Unshakeable Generation

Unshakeable Generation

Share

29/08/2021

PENGANIAYAAN YANG BERBALIK

Bacaan: 1Petrus 2:18-25
NATS: Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya (1Petrus 2:21)

Pada tahun 64 M, Roma dibakar. Beberapa hari kemudian, dua per tiga dari kota itu tinggal puing-puing yang membara. Desas-desus yang tersebar mengatakan bahwa Kaisar Nero yang telah membakar kota itu sebab ia ingin membangunnya kembali dan menamai kota itu dengan namanya sendiri. Karena ia memerlukan kambing hitam untuk melepaskan diri dari kursi panas yang terkenal itu, ia memilih menyalahkan minoritas yang tak berdaya dan tak disukai orang, yaitu orang-orang kristiani. Kemudian, ia memulai penganiayaan yang begitu dahsyat sehingga ia disebut sebagai antikristus yang pertama. Orang-orang meyakini bahwa Petrus dan Paulus mati sebagai martir pada waktu itu.

Karena kekristenan merupakan hal baru dan pengikutnya relatif sedikit, perlakuan sadis yang dilancarkan Nero kepada orang-orang beriman, termasuk memakai mereka sebagai obor-obor hidup untuk menerangi taman istananya, berlangsung tanpa perlawanan yang berarti.

Meskipun demikian, penganiayaan tersebut akhirnya berbalik arah. Bukannya menjadi semakin lemah, kepercayaan yang baru itu malah semakin kuat. Sejarah mengisahkan kepada kita bahwa beberapa abad kemudian kekristenan menjadi begitu berpengaruh sehingga Kaisar Konstantin menjadikannya agama resmi Kekaisaran Roma.

Tuhan selalu mempunyai maksud dalam setiap penganiayaan. Dia akan memakainya untuk kebaikan apabila kita mau mengikuti teladan Kristus, "ketika Ia menderita ... menyerahkan diri-Nya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil" (1Petrus 2:23)

LEBIH BAIK MENDERITA KARENA KRISTUS

DARIPADA KRISTUS MENDERITA KARENA KITA.

Shalom selamat pagi
Tuhan Yesus memberkati.
Jbu 🙏

14/07/2021

BATU KARANG DAN ROBOT

Bacaan: Mazmur 8
NATS: Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kau-tempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? (Mazmur 8:4,5)

Selama berjalan-jalan menyusuri Taman Dewa yang indah di Colorado Springs, perhatian kami beralih dari batu karang yang besar, agung, dan terbuat dari batu pasir kepada dua orang yang sedang mengenakan pakaian robot. Saat itu taman dijejali para turis musim panas yang tiba-tiba ingin memotret robot tersebut, sementara anak-anak mereka mengelilinginya untuk menyentuh dan berbicara dengan robot-robot tersebut. Masyarakat yang tadinya datang ke taman itu untuk mengagumi keindahan ciptaan Tuhan, kini lebih tertarik untuk menyaksikan orang yang mengenakan kostum kardus yang disemprot dengan cat berwarna perak.

Hal ini kemudian mengingatkan saya pada waktu saya sedang melakukan saat teduh. Betapa seringnya saya duduk untuk mencari Tuhan dengan membaca Alkitab dan berdoa, tetapi tiba-tiba perhatian saya beralih ke koran, tagihan yang belum dibayar, atau daftar berbagai hal yang harus dikerjakan. Pemazmur memusatkan perhatiannya ketika menulis, "Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan .... Jika aku melihat langit-Mu ... apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?" (Mazmur 8:2,4,5).

Ketika sedang merenungkan Tuhan dan ciptaan-Nya, sikap pemazmur yang tinggi hati kemudian berubah menjadi rendah hati dan menghargai kebaikan Tuhan. Kita pun dapat mengalami hal yang sama dengan sang pemazmur apabila kita dapat meletakkan robot dan batu karang dalam sudut pandang yang benar.

MENYEMBAH TUHAN DI ALAM INI ADALAH BAIK

JIKA ITU MENUNTUN KITA UNTUK MENYEMBAH ALLAH SEMESTA ALAM.

Shalom selamat pagi
Tuhan Yesus memberkati 🙏

13/07/2021

DIA INGIN

Bacaan: Kisah Para Rasul 1:1-8
NATS: Kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 1:8)

Dalam bukunya yang berjudul Love Is Now, Peter Gilquist menyatakan bahwa ia dan rekan-rekannya diundang menjadi pembicara bagi sekelompok mahasiswa UCLA [University of California, Los Angeles]. Seusai pertemuan itu, seorang pria muda mengungkapkan keinginannya untuk mendiskusikan keselamatan. Karena itu, Gilquist mengatur pertemuan dengannya pada keesokan paginya.

Mahasiswa ini benar-benar menginginkan apa yang dilihatnya dalam kehidupan orang kristiani. Namun, ia ragu untuk membuat komitmen karena mengira ia harus bersaksi kepada orang lain tentang Yesus. Namun, Gilquist meyakinkannya bahwa untuk menjadi seorang kristiani ia tidak dituntut melakukan apa pun selain percaya kepada Kristus.

Karena menyadari bahwa keselamatan merupakan anugerah_NYA melalui iman, mahasiswa itu dengan gembira menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya. Namun, terjadi sesuatu yang aneh saat ia kembali ke asrama. Ia berjumpa dengan temannya, lalu menceritakan kepada temannya itu tentang iman barunya dalam Kristus. Sebelum hari itu berakhir, ia telah bersaksi kepada semua orang di asramanya tentang Yesus.

Kesaksian kita bagi Kristus seharusnya mencerminkan hati yang penuh rasa syukur, yaitu suatu hasrat yang sungguh-sungguh untuk membagikan berkat keselamatan kepada sesama. Jika kita enggan memberikan kesaksian, marilah kita meminta kepada_NYA agar Dia memberi kita hasrat untuk berbicara tentang Dia. Dengan demikian, kita akan bersaksi karena kita memang ingin melakukannya .

BILA ANDA MENGENAL KRISTUS

ANDA AKAN INGIN AGAR ORANG LAIN JUGA MENGENAL DIA .

Shalom selamat pagi
Jbu 🙏

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Tanjung Priok Jakarta Utara
Jakarta
14320