Equal Line

Equal Line

Share

Photos from Equal Line's post 15/01/2015

Selamat Malam Bro n Sist... :).
Kalo kt mendengar kayu jati dari Jepara, pasti sebagian besar akan berpikir tentang ukiran tradisional. Tp org2 jepara udah Go International loh. Mereka bisa buat wall paneling modern yg akan bikin rumah kamu tambah cozy. Bhkn wall panelling ini juga sangat cocok untuk Hotel, Apartemen, Restoran, Kantor, dll. Silahkan tlp utk pertanyaan atau order: Arthur (087885605061). Sajar (08159149686). Maradona (087888434239).
"PREMIUM TEAK WOOD WITH THE BEST PRICE".

Photos from Equal Line's post 28/12/2014

Selamat Pagi Bro n Sist... :). Bbrp waktu kedepan, Equal Line mau membahas tentang Rumah Adat yg ada di Indonesia. Krn kt mmg harus mencintai budaya sendiri.

RUMOH ACEH bertipe tiga ruang memiliki 16 tiang, sedangkan untuk tipe lima ruang memiliki 24 tiang. Bahkan salah satu rumoh Aceh (peninggalan tahun 1800-an) yang berada di persimpangan jalan Peukan Pidie, Kabupaten Sigli, milik dari keluarga Raja-raja Pidie, Almarhum Pakeh Mahmud (Selebestudder Pidie Van Laweung) memiliki 80 tiang, sehingga sering disebut dengan rumoh Aceh besar. Ukuran tiang-tiang yang menjadi penyangga utama rumoh Aceh sendiri berukuran 20 - 35 cm.

Biasanya tinggi pintu sekitar 120 - 150 cm dan membuat siapa pun yang masuk harus sedikit merunduk. Makna dari merunduk ini menurut orang-orang tua adalah sebuah penghormatan kepada tuan rumah saat memasuki rumahnya, siapa pun dia tanpa peduli derajat dan kedudukannya. Selain itu juga, ada yang menganggap pintu rumoh Aceh sebagai hati orang Aceh yg rendah hati.

BAGIAN-BAGIAN RUMOH ACEH:
1. SEURAMOE REUNGEUN/ Ruang Depan merupakan ruangan yang tidak berbilik (berkamar-kamar). Dalam sehari-hari ruangan ini berfungsi untuk menerima tamu, tempat tidur-tiduran anak laki-laki, dan tempat anak-anak belajar mengaji saat malam atau siang hari. Disaat-saat tertentu, seperti ada upacara perkawinan atau upacara kenduri, maka ruangan inilah yang menjadi tempat penjamuan tamu untuk makan bersama.

2. SEURAMOE TEUNGOH/ Ruang Tengah merupakan bagian inti dari rumoh Aceh, maka dari itu banyak p**a disebut sebagai rumoh inong (rumah induk). Sedikit perbedaan dengan ruang lain, di bagian ruangan ini terlihat lebih tinggi dari ruangan lainnya, karena tempat tersebut dianggap suci, dan bersifat sangat pribadi. Di ruangan ini terdapat dua buah bilik atau kamar tidur yang terletak di kanan-kiri, posisinya menghadap ke utara atau selatan dengan pintu yang menghadap ke belakang. Di antara kedua bilik itu terdapat p**a gang yang menghubungkan ruang depan dan ruang belakang. Rumoh inong biasanya sebagai tempat tidur kepala keluarga. Bila anak perempuan baru saja kawin, maka dia akan menempati rumah inong ini. Sementara orang tuanya akan pindah ke anjong. Bila ada anak perempuannya yang kawin dua orang, orang tua akan pindah ke seuramoe likot, selama belum dapat membuat rumah baru atau merombak rumahnya. Di saat upacara perkawinan, mempelai akan dipersandingkan di bagian rumoh inong, begitu juga saat ada kematian rumoh inong akan digunakan sebagai tempat untuk memandikan mayat.

3. SEURAMOE LIKOT/ Ruang Belakang memiliki tinggi lantai yang sama dengan seuramoe reungeun, serta tidak mempunyai bilik atau sekat-sekat kamar. Fungsinya sering dipergunakan untuk dapur dan tempat makan bersama keluarga, selain itu juga dipergunakan sebagai ruang keluarga, baik untuk berbincang-bincang atau untuk melakukan kegiatan sehari-hari perempuan seperti menenun dan menyulam. Namun, ada waktunya juga dapur sering dipisah dan malah berada di bagian belakang seuramoe likot. Sehingga ruang tersebut dengan rumoh dapu (dapur) sedikit lebih rendah lagi dibanding lantai seuramoe likot. Di bagian atas sering diberi loteng yang memiliki fungsi untuk menyimpan barang-barang penting keluarga.

KEUNIKAN RUMOH ACEH:
●Pengaruh keyakinan masyarakat Aceh terhadap arsitektur bangunan rumahnya dapat dilihat pada orientasi rumah yang selalu berbentuk memanjang dari timur ke barat, yaitu bagian depan menghadap ke timur dan sisi dalam atau belakang yang sakral berada di barat. Arah Barat mencerminkan upaya masyarakat Aceh untuk membangun garis imajiner dengan Ka’bah yang berada di Mekkah. Selain itu, pengaruh keyakinan dapat juga dilihat pada penggunaan tiang-tiang penyangganya yang selalu berjumlah genap, jumlah ruangannya yang selalu ganjil, dan anak tangganya yang berjumlah ganjil.
● Tetapi sebelum Islam masuk ke Aceh, arah rumah tradisional Aceh memang sudah demikian. Kecenderungan ini nampaknya merupakan bentuk penyikapan masyarakat Aceh terhadap arah angin yang bertiup di daerah Aceh, yaitu dari arah timur ke barat atau sebaliknya. Jika arah rumoh Aceh menghadap kearah angin, maka bangunan rumah tersebut akan mudah rubuh. Di samping itu, arah rumah menghadap ke utara-selatan juga dimaksudkan agar sinar matahari lebih mudah masuk kekamar-kamar, baik yang berada di sisi timur ataupun di sisi barat.

Photos from Equal Line's post 24/12/2014

Selamat pagi dan Selamat Natal bagi yang merayakan, Bro n Sist... :).
Material kayu jati emang gak ada matinya... :). Selain membuat interior terkesan hangat, juga mewah.
Selain Furniture, kami (WOOD LINE) juga mengerjakan wood paneling kayu jati untuk Rumah, Kantor, Hotel, Restoran, dll.
Call Us: 08151949686/ 087885605061.
"GET PREMIUM TEAK WOOD WITH THE BEST PRICE".

Want your business to be the top-listed Business in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Jakarta
12130