Newpoint

Newpoint

Share

20/02/2025

Pareidolia adalah sebuah fenomena psikologis yang melibatkan stimulus samar-samar dan acak (sering kali sebuah gambar atau suara) yang dianggap penting.

Contoh umum termasuk melihat gambar binatang atau wajah-wajah di awan, melihat pria atau kelinci di permukaan Bulan, atau mendengar pesan tertentu di rekaman yang dimainkan secara terbalik.

Melihat wajah di benda mati sebenarnya merupakan hal wajar dan bukan sebuah kelainan atau gangguan mental. Malahan, pareidolia mengarah kepada proses kreatif seseorang

Namun suasana hati dan kesepian juga diketahui dapat meningkatkan potensi seseorang mengalami pareidolia. Namun untuk hal ini, belum ada penelitian yang menyatakan hubungan pastinya. Selain itu, ilmuan juga masih terus meneliti kaitan antara pareidolia dengan autisme, skizofrenia, atau migrain.

Selengkapnya https://www.google.com/search?hl=in-ID&ie=UTF-8&source=android-browser&q=apa+itu+paredoilia

Referensi : Wikipedia dan klik dokter

19/02/2025

Jika dinosaurus belum punah, apa yang terjadi jika kita hidup berdampingan dengan mereka?

1. Infrastruktur yang berbeda : manusia mungkin akan membangun perkotaan dengan benteng pertahanan untuk memisahkan kawasan manusia dan dinosaurus (hmm mirip pulau paradis di aot kali yaa)

2. Ekonomi pariwisata : hadirnya dinosaurus bisa menjadi daya tarik bagi industri pariwisata seperti kebun binatang versi dino (kalau ini mirip Jurassic Park)

3. Teknologi dan sains : manusia mungkin akan mampu mengatasi ancaman dari dinosaurus, seperti persenjataan khusus atau kendaraan yang lebih kuat

4. Keperluan domestik : beberapa spesies dinosaurus mungkin bisa digunakan untuk pekerjaan atau transportasi seperti kuda dan unta

5. Ajang olahraga dan kompetisi : mungkin akan ada olahraga atau kompetisi yang melibatkan dinosaurus, seperti balapan atau adu kekuatan

6. Perubahan Flora dan fauna : kehadiran dinosaurus akan mempengaruhi evolusi pada tanaman serta hewan lainnya, mungkin mengarah pada kepunahan karena beberapa spesies yang tidak mampu beradaptasi

7. Mitologi dan kepercayaan : dinosaurus mungkin akan mempunyai peran besar dalam mitologi dan cerita rakyat manusia, atau mungkin bisa dianggap dewa atau iblis

17/09/2024

El Sosmed memasak 🔥

16/09/2024

Bumi akan segera memiliki bulan kedua, tetapi hanya untuk beberapa minggu. Menjelang akhir September, selama kurang dari dua bulan, sebuah asteroid akan berubah menjadi bulan untuk Bumi. Sayangnya pemandangan dua bulan ini belum tentu dapat diamati dari Bumi oleh masyarakat awam.

Asteroid kecil bernama 2024 PT5 yang akan menjadi bulan kedua itu ditemukan pada tanggal 7 Agustus oleh Asteroid Terrestrial-Impact Last Alert System (ATLAS). Asteroid ini berada pada lintasan di mana ia akan tertangkap oleh gravitasi Bumi. Asteroid 2024 PT5 kemungkinan berasal dari sabuk asteroid Arjuna, tempat benda-benda dekat Bumi dengan orbit yang mirip dengan planet kita hidup.

Carlos dan Raúl de la Fuente Marcos, peneliti di Universidad Complutense de Madrid, Spanyol, mengungkapkan hal ini dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Research Notes of the AAS. Disebutkan asteroid 2024 PT5 akan mengorbit Bumi dari tanggal 29 September hingga 25 November. Setelah menyelesaikan hampir satu orbit, ia akan menjauh.

Ini bukan pertama kalinya Bumi mendapatkan dua bulan sementara. Carlos dan Marcos menulis dalam makalah bahwa skenario dua bulan, meskipun jarang terjadi, sudah pernah terjadi sebelumnya, setidaknya dua kali di masa lalu.

Pertama, pada bulan Juli 2006, ketika sebuah bulan mini mengorbit Bumi selama sekitar satu tahun. Kemudian, benda lain ditemukan yang telah tertangkap dalam tarikan gravitasi Bumi. Benda tersebut lepas pada tahun 2020. Hal ini tidak jarang karena para ilmuwan mengatakan bahwa benda-benda dapat terjerat dalam gravitasi planet untuk waktu yang singkat.

Pada tahun 2020, sebuah bulan mini dikatakan bersembunyi dekat Bumi, tetapi para ilmuwan gagal menemukan data yang meyakinkan. Duo tersebut yakin bahwa itu adalah benda langit dan bukan benda buatan manusia.

"Benda tersebut kemungkinan bukan buatan manusia karena evolusi dinamis jangka pendeknya sangat mirip dengan 2022 NX1," tulis mereka dalam makalah tersebut, mengacu pada asteroid lain yang menjadi bulan mini pada tahun 1981, dan kembali pada tahun 2022.

Source : Sindonews

Want your business to be the top-listed Media Company in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Jakarta