Majelis Rasulullah
04/10/2018
Kutipan Tausiah (kalam mutiara) Al-Musnid Al'aribillah Al'allamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidhz.
Di Masjid Sultan Iskandar Bandar Dato' Onn, Johor Baru, Malaysia.
2 oktober 2018 || 22 Muharram 1440 H
………………
• Tiada hamba yang selamat tanpa berpegang Teguh kepada Alloh dan rasul Nya. Dan seorang hamba yang berpegang Teguh di jalan yang benar (yang Alloh Ridhoi dan Cintai), maka hamba tersebut akan dinaungi Oleh para Nabi dan Rasul.
• Orang-orang akan dibawa ke dalam neraka secara berkelompok-kelompok, sesuai dengan apa2 yang kelompok itu lakukan saat di dunia (dlm perkelompokan yang tidak Alloh cintai / Alloh murkai).
Dan bagi orang-orang yang bertaqwa di jalan Alloh dan Rasul Nya akan digiring nantinya ke Surga Nya Alloh swt. Dan diharamkan bagi seluruh manusia masuk ke surga sebelum Nabi Muhammad Rasulillah saw memasukinya terlebih dahulu ke Surga Nya Alloh swt.
Begitu juga neraka, tiada yang boleh masuk ke neraka kecuali Iblis sudah masuk duluan ke dalam neraka.
Adapun iming-iming iblis semasa di dunia adalah palsu, karena iblis pun tidak mempunyai apa-apa sebagai jaminan iming-imingnya. Tugas iblis hanyalah mengelabuhi manusia serta menjerumuskan hamba Nya ke dalam neraka. Dan iblispun tidak menyuruh manusia untuk mengikutinya, karena justru manusialah yang mengikuti Iblis.
Semoga Alloh swt senantiasa memberikan kita ketaqwaan, agar kita terselamatkan drpd gangguan syaithon dan iblis.
• Dasar daripada Iman adalah Ikhlas hanya karena Alloh SWT
• Bilamana ada orang fasik yang melakukan kefasikannya di khalayak ramai (di hadapan orang banyak) dengan leluasa tanpa ada yang menghalanginya, maka di dalamnya ada banyak kongsi perksekutuan. Maka akan Alloh hancurkan keseluruhannya (baik yg fasik maupun tidak)
Dan bilamana maksiat merajalela yang dilakukan di dalam keramaian banyak orang serta tak ada instansi di dalamnya yang melarangnya, maka akan Alloh binasakan keseluruhannya.
Namun jika ada kelompok2 yang melarang perbuatan2 tersebut di atas, maka balasan mulia akan Alloh berikan kepada kelompok yang melarang tersebut.
• Bagaimana kalian bisa setenang itu meninggalkan kewajiban anda kepada Alloh (walau satu waktu), Apakah tdk ada beban pikiran atau penyesalan jika meninggalkan satu waktu saja kewajiban kita Kepada Alloh swt.? Ingatlah bahwa kelak balasan Alloh besar bagi yang melakukannya.
• Ingatlah bahwa maksiat hati itu lebih membahayakan daripada Maksiat Jasady (badan). Dan diantara maksiat hati itu adalah iri, dengki, sombong, menghasut, ghibah, membenci, dan saling mencetuskan timbulnya perpecahan di kalangan kaum muslimin.
• Tujuan Alloh swt menciptakan dunia dan isinya ini tiada lain adalah karena Nabi Muhammad Rasulillah saw. Dan kasih sayang Alloh sangatlah besar keatas beliau (saw). Dan apabila kita ingin disayangi Oleh Alloh swt, maka ikutilah Insan Terkasih Nya Alloh swt iatu Nabi Muhammad Rasulillah saw.
Adakah kita tidak mau di sayangi Oleh Alloh swt? Tentunya kita sangat ingin di sayangi oleh Alloh swt.
Dan jika Alloh swt telah menyayangi hamba Nya, maka Alloh tidak akan mengAdzab hamba tersebut. Karena Alloh tidak akan mengAdzab seorang hamba yang telah Alloh swt Sayangi.
Dan hal paling Agung kepada seorang hamba yang disayangNya adalah bahwa setiap pendengaran, penglihatan, gerakan tangan dan langkah kakinya adalah merupakan pantulan cahaya dari Alloh yang telah Alloh berikan kepada hamba Nya tersebut.
Sebagaimana telah Diceritakan oleh Al Habib 'Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Shohibul Maulid Simtud Dhuror), suatu saat didatangi seorang lelaki.orang itu datang menghampiri Beliau dan memohon Doa pada Al Habib Ali Al Habsyi.
Lelaki itu berkata :
"Ya Habib Doakan aku."
Habib Ali bertanya :
"Doa apa yang kau minta?."
Lelaki itu berkata :
"Doakan supaya aku menjadi Hamba yang dicintai Allah Swt."
Jawaban lelaki itu membuat Habib Ali tertegun dan heran, karena kebiasaan Orang yang minta Doa pada Beliau senantiasa mengenai kelapangan rezeki, menginginkan kebahagiaan dan lain-lainnya... Tetapi lelaki ini berbeda Doanya.
Habib Ali bertanya lagi :
"Kenapa kau meminta untuk menjadi Hamba yang di Cintai Allah Swt?."
Lelaki itu menjawab :
"Ketahuilah wahai Habib, aku memiliki seorang anak yang masih kecil, betapa aku teramat sayang dan mencintai anakku, ketika aku sedang mengendong anakku, tiba-tiba dia mengeluarkan kotoran, tetapi tidak ada sedikitpun rasa jijik, apalagi marah didalam Hatiku...Bahkan buah hatiku aku peluk dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang dan tetap aku menciumnya."
"Sehingga aku ingin ketika aku menjadi Hamba yang di Cintai oleh Allah Swt...
Kelak ketika aku kembali Kepada-Nya,
aku ingin Allah mau menerimaku karena Kasih Sayang-Nya,
aku ingin menjadi Hamba yang dicintai-Nya. Sehingga kesalahanku, keburukanku tidak akan dipandang oleh-Nya, tetapi yang dipandang hanyalah kebaikanku, dan aku ingin Allah Swt Mencintaiku sebagaimana aku mencintai anak yang didalam pelukanku tadi."
• Diriwayatkan bahwa Nabi Musa 'Alaihi salam pernah berkata, " Wahai Rabb Ku Yang Maha Mulia, Bagaimana aku dapat membedakan antara orang yang ENGKAU CINTAI dengan orang yang ENGKAU BENCI?"
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: "Wahai Musa, Sesungguhnya jika Aku mencintai seorang hamba, maka Aku akan menjadikan dua tanda kepadanya"
Nabi Musa bertanya, "Wahai Rabb, apa kedua tanda itu?"
Allah S.w.t berfirman: "Aku akan mengilhamkannya agar dia (sekelompok orang-orang) yang berdzikir kepada Ku, agar aku dapat menyebutnya di kerajaan langit dan Aku akan menahannya dari lautan murka Ku, agar dia tidak terjerumus dalam azab dan siksaKu."
Dan Alloh berfirman; "Wahai Musa, jika Aku membenci seorang hamba, Aku jadikan juga dua tanda kepadanya"
Nabi Musa Alaihisalam : "Wahai RabbKu, apa kedua tanda itu?"
Allah S.w.t berfirman : "Aku akan melupakannya (sekelompok orang-orang) berdzikir kepada Ku, Aku akan melepaskan ikatan antara dirinya dan jiwanya, agar dia terjerumus dalam lautan Murka Ku dan merasakan azab pedihKu."
• Sebab dari tertolaknya bala musibah adalah dengan meramaikan masjid dan memakmurkannya dengan halaqah - halaqah, yaitu dengan perbanyak berdzikir di dalamnya, perbanyak membaca dan tadabur Al-Qur'an, serta pembacaan sholawat (mawlid) juga pembacaan Rattib dan berbagai ibadah-ibadah lainnya. Dengan cara seperti itulah Alloh akan meredam segala bala yang akan datang kepada wilayah tersebut.
………………
Allohumma sholli 'ala Sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi Sayyidina Muhammad
Al habib 'umar bin hafidh متعنا الله بطول حياته
Ada seorang sholeh yang datang ke kota Tarim untuk bertemu dan belajar kepada guru mulia al-Habib Umar bin Hafidz. Ketika telah sampai di Tarim dan mempelajari kitab Bidayatul Hidayah, orang sholeh tersebut mengamalkan sedikit demi sedikit sunah-sunah Nabi saw apa yang telah dipelajari di dalam kitab Bidayatul Hidayah. Sekian waktu berlalu orang sholeh tersebut terus memperhatikan gerak gerik al-Habib Umar, dan orang sholeh tersebut sangat kagum melihat sosok al-Habib Umar bin Hafidz. Kemudian orang sholeh tersebut mengatakan "aku tidak perlu membaca kitab ini, cukup bagiku melihat al-Habib Umar bin Hafidz sudah melebihi apa yang ada di dalam kitab ini". Ini menunjukkan setiap gerak gerik, seiap apa yang guru mulia al-Habib Umar bin Hafidz tidak terlepas dari pada sunah-sunah Baginda Nabi Muhammad saw.
(Kisah ini besumber dari salah seorang murid beliau yang berasal dari Indonesia). sultonul qulub alhabib munzir almunsawa pernah bercerita dari mulai 4thn tarbiyah bersama beliau saya tidak menemukan budi pekerti yg lebih dan serasi dgn nabi muhammad saw sbagaimana yg saya lihat dlm pribadi beliau, sbagaimana yang saya lihat dari kitab hadis nabawi tentang budi pekerti rosul, cara duduknya cara berjalannya cara bertidurnya, cara bicaranya dan cara segala galanya semuanya ada di dalam diri guru kita yang mulia alarifbillah alhafidz almusnid alhabib umar bin hafidz..
Semoga Allah swt memanjangkan umur guru mulia al-Habib Umar bin Hafidz dalam segala keberkahan. Semoga Allah swt mempertemukan dan mengumpulkan bersama beliau di dunia sebelum di akhirat kelak bersama Rasulullah saw. Aamiin ya Robbal 'aalamiin..
Wa allahu a'lam bish showwab..
صلو على سيدنا وحبيبنا و شفيعنا و مولنا محمد... و اله وصحبه تسليما..
INDAHNYA MA'RIFATULLAH
Suatu ketika Rabi'ah Adawiyah ditanya, "Apa pendapatmu tentang surga?" Dia menjawab, "Pasangan dan rumah."
Lalu, Rabi'ah pun menjelaskan, "Hatiku tak pernah menoleh ke surga. Aku terfokus kepada Sang Pemilik surga. Siapa yang tidak mengenal Allah di dunia, maka ia tidak akan mengenal-Nya besok di akhirat. Siapa yang tidak memperoleh kenikmatan makrifat di dunia, maka ia tidak akan memperoleh kenikmatan menatap wajah Allah besok di akhirat. Sebab, tidak ada yang muncul tiba-tiba di akhirat. Semua harus dibawa dari dunia. Seseorang tidak akan menuai selain apa yang ia tanam.
Pada Hari Kiamat nanti setiap orang akan dikumpulkan sesuai dengan bagaimana keadaan ketika ia menyambut kematian, karena semua manusia akan mati sesuai keadaan ketika ia menjalani kehidupan." Makrifat yang dibawa serta oleh seseorang dari dunia itulah yang akan menjadi sumber kenikmatannya di akhirat. Hanya saja, dengan disibakkannya tabir itu, makrifat lalu berubah menjadi musyahadah (penyaksian). Dengan begitu, berlipatgandalah kenikmatan yang ia rasakan, seperti kenikmatan yang dirasakan oleh orang yang sedang cintanya mabuk kepayang ketika melihat kekasihnya bukan hanya terbayang dalam khayal, tetapi tertangkap langsung oleh indra penglihat.
Di situlah ia menemukan puncak kenikmatan. Kenikmatan surga dapat dicapai oleh setiap orang sesuai dengan apa yang ia inginkan. Orang yang hanya menginginkan pertemuan dengan Allah SWT jelas tidak akan merasakan kenikmatan selain pertemuan itu sendiri. Bahkan, yang lain hanya akan membuat dirinya menderita. Oleh karena itu, kenikmatan surga tergantung pada kadar kecintaan seseorang terhadap Allah SWT, sementara kecintaan seseorang terhadap Allah sangat tergantung pada makrifatnya. Jadi, kebahagiaan itu bertpangkal pada makrifat, yang dalam istilah agama disebut "iman."
--Imam Al-Ghazali dalam kitab Mahabbah
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Address
Cidodol
Jakarta
11170