WIsata Angker Jember
Warga Dusun Krangkongan, Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, dibuat geger oleh teror misterius yang terjadi dalam beberapa malam terakhir.
Sejumlah warga mengaku melihat penampakan sosok berwarna putih yang muncul tiba-tiba di sekitar jalan desa dan area persawahan. Cerita ini kemudian menyebar cepat dari mulut ke mulut, hingga membuat warga lain resah — terutama mereka yang sering beraktivitas di malam hari.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak sosok berwarna putih berdiri di kejauhan dengan bentuk yang tampak lancip. Warga yang merekamnya menyebut penampakan itu mirip pocong, meski belum bisa dipastikan kebenarannya.
Tak hanya itu, sebuah unggahan di grup pesan warga juga menambah kepanikan. Dalam unggahan itu tertulis:
“PENGUMUMAN: Untuk warga Krangkongan dan sekitarnya, dimohon berhati-hati karena terdapat pocong berkeliaran sudah 1 minggu ini.”
Sontak, pesan itu membuat warga semakin berhati-hati saat keluar rumah malam hari. Sebagian bahkan memilih membatasi aktivitas di luar setelah Isya.
Meski demikian, sebagian warga meyakini bahwa sosok tersebut bisa jadi bukan makhluk gaib, melainkan orang iseng atau jadi-jadian yang sengaja menakut-nakuti warga.
Hingga kini, pihak desa dan tokoh masyarakat masih berupaya menenangkan warga, sembari mengimbau agar masyarakat tidak mudah panik dan tetap berpikir rasional.
“Kami minta warga tetap tenang dan tidak terpancing isu. Kalau ada yang mencurigakan, segera lapor ke perangkat desa atau pihak berwenang,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Terlepas dari benar atau tidaknya penampakan tersebut, fenomena ini sudah cukup membuat malam-malam di Krangkongan terasa lebih mencekam dari biasanya. 🌕
06/12/2023
mau kmna hari ini
31/07/2023
KAIN_KAFAN
BY:Reni Sukesti
Bu Danto yang tengah berduka di dalam kamar Farah terlihat sangat memprihatinkan saat aku menemuinya. Bu Danto menanyakan tentang bagaimana wujud tubuh jen4zah putrinya saat aku mandikan. Aku sebenarnya sangat prihatin dengan kondisi tubuh Farah saat dimandikan, badan penuh luk4 dan sesuatu yang membuat aku sangat sedih saat membasuh bagian kem4lu4nya.
Waktu sebelum dimandikan tampak bau yang sangat menyengat seperti bau 4lk0h0l ditubuh Farah. Selain itu terdapat luk4 yang begitu banyak ditubuhnya. Bu Danto yang sepertinya tau akan kegelisahan yang aku alami menyentuh pundakku dengan lembut. Aku tersadar dari lamunan, namun aku tak mampu untuk memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi di badan jen4zah anak yang begitu beliau sayangi itu.
Mau tak mau bu Danto akhirnya menuruti permintaanku. Aku meminta bu Danto agar sabar, menerima semua cobaan yang tengah menghampirinya. Aku berjanji pada bu Danto akan memberitahu semuanya setelah acara pemakaman Farah selesai.
Aku pun keluar dari kamar Farah, sedang aku juga tahu jika sedari tadi pak Danto menungguiku didepan kamar ini. Sebelum aku masuk ke kamar untuk menemui bu Danto, pak Danto yang sebelumnya mengetahui aku disuruh bu Danto untuk menemuinya, beliau mencegahku. Beliau berkata padaku agar merahasiakan semuanya kepada bu Danto, istrinya.
Aku yang mendapat amanah langsung dari pak Danto untuk mengurus pemandian langsung dari tanganku, sengaja pak Danto berikan agar tidak ada warga yang lain tahu mengenai penyebab kem4tian putrinya. Pak Danto percaya padaku sebab aku tokoh yang disegani dalam bermasyarakat disini. Selain itu aku yang mengajar ngaji anak-anak dan juga putrinya.
Farah termasuk anak didik ngajiku yang cukup pandai juga dekat denganku. Namun setelah Farah masuk SMA, dia tak lagi mengaji denganku. Entah karena malu bahwa dia sudah besar atau karena hal apa aku tak tau. Yang aku tau Farah sekarang s**a membuka auratnya setelah tak mengaji denganku.
Pak Danto lalu berterimakasih padaku karena aku tak memberitahu apa sebenarnya yang terjadi pada Farah ke bu Danto. Aku lalu meminta ijin untuk kembali keruang pengkafanan dan pak Danto mempersilahkannya.
Saat aku berada diruang pengkafanan ternyata jenaz4h Farah sudah dikafani dan bersiap untuk di disholatkan. Jenazah Farah akhirnya dibawa keruang tamu untuk disholatkan secara berjama'ah. Aku pun ditemani beberapa orang membersihkan ruang pengkafanan jenazah dadakan tersebut.
Saat aku membersihkan kapas-kapas yang terjatuh kelantai, tak sengaja aku menemukan kain putih segitiga. Aku langsung bertanya kepada mereka yang ada ditempat ini mengenai kain putih segitiga yang aku temukan.
Namun dari mereka tak ada yang mengatakan jika itu kain kafan. Mereka semua berkata kain kafan yang digunakan untuk jenazah sudah komplit dan sesuai dengan yang aku arahkan. Aku menganggukkan kepala tanda aku mengerti.
Bersambung.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Address
L. Raya Tanggul, Krajan, Klatakan, Kec. Tanggul, Kabupaten Jember
Jember
68155