Trend.ID
21/10/2025
Pesulap Merah atau Marcel Radhival memberikan respons yang cukup mengejutkan dan mengundang perhatian publik atas tantangan yang dilontarkan kepada alumni Pondok Pesantren Lirboyo. Dia menanggapi video seorang alumni Lirboyo yang mengancam akan mengirim santet ke stasiun televisi Trans7 jika praktik santet tersebut dianggap halal. Namun, Pesulap Merah justru menantang siapa saja yang bisa membuktikan keberadaan santet kepadanya, dengan janji hadiah yang fantastis.
Dalam unggahannya di Instagram pada Sabtu (18/10/2025), Pesulap Merah menyatakan, "Coba sok kalau berhasil membuktikan santet ke gue, gue beliin rumah cash bebas tunjuk di mana pun dan uang Rp 25 juta per bulan seumur hidup." Dia bahkan berani menjadikan dirinya target santet dan bersedia menanggung dosa dari praktik yang dianggap haram tersebut. Pesulap Merah mengkritik keras pihak-pihak yang hanya berani mengeluarkan ancaman tanpa bukti.
Lebih jauh, Pesulap Merah juga menyindir kelompok yang menggunakan isu santet untuk menakuti masyarakat. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak lagi dibodohi dengan isu-isu tak berdasar tersebut. Sebagai gambaran betapa bahayanya fitnah santet, ia mengungkit tragedi kelam yang terjadi di Banyuwangi pada 1998-1999, di mana banyak dukun santet menjadi korban pembantaian akibat tuduhan dan fitnah.
Tegas dan berani, Pesulap Merah berharap tantangannya ini menjadi upaya untuk mengakhiri penakutan masyarakat dengan ilmu-ilmu santet yang kerap disalahgunakan pihak tertentu. Respons ini bukanlah untuk ikut campur dalam pro-kontra pemberitaan Trans7 soal pondok pesantren, melainkan lebih kepada menghentikan penyebaran kebodohan soal santet yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.
pria ini mengkritik atas ketidak puasannya terhadap syech muharam atau bupati aceh besar.
padahal dalam hal ini sudah sama-sama kita ketahui bahwa aceh telah berdamai dengan indonesia,maknanya bukan hanya syech muharam,tapi semuanya yang telah mengikuti langkah damai,telah melanggar sumpah-sumpah yang ada di dalam perjuangan di masa lalu.
Seorang bocah berumur 5 tahun menjadi korban kekejian ayah tiri dan ibu kandung di Pemukiman Karya Tani Register 45, Jalan Lintas Timur Brabasan, Kecamatan Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung. Korban perempuan ini dirantai kakinya dalam kondisi rumah digembok.
Bocah malang bernama Sonia, putri pasangan ibu kandung Emi, 32 tahun, dan ayah tiri Teguh, 35 tahun, ditemukan warga terdengar menangis. Warga mengintip lewat jendela dan melihat kaki kanannya dirantai pada salah satu tiang.
Sonia rupanya dirantai kakinya begitu orangtuanya berangkat kerja waktu dini hari pukul 04.00 WIB hingga pulang pukul 14.00 WIB. Selama seharian itu cuma disediakan segelas kopi. Meski perut lapar, ia tidak bisa kemana-mana. Apalagi ibu dan ayah tirinya kadang-kadang baru pulang larut malam dengan membawa adik bungsunya berusia dua tahun.
Tangisan korban membuat tetangga mengamuk. Warga mendobrak pintu dan segera mengevakuasi Sonia. Namun, proses pelepasan rantai tidak mudah karena dipaku menancap tiang.
Setelah dicoba menggunakan palu, rantai terlepas hingga korban dibawa keluar dengan kondisi jalan agak pincang. Warga berhati-hati melepas lilitan rantai guna menghindari luka kaki.
berat
semoga kakek ini cepat insaf
saket cupo nyoe
Surat mita sedekah
berat
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Culinary Team
Attire
Website
Address
Jakarta