PDO Filemon
NASIHAT DAN PERINGATAN
Amsal 1:8-19 (TB)
Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu
sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.
Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut;
jikalau mereka berkata: "Marilah ikut kami, biarlah kita menghadang darah, biarlah kita mengintai orang yang tidak bersalah, dengan tidak semena-mena;
biarlah kita menelan mereka hidup-hidup seperti dunia orang mati, bulat-bulat, seperti mereka yang turun ke liang kubur;
kita akan mendapat pelbagai benda yang berharga, kita akan memenuhi rumah kita dengan barang rampasan;
buanglah undimu ke tengah-tengah kami, satu pundi-pundi bagi kita sekalian."
Hai anakku, janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka, tahanlah kakimu dari pada jalan mereka,
karena kaki mereka lari menuju kejahatan dan bergegas-gegas untuk menumpahkan darah.
Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang bersayap,
padahal mereka menghadang darahnya sendiri dan mengintai nyawanya sendiri.
Demikianlah pengalaman setiap orang yang loba akan keuntungan gelap, yang mengambil nyawa orang yang mempunyainya.
Sahabat sekalian, seperti yang rasul Paulus ingatkan kepada Timotius, dan juga kepada kita semua, bahwa:
"Karena AKAR SEGALA KEJAHATAN IALAH CINTA UANG (THE LOVE OF MONEY). Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." (1 Timotius 6:10)
Apa yang penulis Amsal nasihatkan kepada kita supaya kita terhindar dari TERJERAT OLEH AKAR DARI SEGALA KEJAHATAN, YAITU CINTA UANG (LOBA AKAN KEUNTUNGAN GELAP - Amsal 1:19) ...?
1. Dengarkanlah dan lakukanlah nasihat-nasihat bijak dari orang tua kita (ayah-ibu kita); dan juga taatilah nasihat/perintah dari firman Tuhan; baik di dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan hidup kita sehari-hari (Amsal 1:8-9)
2. Janganlah kita menuruti nasihat orang-orang fasik, untuk turut serta dalam melakukan perbuatan jahat bersama-sama dengan mereka (Amsal 1:10-14)
3. Janganlah kita LOBA AKAN KEUNTUNGAN GELAP (CINTA UANG) (Amsal 1:19); sehingga, karena tujuan untuk memuaskan keinginan pribadi, untuk mendapatkan pelbagai barang rampasan yang berharga bagi diri kita sendiri; yaitu, untuk memuaskan keinginan hawa-nafsu kita akan keuntungan gelap; maka kita pun tega untuk "menghadang darah" (melakukan perampasan dan pembunuhan) kepada orang-orang yang tidak bersalah, dengan tidak semena-mena (Amsal 1:11 -16).
4. Sebab percumalah (sia-sia belaka) jika kita berniat jahat untuk "membentangkan jaring" (memasang perangkap kejahatan, dan membuat rencana pembunuhan) kepada orang-orang yang tidak bersalah;
KARENA JIKA KITA SAMPAI TEGA MELAKUKAN HAL-HAL SEPERTI ITU; MAKA, PADA HAKIKATNYA, KITA SAMA SAJA DENGAN MENGHADANG DARAH KITA SENDIRI, DAN MENGINTAI NYAWA KITA SENDIRI ... (Amsal 1:18)
Sahabat sekalian, dengan tegas dan keras, penulis Amsal telah memperingatkan kita, bahwa:
"SETIAP RENCANA JAHAT UNTUK MENGHADANG DAN MEMBUNUH ORANG LAIN, HANYA UNTUK TUJUAN MERAMPAS HARTA KEKAYAAN DARI SI ORANG TERSEBUT BAGI DIRI KITA SENDIRI (Amsal 1:11-17);
MAKA, HAL ITU SAMA SAJA ARTINYA; DENGAN MENGHADANG DARAH, DAN MENGINTAI NYAWA KITA SENDIRI ... (Amsal 1:18-19)
Sahabat sekalian, marilah kita segera sadar kembali dari segala bujukan/rayuan kesesatan dan kejahatan; dan jangan berbuat dosa lagi;
ingatlah dan camkanlah baik-baik, nasihat yang telah rasul Paulus tuliskan kepada sidang jemaat di Korintus berikut ini:
"JANGANLAH KAMU SESAT: PERGAULAN YANG BURUK (DENGAN ORANG-ORANG JAHAT) MERUSAKKAN KEBIASAAN (KARAKTER) YANG BAIK." (1 Korintus 15:33)
"SADARLAH KEMBALI (DARI KESESATAN KITA) SEBAIK-BAIKNYA DAN JANGAN BERBUAT DOSA LAGI!" (1 Korintus 15:34)
AMIN! HALELUYA!
Sekali Yesus! Tetap Yesus! GBU All! 😊🙏
Click here to claim your Sponsored Listing.
Telephone
Address
Jalan Surya Bahagia 2 F No. 11/Sunrise Garden
Jakarta
11520