Tempo Doeloe

Tempo Doeloe

Share

16/04/2026

Bapak Aparat dari TNI dan Kepolisian tengah memberikan penyuluhan kepada anak² SMA

07/04/2026

Salah satu catatan sejarah "Otentik" sebagai bukti adanya "Invisible Hand" atau cengkeraman terselubung Amerika Serikat terhadap kepemimpinan Presiden Soekarno adalah :

"Tertangkapnya ALLEN LAWRENCE POPPE, Pilot Pesawat Pembom B-26 INVANDER, sebuah maskapai samaran bernama Civil Air Transport (CAT) milik CIA".

Minggu pagi, 18 Mei 1958, di Ambon Kapten Udara Ignatius Dewanto dengan pesawat Mustang P-15 memuntahkan rentetan peluru menghatam mesin Pesawat Poppe yang mengharuskannya terpaksa terjun payung menyelamatkan diri.

Namun, Allen Poppe mendarat tragis dengan kaki patah karena menghantam bagian ekor pesawatnya sendiri, dan tersangkut diatas pohon kelapa.

Awalnya Amerika melalui Menteri Luar Negeri, John Foster Dulles, tidak mengakui terlibat dengan aktivitas Allan Poppe.

Tetapi pihak Tentara Indonesia menemukan bukti Kartu Anggo CIA atas nama Poppe, identitas militer Amerika / kartu anggota Club Perwira Amerika , dan buku log penerbangan melakukan misi tempur di wilayah Indonesia.

Dokumen itu jadi bukti bahwa Poppe adalah seorang tentara Amerika yang bertugas sebagai ujung tombak dalam sebuah operasi dengan sandi "OPERATION HAIK".

Berdasarkan dokumen rahasia CIA yang kini telah dideklasifikasi seperti yang tercatat dalam seri Foreign Relations of the United States), Operasi Haik disetujui pada akhir 1957 sebagai operasi militer spesifik memberikan dukungan udara, senjata, dan logistik kepada pemberontakan PRRI di Sumatera dan Permesta di Sulawesi.

CIA memandang Soekarno sebagai ancaman karena sikap Non-Bloknya. Strategi mereka adalah "destabilisasi terkendali".

Jika Soekarno tidak bisa digulingkan, maka Indonesia harus dipecah. Dengan mendukung pemberontakan di daerah kaya sumber daya seperti Sumatera dan Sulawesi.

Amerika dalam tindakan ini kerap memakai narasi sebagai gerakan anti-komunis atau Perang Dingin.

Greg Poulgrain, peneliti sejarah, menyebut Allen Dulles, Direktur CIA saat itu, ikut terlibat dalam konspirasi ini.

Sebelum memimpin intelijen, Dulles adalah pengacara korporat yang sangat memahami peta kekayaan alam dunia.

Ada indikasi kuat bahwa Operasi Haik dan dukungan terhadap Permesta berkaitan erat dengan upaya penguasaan sumber daya mineral di Sumatera yaitu instalasi minyak Caltex.

Sementara itu, di wilayah Timur Indonesia terdapat "rahasia besar" penemuan cadangan emas dan tembaga raksasa di Ertsberg, Papua, sekarang konsesi tambang Freeport.

Konspirasi ini melibatkan pengusaha besar Amerika yang ingin memastikan bahwa kekayaan alam Nusantara tetap berada dalam orbit kapitalisme Barat, bukan dinasionalisasi oleh kebijakan radikal Soekarno.

Bagi Dulles dan kelompoknya, Soekarno adalah penghalang besar bagi eksploitasi mineral di bumi Indonesia.

Peristiwa 1958 ini membuktikan bahwa teori konspirasi tentang intervensi asing di Indonesia bukanlah sekadar khayalan, melainkan fakta sejarah yang tertulis dalam dokumen deklasifikasi CIA.

SC Daud Ginting

07/03/2026

Jalan Gunung Sahari Di Persimpangan Jalan Dr. Wahidin Jakarta Pada Tahun 1880 Dan Tahun 2024

07/03/2026

Amerika membunuh Bin Laden, lalu apa yang ditawarkannya kepada rakyat Afghanistan setelah itu?

Amerika membunuh Saddam Hussein, lalu apa yang ditawarkannya kepada rakyat Irak setelah itu?

Amerika membunuh Yasser Arafat, lalu apa yang ditawarkannya kepada rakyat Palestina setelah itu?

Amerika membunuh Muammar Gaddafi, lalu apa yang ditawarkannya kepada rakyat Libya setelah itu?

Amerika membunuh Ali Abdullah Saleh, lalu apa yang ditawarkan Amerika kepada rakyat Yaman setelahnya?

Amerika menggulingkan Bashar al-Assad, lalu apa yang ditawarkannya kepada rakyat Suriah setelah itu?

Amerika menangkap Nicolás Maduro, apa yang ditawarkannya kepada rakyat Venezuela?

Amerika tidak bisa dipercaya dan hanya mengadu domba; negara itu hanyalah kekuatan kolonial yang mengeksploitasi rakyat dan sumber daya.

SC : Irfan Hamsir

04/03/2026

SKAKMAT..

Jenderal Israel: Indonesia Jangan Ikut Campur, Orang-orang Kami Ada Disekitarmu, Urus Saja Rakyatmu!.
Mengutip dari kantor berita Yerusalem Straight, Komandan Umum Batalyon Infiltrasi Serangan Senyap Global, Mayor Jenderal Jacoob Ariel Ashaabi, dengan tegas menyatakan bahwa, “Orang kami sudah berada di mana-mana, baik di Eropa, Asia, China, bahkan Afrika.”
baca selengkapnya : https://tanyaislamyuk.blogspot.com/2026/03/jenderal-israel-indonesia-jangan-ikut.html

03/03/2026

Potret alm Wakil Presiden Try Sutrisno bersama istri, tahun 1993

Want your business to be the top-listed Media Company in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Jakarta