Lutfiyah Lutfiyah
_*MACAM-MACAM IKATAN YANG MEMPERSATUKAN MANUSIA - SEBAGAI MUSLIM DALAM IKATAN YANG MANA KITA BERADA...???*_
بسم الله الرحمن الرحيم
ليس منا من دعا الى اصبيه و ليس منا من قاتل الى اصبيه و ليس منا من مات لاصبيه. رواه ابو داود
_“Bukan dari golongan kami orang-orang yang menyeru kepada ashabiyyah (fanatisme golongan/nasionalisme/kesukuan) dan bukan dari golongan kami orang-orang yang berperang karena ashabiyyah (fanatisme golongan/nasionalisme/kesukuan) serta bukan dari golongan kami orang-orang yang mati karena ashabiyah (fanatisme golongan/nasionalisme/kesukuan).”_ (HR Abu Dawud)
_Dalam mencapai tujuannya, manusia membentuk kelompok-kelompok yang dipersatukan berdasarkan pemikirannya dalam beragam ikatan. Kesamaan kepentingan, suku bangsa atau ras, rasa cinta tanah air, spiritualisme, dan këyakinan seringkali menjadi dasar bersatunya manusia. Lantas, dari adanya ikatan-ikatan tersebut, manakah yang termasuk ashobiyah (fanatisme golongan) dan manakah ikatan mana yang shohih (benar) dan paling kuat untuk menyatukan manusia?_
*Ikatan Kepentingan (Mashlahat)*
Ikatan yang timbul karena kesamaan kepentingan adalah ikatan yang temporal sifatnya dan tidak bisa dijadikan pengikat antar manusia. Hal ini disebabkan adanya peluang tawar-menawar (take and give) dalam mewujudkan kepentingan mana yang Iebih besar, sehingga eksistensinya akan hilang begitu saja begitu satu kepentingan dipilih atau didahulukan dari kepentingan yang lain. Apabila kepentingan itu telah ditentukan, berakhirlah persoalannya, kemudian orang-orangnyapun membubarkan diri, karena ikatan itu berakhir tatkala kepentingan telah tercapai. Dengan demikian, ikatan ini sangat berbahaya bagi para pengikutnya.
*Ikatan Nasionalisme/Kesukuan*
Ikatan kesukuan (chauvinisme), atau kebangsaan (nasionalisme) ataupun ras (rasisme), adalah ikatan yang bersifat emosional, karena Iahir dari naluri mempertahankan diri semata, tidak tumbuh dari sebuah kesadaran yang permanen, sehingga wajar jika ikatan nasionalisme misalnya, bernilai kontradiktif. Di satu sisi mempersatukan manusia, di sisi lain menumbuhkan sikap antiegaliter / tidak sama dengan bangsa-bangsa lain. Dalam kamus Webster tertulis, bahwa salah satu bagian dari nasionalisme adalah a sense of national consciousness exalting one nation above all others (satu perasaan untuk mengagungkan satu bangsa di atas bangsa-bangsa yang lain).
Pada dasarnya nasionalisme adalah ikatan yang Iemah. Salah satu kelemahannya adalah ketidak mampuannya mempersatukan manusia secara permanen. Ikatan nasionalisme bersifat temporal, hanya akan muncul tatkala ada ancaman dari pihak Iuar terhadap eksistensi satu komunitas. Adanya penjajahan, persaingan atau benturan budaya adalah stimulant / pemicu yang ampuh untuk menumbuhkan ikatan nasionalisme. Namun, semua luapan sukuisme, nasionalisme, rasisme maupun patriotisme tersebut akan hilang dengan sendirinya begitu ancaman dari luar berkurang atau hilang sama sekali.
*Ikatan Spiritual*
Sedangkan ikatan spiritual atau kerohanian, adalah ikatan atau persatuan manusia berdasarkan pemikirannya pada _“kepercayaan agama”_ mereka dan kepercayaan itu sifatnya tidak komprehensif/luas karna bisa muncul semata dari pemikiran/perasaan manusianya. Kepercayaan ini hanya berkaitan dengan aspek ritual suatu ibadah, yaitu hubungan antara manusia dengan yang disembahnya. Misalnya, ikatan spiritual yang diidentifikasikan oleh manusia dengan orang lain berdasarkan ikatan agama. Seperti Kristen, Hindu atau Budha. Ikatan spiritual ini tidak memiliki peraturan, aktivitasnya hanya terlihat dan kegiatan spiritual saja. Ikatan spiritual ini tidak mengikat dan menyatukan manusia dalam masalah-masalah selain urusan spiritual dan persembahan, jadi terbatas dan tidak dapat dipakai sebagai dasar untuk mempersatukan manusia dengan kuat. lkatan ini merupakan ikatan yang sifatnya parsial dan terbatas pada aspek kerohanian semata, dan tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga tidak layak menjadi pengikat antar manusia dalam seluruh aspek kehidupannya. Misalnya, keyakinan yang dianut oleh kaum Nashrani yang dianut hampir di seluruh Eropa, tidak dapat dijadikan pengikat antar bangsa-bangsa Eropa. Begitupun jika Islam dipandang hanya sebatas aspek spiritual saja, maka ia tidak dapat juga menyatukan negeri-negeri Islam yang terpecah belah menjadi lebih dari 55 negeri.
*lkatan Ideologi/Aqidah*
Seluruh ikatan di atas tidak layak dijadikan pengikat antar manusia dalam kehidupannya, apalagi untuk mencapai kemajuan dan kebangkitan. lkatan yang benar dan paling kuat mengikat manusia dalam kehidupannya adalah ikatan aqidah Islam yang muncul dari ide Pencipta manusia dan dibentuk melalui suatu proses berpikir (aqidah aqliyah) yang melahirkan peraturan hidup menyeluruh. Hal inilah yang disebut ikatan ideologis (mabda), yang didasarkan pada suatu ideologi yang bersumber dari Pencipta manusia.
Ideologi Islam adalah keyakinan (aqidah) yang melahirkan suatu paket aturan dan sistem yang mampu mengatur hidup manusia yang bersumber dari Pencipta manusia. Kepada aturan itulah manusia yang meyakininya akan mengembalikan seluruh problem kehidupannya. lkatan berdasarkan ideologi ini hanya memandang aqidah, bukan yang lain. Perbedaan bangsa, warna kulit, ras, kekayaan, kepentingan dan Iainnya, bukanlah persoalan yang dapat menghalangi orang untuk saling mengikatkan dirinya satu dengan yang lain. Jenis ikatan ini terletak pada orang-orang muslim, kapitalis dan komunis. Namun jelas, Islam adalah satu-satunya ideologi yang benar, karena Ia adalah bukan hasil pemikiran manusia, namun semata-mata datang dari Sang Pencipta manusia.
Setiap muslim yang mendambakan kebahagiaan dan kesejahteraan dalam Islam, maka tidak ada pilihan lain dalam mengikatkan dirinya dengan orang lain, kecuali dengan ikatan ideologi Islam. Ia harus berani mengubur habis ikatan-ikatan lainnya seperti nasionalisme, sukuisme, rasisme, patriotisme, kepentingan, spiritual belaka, kapitalisme dan sosialisme yang rusak (fasad). Ia harus senantiasa berpegangan pada dalil-dalil syara’ yang melarang kaum muslimin mengikatkan dirinya kecuali hanya pada ikatan mabda/ideology
Rasulullah SAW bersabda:
_"Bukan dari golongan kami orang-orang yang menyeru kepada ashabiyyah (fanatisme golongan/nasionalisme/kesukuan). dan bukan dari golongan kami orang-orang yang berperang karena ashabiyyah (fanatisme golongan/nasionalisme/kesukuan) serta bukan dari golongan kami orang-orang yang mati karena ashabiyyah (fanatisme golongan/nasionalisme/kesukuan).”_ (HR Abu Dawud)
Dalam hadits yang lain disebutkan oleh *Misykat Al Masabih* Rasulullah bersabda:
_"Dia yang menyeru pada ashabiyyah (fanatisme golongan/nasionalisme/kesukuan laksana orang yang menggigit kemaluan bapaknya.”_
Walhasil, ikatan aqidah lslamlah yang harus dipegang oleh setiap muslim, sehingga benar-benar umat Islam menjadi ummatan wahidah (umat yang satu), sebagaimana sabda Rasulullah:
_“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya bapak kalian adalah satu, ibu kalian juga satu. Setiap kalian adaloh anak Adam. Adam itu berasal dari tanah. Sesungguhnya tidak ada yang disebut orang Arab diantara kalian karena faktor bapak atau ibunya, karena kearaban itu hanyalah ditentukan oleh factor bicaranya. Siapa saja yang berbicara dengan bahasa Arab, ia termasuk orang Arab”._
_WaAllahul A'lam_
* *
ISLAM ITU BAGI PEMBERANI
Oleh : Ustadz Felix Siauw
Dari dulu, menyampaikan kebenaran itu punya resiko, dari dulu dakwah itu pasti ada halangan, itu sunatullah hingga kiamat.
Kebenaran ada lawannya, kebaikan selalu punya musuhnya, ada bathil yang takkan rela pada yang haq, kedzaliman takkan s**a cahaya kebenaran.
Tapi jangan takut untuk suarakan kebenaran, bila kita sudah takut, maka kejahatanlah yang menang, sebab tak ada lagi lawannya.
Kedzaliman takkan sirna bila didiamkan, karena Al-Qur'an tak bisa diterapkan tanpa manusia, ia petunjuk, manusia menjalaninya.
Al-Qur'an takkan berkurang barang sedikitpun kemuliaannya walau sekelam apapun fitnah, tapi kita rentan, kita lemah atas fitnah.
Karenanya keberanian itu adalah utama bagi sesiapa yang menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk, berani mengemban kebenaran.
Andai sahabat takut bersuara yang benar, maka takkan sampai Islam pada kita. Mereka lalui ujian, deraan demi menyampaikan yang benar.
Mengapa semua kita berikan demi Islam? Sebab Islam yang berikan kita arti, bila kita hidup tanpa Islam, maka tak ada arti dan nilainya.
Islam yang memberi tujuan hidup, karenanya kita siap menanti mati, bila mati saja kita harus Muslim, apalagi saat hidup.
Yuk, mulai lagi.
Bismillahirrahmanirrahiim. _____________________
Support akun
Fanspage : Untuk Negeri
Instagram :
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Website
Address
Jalan Cendrawasih, Pancakarya
Jember
68175