Ustadz Riyan Prayoga SH

Ustadz Riyan Prayoga SH

Share

05/01/2024

10 PERINGATAN ALLAH DALAM ALQURAN

Alquran telah memberi peringatan tentang berbagai hal yang mesti dihindari setiap Muslim. Jika tidak dihindari dan larut di dalamnya, bisa mencelakakan kehidupan seorang Muslim.

Melalui peringatan tersebut, Alquran menunjukkan bahwa ada perbuatan yang dapat menyebabkan seorang Muslim terjerumus dalam dosa dan kemaksiatan sehingga lalai dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT.

1. MENGIKUTI HAWA NAFSU
Allah SWT melarang hamba-Nya untuk mengikuti hawa nafsu dan menghalalkan segala cara yang membawa kepada selain jalan Allah SWT. Karena itu, Allah SWT memperingatkan bahwa ada azab yang pedih di Hari Kiamat kelak bagi orang-orang yang menyimpang dari jalan Allah SWT.

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
"Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS Al Qashash: 50)

2. JANGAN MEMILIKI PRASANGKA BURUK
Kata 'Dzan' dan turunannya disebutkan sebanyak 50 kali dalam Alquran. Kebanyakan di antaranya memuat tentang prasangka buruk terhadap Allah SWT dan pengingkaran.

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّووْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصصِيرًا

Mereka yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali." (QS Al Fath ayat 6)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa." (QS Al Hujurat ayat 12)

Ayat-ayat tersebut merupakan larangan Allah SWT sekaligus peringatan agar tidak berprasangka buruk. Sebab sebagiannya adalah maksiat, sebagian lagi adalah akidah yang sesat. Prasangka buruk juga mengarah pada dosa lain yaitu: Tahassus dan Tajassus. Tahassus adalah mencari-cari kejelekan orang lain, sedangkan Tajassus adalah memata-matai orang lain.

3. JAUHI IRI DAN DENGKI,
Iri hati atau dengki adalah sesuatu yang tertanam dalam diri orang-orang kafir dan bertentangan dengan kebenaran. Allah SWT pun mengutuk orang-orang kafir karena kedengkian mereka.

Dari dengki, muncul permusuhan. Dengki merupakan penyebab terjadinya perpecahan, putusnya tali silaturahim antarkerabat, rusaknya persahabatan, dan berbagai hal lain yang merugikan dan menyengsarakan banyak orang.
Iri hati atau dengki, ibarat benih kejahatan yang terjadi pada umat manusia. Iri hati adalah dosa yang pertama kali ada di langit, dan kemaksiatan pertama di muka bumi.

4. JANGAN IKIR
Kikir disebut dengan dua lafadz dalam Alquran, yaitu 'Al Bakhl' dan 'Asy-Syuh'. Lafadz 'Bakhl' disebut 12 kali dalam Alquran. Allah SWT berfirman:

هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ ۖ وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ ۚ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ ۚ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَككُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

"Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini." (QS Muhammad ayat 38)

Adapun Asy-Syuh, disebut tiga kali dalam Alquran. Salah satunya ada dalam Surat An Nisa 128

Dan Nabi Muhammad SAW juga telah memperingatkan tentang bahaya pelit. Karena sifat ini telah menghancurkan orang-orang terdahulu sehingga terjadi pertumpahan darah. Sifat pelit mendorong seseorang untuk melakukan kejahatan demi mencapai tujuan dalam jiwa yang telah diperbudak oleh keserakahan.

5. Jangan berbuat zalim
Lafadz 'adz-dzulm' yang berarti zalim, disebut sebanyak 12 kali dalam Alquran. Sebagaimana dalam Surat Ali Imran ayat 192 berikut ini:

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun." (QS Ali Imran ayat 192)

6. Jangan sombong
Lafadz 'al-kibr' muncul 11 kali dalam Alquran. Allah SWT berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ ۙ إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَا ها هُمْ بِبَالِغِيهِ ۚ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Mahamendengar lagi

7. Jangan berbohong
فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ ببِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُانُوا يَكْذِبُونَ

"Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta."

Larangan dan peringatan terhadap sifat tercela ini juga disebutkan oleh Rasulullah SAW. Beliau SAW menyampaikan bahwa berbohong adalah perbuatan yang mengarah pada maksiat dan maksiat membawa ke neraka. Orang yang berdusta maka akan ditulis di sisi Allah SWT sebagai pendusta.

8. Larangan riba
Larangan memakan riba dan peringatannya disebutkan hingga lima kali dalam Alquran. Salah satunya di Surat Al Baqarah ayat 275, sebagai berikut:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ االَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemas**an syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."

Riba dalam hukum Islam merupakan salah satu dosa besar. Islam telah mengharamkannya dan memberikan peringatan yang paling keras agar tidak berurusan dengan riba.

9. JANGAN MAKAN HARTA ORANG
Seorang Muslim diharamkan menggunakan harta orang lain secara batil. Allah SWT berfirman:

وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ࣖ

"Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui." (QS Al Baqarah ayat 188)

Islam juga melarang keras soal pengambilan harta anak yatim secara zalim. Allah SWT berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا

"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." (QS An Nisa aya

10. Peringatan soal api neraka
Peringatan soal api neraka disebutkan dengan berbagai bentuk dalam Alquran. Misalnya dengan lafaz An Naar, Jahannam, Al Sa'iir, Saqr, dan Al Hariiq serta kata-kata lain yang sejenis.

Salah satu peringatan Alquran soal neraka, ada dalam Surat At Tahrim ayat 6, yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At Tahrim ayat 6)

Dalam Tafsir Imam Ath Thabari terhadap ayat tersebut, dijelaskan bahwa Allah SWT mengingatkan dan menuntun kepada para hamba-Nya untuk menjaga diri dan keluarga kita, memeliharanya, dan melindunginya dari api neraka yang menyala-nyala, dengan meninggalkan dosa dan menjalankan ketaatan kepada-Nya.

"Kemudian Dia menggambarkan neraka dengan gambaran yang menakutkan dan tegas...," demikian penjelasan Imam ath-Thabari.

10/11/2023
29/11/2022

SHARE INFO 8 BANTUAN PEMERINTAH UNTUK RAKYAT YANG AKAN DICAIRKAN DESEMBER INI, Simak Apakah Anda Berhak Mendapatkanya.

12/05/2022

MUQADIMAH MC DI ACARA DI TAKSIYAH

Asalamu 'alaikum wr - wb.

Alhamdulillahi rabbil'alamiin, Wabihi nasta'in 'ala umuriddunia waddin. Asholatu washola ashrafil ambiya iwal mursaliin, saiyidina wamaulana Muhammadin wa'ala aalihi washobihi ajma'in, Amma ba'du.

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ
Allazi khalaqal-mauta wal-hayata, liyablu wakum ayyukum ahsanu 'amala, wa huwal 'azizul ghafur.
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
Alladziina idzaa ashaabathum mushibah, Qaaluu inna lillahi wa inna ilahi raji ‘uun.
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Ma ashoba min mushibatin illaa bi idznillah, Wamay yukminu billahi yahdi qalbah, Wallahu bikulli syai-in ‘aliim.

Hadrotal Khuroma,Wal Fudhola: Shohibul musibah sekeluarga besar, Para Haji wal Hajjah, Para Ustadz Ustazah, Para Alim ulama Alladzi Samikna wa Atokna, Wabil Khusus Jama’ah Taksiyah Rahimah kumullah.

Walaupun Dalam suasana duka, Marilah kita sama² tetap bersyukur kepada Allah atas segala limpahan rahmat,hidayah wal inayah-Nya, sehingga kita semua diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bertaksiyah pada malam hari ini, tanpa ada halangan apapun, (Biqoulina Alhamdulillah)
Dan muda² han dengan niat yg tulus, melangkahkan kaki dari Rumah Menuju Rumah duka ini, akan dicatat oleh Allah sebagai pahala Kebaikan yg besar, Aamiin ya rabbal 'alamiin.
Sholawat beriring salam mari kita sanjung agungkan kepada junjungan kita habibina Muhammad SAW yg mana atas perjuangan beliau yg telah membawa kita semua dari zaman jahiliah menuju zaman islamiah seperti yg kita rasakan pada saat ini.

Dan semoga kita semua yang hadir pada kesempatan ini beserta keluarga besar kita, akan diakui sebagai umat beliau hingga kita mendapatkan Syafa’atnya fiddini waddunya wal ahirah – Amin ya rabbal ‘aalamiin.
Hadirin wal Hadirat Rahimah Kumullah, Izinkanlah saya menyampaikan Susunan Acara kita pada kesempata (Malam hari ini)

1. Acara yg Pertama: PEMBUKAAN
2. Acara yg Kedua: Penyampaian/sambutan Ahlil musibah, yg nanti akan disampakaikan oleh; ..................
3. Acara yg Ketiga: Sambutan Tanggapan, mewakili Jama’ah taksiyah, yg nanti akan disampaikan oleh; ..................
4. Disusul dengan acara yg keempat; yakni Acara Inti (Rangkaian peramalan) yg nanti akan di imami oleh: .............. Dan Do’a akan di imami oleh; ......................
5. Acara yg Kelima ; Sholawat Nabi yg nanti akan dipandu oleh; .............
6. Acara Terahir; Penutup.

1. PEMBUKAAN.
Baiklah untuk menyingkat waktu, Marilah kita buka acara kita ini, namun sebelum acara demi acara kita buka bersama, Alangkah baiknya kita ber Iftitah bil qiroatil fatihah, dengan harapan acara kita pada (Malam hari ini) Mendapat Ridho Allah dan berjalan sesuai yg kita harapkan, Ala hadzihinniyyati Walikulli Niyyatin Sholehah Bibarokatil Fatihah ..............

2. Meningkat acara yg Kedua; Penyampaian/sambutan Ahlil musibah,yg akan disampakaikan oleh; .................. “Kepada beliau yg Bertugas waktu dan tempat kami persilahkan”.

3. Acara yg Ketiga; Sambutan Tanggapan Mewakili Jama’ah taksiyah, yg akan disampaikan oleh; .................. “Kepada beliau yg Bertugas waktu dan tempat kami persilahkan”.

4. Acara yg Keempat; Yakni Acara Inti (Rangkaian peramalan) yg akan di imami oleh: .............. Dan Do’a akan di imami oleh; ...................... “Kepada beliau yg Bertugas waktu dan tempat kami persilahkan”.

5. Acara yg Kelima; Sholawat Nabi yg akan dipandu oleh; ............ “Kepada beliau yg Bertugas waktu dan tempat kami persilahkan”.

6. Meningkat Acara yg Keenam; Yaitu PENUTUP.
Alhamdulillah Hirobbil ‘alamiin Usai sudah acara demi acara kita lalui, Kami sebagai Pemandu Acara dan Wakil Tuan Rumah, Memohon ma’af yg sebesar – besarnya, Ahir kata; Wabillahi taufik wal hidayah warridho wal inayah Assalamu ‘alaikum wr – wb.

Penyusun; Ustadz Riyan Prayoga SH
Alamat; Pasar Ngarip Kec. Ulu Belu – Tanggamus
Youtube; DAKWAH Al - Fakir

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Hj. Tutty Alawiyah
Jakarta
10110