Rajarajut99
🍄 *BACAAN TAHIYAT DIALOG RASULULLAH SAW DENGAN ALLAH SWT* 🍄
ANDAI kita mengetahui bahwa sebagian dari bacaan shalat itu adalah dialog. antara RASULULLAH SAW dengan ALLAH AZZA WAJALLA, tentu kita tdk akan terburu-buru melakukannya...
ALLAHU AKBAR ternyata bacaan shalat itu dpt membuat kita seperti berada di syurga...
*Mari kita camkan dan renungkan kisah berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita, Masya Allah..*
*Singkat cerita, pada malam itu Jibril AS mengantarkan Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril AS tdk diperkenankan utk mencapai Sidratul Muntaha* , maka Jibril AS pun mengatakan kepada Rasulullah SAW utk melanjutkan perjalanan sendiri tanpa dirinya...
Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana ALLAH SWT hingga tiba di Arsy...
Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Muhammad SAW berhadapan dan berbincang secara langsung dg ALLAH Azza wa Jalla...
*Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya moment ini, Masya Allah..*
PERCAKAPAN Antara Muhammad Rasulullah SAW dg ALLAH Subhanahu wata'ala :
*a). Rasulullah SAW pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada ALLAH SWT*
*ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH...*
*(Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik ALLAH)* .
*b). Kemudian Allah SWT menjawab sapaannya* :
*ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH* .
*(Segala pemeliharaan dan pertolongan ALLAH untukmu wahai Nabi, begitu p**a rahmat ALLAH dan segala karunia-Nya).
*c) Mendapatkan jawaban seperti ini, Rasulullah SAW tdk merasa jumawa atau berbesar diri, justru beliau tidak lupa dengan umatnya (ini yang membuat kita sangat terharu)*
Beliau menjawab dengan ucapan :
*ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.*
(Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kpd kami dan semua hamba ALLAH yg shalih)* .
Bacalah percakapan mulia itu sekali lg… itu adalah percakapan Sang Tuhan dan hamba-NYA, Sang Pencipta dan ciptaan-NYA dan mereka saling menghormati satu sama lain, menghargai satu sama lain dan lihat betapa Rasulullah SAW mencintai kita umatnya, bahkan beliau tdk lupa dg kita ketika Dia dihadapan ALLAH SWT...
*d). Melihat peristiwa ini, para malaikat yg menyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan ter-kagum2 betapa Rakhman dan Rakhimnya ALLAH SWT, betapa mulianya Muhammad SAW...*
Kemudian para malaikat pun mengucap dg penuh keyakinan :
*ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH*
(Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain ALLAH dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul Allah)* .
*Jadilah rangkaian percakapan dlm peristiwa ini menjadi suatu bacaan dlm SHALAT yaitu pd posisi TAHIYAT Awal dan Akhir, yg kita ikuti dg shalawat kpd Nabi sebagai sanjungan seorang individu yg menyayangi umatnya..*. .
*MUNGKIN sebelumnya kita tdk terpikirkan arti dan makma kalimat dlm bacaan ini* .
Mudah2an dg penjelasan singkat ini kita dpt lbh meresapi makna shalat kita. Sehingga kita dapat merasakan getaran yg dirasakan oleh para malaikat disaat peristiwa itu...
وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب
Assalamu'alaikum Wr Wb Sahabat2ku...
Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat, ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..
Aku melihat hidup teman2ku tak ada duka dan kepedihan, ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri..
Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian, ternyata ia begitu menikmati badai hujan dlm kehidupannya..
Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna, ternyata ia hanya berbahagia menjadi apa adanya..
Aku melihat hidup tetanggaku beruntung, ternyata ia selalu tunduk pada Alloh untuk bergantung..
Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui..
Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmatMu..
Bahwa di belahan dunia lain masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki saat ini....
Dan satu hal yang aku ketahui, bahwa Allohu Rabbi tak pernah mengurangi ketetapanNya.
Hanya aku lah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan takdir Ilahi...
Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain..
Mungkin aku tak tahu dimana rezekiku.. Tapi rezekiku tahu dimana diriku..
Dari lautan biru, bumi dan gunung, Alloh Ta'ala telah memerintahkannya menuju kepadaku...
Alloh Ta'ala menjamin rezekiku, sejak 4 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..
Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja..
Karena bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..
Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..
Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..
Mereka lupa bahwa hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya..
Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Alloh menaruh sekehendak-Nya..
Diulang bolak balik 7x shafa dan marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki sang bayi, Ismail a.s.
Ikhtiar itu perbuatan..
Rezeki itu kejutan..
Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rezeki akan ditanya kelak..
"Darimana dan digunakan untuk apa"
Karena rezeki hanyalah "hak pakai", bukan "hak milik".
Maka, aku tidak boleh merasa iri pada rezeki orang lain.
Bila aku iri pada rezeki orang, sudah seharusnya juga iri pada takdir kematiannya....
astaghfirullaah...
Untaian kalimat" ini sejujurnya ditujukan untuk diri saya sendiri yang masih berupaya menata hati yang sangat banyak kekurangan, tetapi siapa tahu juga bermanfaat bagi sahabat sahabat ku yang seiman.
Robbana Taqobbal Minna.
Yaa Alloh terimalah dari kami (amalan kami),
Aamiin yaa Robbal'alamin
📱HAND PHONE.
Imam Masjidil Al Haram Asy-Syaikh Su’ud asy-Syuraim dalam sebuah khutbah Jum’at beliau berkata :
"Adakah dari kita yang tidak melihat perubahan dalam kehidupannya setelah masuknya Whats App, Facebook, Instagram dan yang lainnya dalam kehidupannya ?
Bacalah !
Hal ini merupakan "Ghazwul fikri" yang menyerang akal, namun sangat disayangkan kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari dien Islam yang lurus dan dari dzikir kepada Allah.
Kita telah menjadi penyembah-penyembah, Whats App, Twitter, Facebook, Instagram dan semacamnya.
📹 Kenapa hati kita mengeras?
Itu karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan, dan juga kejadian2 yang di share di Whats App...
💜 Hati kita kini mempunyai kebiasaan yang tak lagi takut pada sesuatupun. Oleh karena itulah, hati kita menjadi mengeras bagai batu.
💔 Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan ?
Karena kini silaturrahmi kita hanya via Whats App saja, seakan kita bertemu mereka setiap hari.
Padahal bukan begitu tata cara bersilaturrahim dalam agama Islam (Kita perlu datang secara phisik, mengucap salam, bersalaman, membawa oleh-oleh, saling ingat mengingatkan, nasehat menasehati, saling doa mendoakan, dll).
👄 Kenapa kita sangat sering meng ghibah (ngrumpi), padahal kita tidak sedang duduk dengan seorangpun. Itu karena saat kita mendapatkan satu message yang berisi ghibah terhadap seseorang atau suatu kelompok, dan dengan cepat kita sebar ke grup-grup yang kita punya.
Dengan begitu cepatnya kita meng ghibah, sedang kita tidak sadar berapa banyak dosa yang kita dapatkan dari hal itu.
Sangat disayangkan, kita telah menjadi pecandu...
🍴 Kita makan, handphone ada ditangan kiri kita.
Kita duduk bersama teman-teman, HP ada di genggaman.
🎎 Berbicara dengan ayah dan ibu yang wajib kita hormati, akan tetapi handphone ada di tangan p**a.
🚕 Sedang mengemudi kendaraan, HP juga di tangan.
💏 Sampai-sampai anak-anak kita pun telah kehilangan kasih sayang dari kita, karena kita telah berpaling dari mereka dan lebih mementingkan handphone.
"Aku tidak ingin mendengar seseorang yang memberi pembelaan pada teknologi ini. Karena sekarang, jika sesaat saja HP kita tertinggal betapa kita merasa sangat kehilangan...
Ah, andai perasaan seperti itu ada juga pada shalat dan tilawatul (pembacaan) Qur'an kita..."
Adakah dari kita yang mengingkari hal ini?
Dan siapa yang tidak mendapatkan perubahan negatif dalam kehidupannya, setelah masuknya teknologi ini pada kehidupannya dan setelah menjadi pecandu?
Demi Allah, siapakah yang akan menjadi teman kita nanti di kubur? Apakah HP?
🌸 Mari kita sama-sama kembali kepada Allah, jangan sampai ada hal2 yang menyibukkan kita dari dien (agama) kita. Karenanya kita tidak tahu, berapa lamakah sisa umur kita".
📖 Allah berfirman:
“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit”. QS.Thoha: 124.
🍀 Semoga handphone yang kita miliki adalah wasilah untuk kebaikan dan bukan wasilah dalam keburukan...
🍁 Jangan disembunyikan nasihat ini, agar tidak menjadi seseorang yang menyembunyikan ilmu...
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Semoga bermanfaat
Jangan Meludah Kearah Kiblat
Dalam keseharian kita bisa meludah lebih dari 10 kali dan arah meludahpun tidak pernah diperhatikan.
Meludah adalah mengeluarkan kotoran yang ada di mulut pada saat sakit (batuk berdahak) atau sedang menggosok gigi (kumur2).
Etika meludah dalam islam diatur sedemikian rupa seperti sabda Nabi Muhammad Saw.
Rasulullah Saw bersabda:
"Barangsiapa meludah ke arah kiblat, maka ia akan datang pada hari kiamat sedang ludahnya itu menempel di antara dua matanya" ( HR. Sunan Abu Dawud:3826 ).
Bagi para peziarah di kota suci Mekah Madinah, pemerintah Saudi Arabia banyak menempel peringatan agar peziarah menjauhi maksiat seperti merokok dan juga menghormati tanah suci dengan tidak meludah disembarang tempat apalagi meludah kearah kiblat.
Bahkan arsitek Islami sudah merancang agar toilet untuk buang air kecil dan besar tidak menghadap kearah kiblat.
Kiblat adalah arah menghadap Masjidil Haram yg didalamnya ada Baitullah, dalam Al Quran Yang Mulia, ALLAH SWT memberikan petunjuk dan perintah kepada Nabi Muhammad Saw untuk menghadapkan wajahnya ke arah Kiblat...
قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَىٰهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ ﴿١٤٤﴾
"Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."
(Q.S.2:144)
وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۖ وَإِنَّهُۥ لَلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ ﴿١٤٩﴾
"Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
(Q.S.2:149)
وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَٱخْشَوْنِى وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِى عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ﴿١٥٠﴾
"Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk."
(Q.S.2:150)
Temukan rahasia kiblat dengan hadir di Tanah Suci melaksanakan Haji dan Umroh...
Semoga bermanfaat.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Address
Bandung
Indo
40212
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 17:00 |
| Saturday | 09:00 - 14:00 |