Tutorial Make Up Cewek
“Kamu hanya iri.”
Kalimatnya pendek, tapi rasanya kayak ditampar pelan… dan kena tepat di hati.
Jujur aja, sering kali masalah kita bukan karena nggak bisa.
Tapi karena iri.
Iri lihat orang lain berani mulai.
Iri lihat orang lain pelan-pelan jalan, sementara kita masih di tempat yang sama.
Ironisnya, ide itu sudah lama ada di kepala kita.
Sudah direncanakan, dipikirkan, bahkan dibayangkan berkali-kali.
Tapi berhenti di situ.
Nggak pernah benar-benar dilahirkan jadi tindakan.
Kenapa?
Karena kita takut.
Takut dicaci.
Takut dibicarakan.
Takut gagal.
Bahkan… takut dipuji.
Kita terlalu sibuk membayangkan komentar orang lain,
sampai lupa satu hal:
mau benar atau salah, mau sukses atau jatuh,
orang tetap akan bicara.
Lucunya, kita sering bilang “takut gagal”,
padahal mencoba saja belum.
Kita pengin sukses, tapi nggak pengin melewati proses capek, jatuh, dan diremehkan.
Kita lihat hasil orang lain,
tanpa mau tahu luka, lelah, dan harga yang mereka bayar sebelumnya.
Akhirnya kita memilih zona nyaman.
Tempat aman.
Tempat yang nggak menyakitkan…
tapi juga nggak membawa kita ke mana-mana.
Padahal hati kita sudah berkali-kali berbisik,
“Coba aja.”
“Mulai aja.”
“Tinggal satu langkah.”
Tapi nyali kita keburu ciut.
Dan tanpa sadar, kita menunda hidup kita sendiri.
Opini pribadiku sederhana:
solusinya nggak ada di luar sana.
Nggak ada di motivator, nggak ada di buku, nggak ada di orang lain.
Solusinya ada di diri kita sendiri.
Kalau kita nggak berani berubah,
maka hidup kita akan berhenti sejau keberanian kita hari ini.
Dan jangan berharap berhasil,
kalau untuk memulai saja kita masih bersembunyi.
Sekarang aku tanya ke kamu —
apa yang sebenarnya kamu takutkan: gagal…
atau melihat orang lain berhasil duluan sementara kamu masih diam di tempat?
Curhatan hati seorang istri..
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Jakarta