WOS merupakan konferensi yang dihadiri para diplomat, pemerhati lingkungan hidup, organisasi nonpemerintahan, dan para pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan dari seluruh dunia.
Selain Kalla, pejabat Indonesia yang hadir di acara tersebut antara Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Ibu Susi Pudjiastuti.
source : katadata / 📷
MINA INDONESIA
-Perikanan dan Kelautan Mendunia-
16/02/2017
[MENTERI SUSI DORONG EKSPOR IKAN PATIN KE AMERIKA SERIKAT]
Saat ini, Indonesia masih menjadi eksportir terbesar udang ke Amerika Serikat (AS). Angka terakhir di tahun 2015, Indonesia berhasil mengekspor 82.263 ton udang dengan nilai mencapai 745 juta dolar AS.
Selain udang, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sudah mulai mendorong ekspor ikan patin ke AS. Hal itu dilakukan setelah AS menghentikan total kegiatan impor ikan patin dari Vietnam.
"Ikan patin Vietnam sudah dilarang masuk ke AS, ini peluang. Kalau seandainya patin masih terbuka masuk ke Amerika tentunya ini kesempatan bagi kita, karena luas perairan dan daratan untuk budidaya patin masih," ungkap Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo saat ditemui di Gedung KKP, Hari ini Kamis (16/02/2017)
Menurut Nilanto, permintaan ikan patin di AS cukup besar, khususnya industri makanan. Di AS, ikan patin umumnya diolah menjadi fillet (daging ikan tanpa tulang) yang tentu saja memiliki nilai jual tinggi. Di pasar AS, harga ikan patin segar dibanderol 1 dolar AS per kg sedangkan harga fillet ikan patin bisa mencapai 3,4 dolar AS per kg.
"Ikan patin kita akan dorong ke Amerika karena ikan patin asal Vietnam sudah ditutup ke Amerika," imbuhnya.
Nilanto juga memastikan petambak ikan patin nasional siap memasok ikan patin ke AS. Saat ini, produksi ikan patin nasional berada di kisaran 409.687 ton sampai 651.000 ton.
"Asosiasi catch fish mengungkapkan mereka siap untuk produksi berapa pun. Artinya mereka enggak ada masalah dari hulu ke hilir. Dari pembenihan enggak ada masalah, pembesaran enggak ada masalah. Kesempatan buat kita adalah mencari pasar yang pasti, termasuk ke Timur Tengah," seru Nilanto.
source : kumparan
MINA INDONESIA
-Perikanana dan Kelautan Mendunia-
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the restaurant
Telephone
Website
Address
Jalan Sido Luhur No. 111 Ngadilangkung
Kepanjen
65163
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 20:00 |
| Tuesday | 09:00 - 20:00 |
| Wednesday | 09:00 - 20:00 |
| Thursday | 09:00 - 20:00 |
| Friday | 09:00 - 20:00 |
| Saturday | 09:00 - 20:00 |
| Sunday | 09:00 - 20:00 |