Pendidikan Sejati
SEJARAH YANG TERULANG!
Karena Tak S**a Menghafal, Einstein Kecil Dianggap Bodoh oleh Gurunya
(Part 3/4) Behavioristik
Karakteristik Behaviorisme:
* Tidak menganggap potensi bawaan, justru menekannya agar dapat dibentuk sesuai keinginan
* Tidak membahas aspek metafisik (jiwa, ruh, fitrah).
* Menghindari pembahasan tentang Tuhan karena dianggap di luar wilayah sains empiris.
Jika pandangan ini diterapkan secara ekstrem dalam pendidikan, maka:
* Anak dianggap produk lingkungan semata.
* Pendidikan fokus pada kontrol, reward–punishment (penghargaan-hukuman).
* Keunikan dan potensi personal tidak dihargai.
* Guru cenderung menjadi “pengendali perilaku”, bukan penumbuh potensi.
* Manusia direduksi menjadi mesin respons.
13/02/2026
Waduh, hati-hati pak Guru nanti banyak yang tersesat seperti postingan sebelumnya tentang hafalan perkalian.
Pertanyaannya apakah konsep perkalian hanya berlaku untuk bilangan bulat saja pak Guru?
Sangat tidak konsisten jawabannya,
1/2 kali sejauh 6 langkah artinya 1/2 + 1/2 + 1/2 + 1/2 + 1/2 + 1/2 = 3
Berseberangan dengan postingan Pak Guru yang menganggap 2 x 5 = 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 adalah ❌ (salah)
Betul memang dalam aturan Aljabar 2 x 5 = 5 + 5 tapi tidak menyalahkan 2 + 2 + 2 + 2 + 2 karena ada sifat komutatif perkalian.
2 x 5 = 2 + 2 + 2 + 2 + 2
Bisa juga,
2 x 5 = 5 x 2 (sifat komutatif)
= 5 + 5
Sekarang pindah ke Bahasa Indonesia mengenai "Dikali" dan "Di kali", kayanya tidak perlu dijelaskan lagi ya, mana yang menyatakan keterangan tempat.
Soal "kali" dan "dikali"
"kurang" dan "dikurang"
"tambah" dan "ditambah"
"bagi" dan "dibagi"
Masalahnya dimana kira-kira?
Maka, inilah pentingnya pemahaman yang utuh daripada sekedar hafal perkalian. Cek pada postingan sebelumnya.
Hati-hati pak Guru, postingan pak Guru sangat menginspirasi untuk di-copas dan di-share.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Address
Indramayu