Royale Infinity

Royale Infinity

Share

25/02/2026
12/02/2026

Dulu ada masa di mana liat Alaba main tuh bikin tenang. Bukan karena dia bintang besar atau sering selebrasi, tapi karena dia kayak punya cara sendiri buat ngejaga ritme. Tenang tapi tajam.

Waktu dia pindah ke Madrid, gue mikir… itu langkah yang tenang juga. Pas. Nggak banyak drama.

Tapi makin ke sini malah kayak… hilang suara.

Padahal waktu libur panjang kemarin, gue ulang lagi beberapa pertandingan lamanya di laptop lama. Ada satu pas dia masih di Bayern, lawan Dortmund. Lari tanpa banyak gaya, tapi tahu dia lagi ngatur keseimbangan. Nggak semua mata bisa liat itu.

Kadang tuh ya… bukan soal statistik atau durasi main. Tapi soal rasa dilibatkan.

Dan anehnya, sekarang malah muncul rasa kasihan.

Pemain yang pernah jadi poros… sekarang kayak cuma pelengkap waktu menit udah lewat 80. Dibisikin pelan sama pelatih, disuruh pemanasan sebentar, lalu masuk pas ritme udah nggak ke mana-mana.

Apa segitu susahnya percaya lagi?

Apalagi kalau yang diminta itu bukan jadi bintang, tapi cuma dikasih kepercayaan kecil. Kayak orang rumah yang cuma pengen diajak ngobrol pas makan malam.

Gue pernah ada di posisi itu. Nggak persis, tapi ngerti rasanya. Dipanggil telat, dijawab singkat, terus disuruh nunggu lagi. Lama-lama bingung sendiri… kita ini masih bagian dari cerita atau udah diganti tokoh.

Di rumah, abang gue yang dulu ngajarin gue main bola, juga pernah gitu. Ditinggal di bangku cadangan hampir setengah musim waktu SMA. Nggak ada penjelasan. Dan makin lama wajahnya berubah. Tetap hadir, tapi kayak nggak nempel.

Jadi waktu liat Alaba cuek duduk di pinggir lapangan akhir-akhir ini… ada sesuatu yang familiar.

Sepi yang dikenali.

Dan mungkin bukan soal pelatihnya siapa. Tapi soal gimana caranya orang berhenti lihat lo sebagai bagian penting.

Kita bisa sehat, bisa latihan, bisa tunggu rotasi — tapi perlakuan itu nggak selalu logis. Apalagi di dunia yang cepat lupa kalau lo pernah konsisten.

Ngeliat hal kayak gini, kadang bikin mikir… seberapa lama sih kepercayaan itu bisa bertahan di sepak bola?

30/08/2025

"Max Verstappen masih raja 🚀 Tapi siapa 'rival sejati' di belakangnya? Bernie Ecclestone akhirnya buka suara—dan jawabannya bikin jutaan fans melongo!"

Dalam wawancara terbarunya, Ecclestone secara mengejutkan menyingkirkan nama-nama besar kayak Lewis Hamilton dan Lando Norris dari posisi dua terbaik di Formula 1. Gokil sih, keputusan ini langsung bikin rame dunia balap!

Lo setuju sama pilihan Ecclestone, atau punya jagoan sendiri?

Swipe buat liat momen dan reaksi fans F1 di paddock!

Komentar pendapatmu, yuk!

Want your business to be the top-listed Gym/sports Facility in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Kebayoran Baru
Jakarta
12210