GRIYA SAHLA 2 GARUT
12/09/2017
Kump**an beberapa Foto Konsumen dari mulai bayar DP, Interview & Akad kredit Rumah ..
Tag temen, kerabat, keluarga yang ingin memiliki rumah subsidi rumah murah tapi berkualitas :)
31/05/2017
Bagi banyak orang dengan adanya rumah subsidi merupakan angin segar di tengah harga rumah yang terus naik dan tidak terkejar.
Kenapa harus beli rumah subsidi ??
Apa lagi kalau bukan murah dan KPR flat sampai kiamat heheh, bagi saya rumah subsidi ini lebih baik daripada kita harus ngekost terus-terusan, dan sekalian investasi, karena harga tanah dan rumah itu gak bakalan turun.
Untuk info cara pemesanan, silakan kontak WA ya 0877 5454 96 / 0823 1087 6000
Dp rumah 2,5 jt
angsuran kpr 779rb
tenor 20 th
type 30/72 (2 kamar tidur)
lebar muka 6 m
7 menit dari pusat kota garut
kantor pemasaran buka jam 9:00 s/d 21:00 setiap hari (termasuk tanggal merah)
uang muka 2,5 jt
Biaya kpr 7,5 jt
pilihan angsuran kpr :
- 779 rb (tenor 20 th)
- 1,3 jt (tenor 10 th)
- 2,3 jt (tenor 5 th)
Kelebihan tanah 1 jt per meter
(dibayar diluar skema kpr)
Kantor pemasaran :
perumahan griya sahla 2
block A no. 6
Jl. Godog, lebak jaya, karangpawitan, kab. Garut
27/04/2017
Sahabat griya sahla, kali ini sy akan membahas mengenai karyawan kontrak VS KPR (kredit kepemilikan rumah)
“Perkenalkan, saya karyawan kontrak di perusahaan swasta. Apakah status saya itu bisa mendapatkan cicilan rumah (KPR)?”
hampir sebagian besar yang berstatus karyawan kontrak atau freelancer mempunyai pertanyaan yang sama.
Pemikiran itu berangkat dari posisi ‘sadar diri’ karena berpenghasilan tak tetap. Maklumlah, status kepegawaian yang masih kontrak atau tidak tetap di suatu perusahaan bisa menjadi masalah saat mengajukan KPR.
Biasanya, bank menanyakan temtang status kepegawaian saat pengajuan KPR. Hal itu wajar mengingat bank tak mau ambil risiko uang yang dipinjamkan gagal kembali lantaran si debitur tak punya penghasilan tetap selama masa tenor kredit.
Sahabat griya sahla yang masih kontrak atau freelancer tak perlu patah semangat. Team griya sahla 2 akan memberikan tips tentang bagaimana cara memiliki rumah dengan KPR untuk karyawan kontrak atau freelancer.
Kira-kira apa saja itu?
Harga rumah
Boleh bermimpi punya rumah mewah, tapi tetaplah injak bumi. Maksudnya, sadari dulu kapasitas keuangan dalam memilih rumah.
Meski begitu bukan berarti karyawan kontrak atau freelancer tak bisa dapat rumah mewah. Bisa saja sih asalkan sekalinya dapat penghasilan besarannya sampai ratusan juta.
Hanya, kebanyakan tidak demikian. Mayoritas karyawan kontrak atau freelancer pendapatannya tak beda jauh dengan yang tetap. Beda cuma di status saja. Maka itu penting untuk memilih rumah dengan harga yang sesuai dengan kemampuan keuangan masa kini dan masa depan.
Pastikan rasio pendapatan selalu lebih besar dari angsuran
Meski status kontrak ataufreelancer, tapi pada pokoknya tetap punya penghasilan bukan? Nah, di sini bank akan mengukur rasio pendapatan terhadap besaran angsuran.
Kalau rasio pendapatan selalu lebih besar dari nilai angsuran atau utang, bank akan mempertimbangkan permohonan KPR.
Terdapat juga teori yang diakui di seluruh dunia kalau bank akan mempertimbangkan maksimal pengeluaran adalah 40% dari total pendapatan.
Maka itu, trik terpenting bagi karyawan kontrak atau freelancer agar dilirik bank saat pengajuan KPR adalah memperbesar rasio pendapatan ini.
Caranya bagaimana? Pastikan tak punya utang lain di luar cicilan KPR.
Bank akan menghitung kewajiban bayar semua kredit yg dimiliki calon debiturnya, pada perinsipnya jumlah angsurannya tidak boleh melebihi uang bulanan. Jadi kalau masih punya angsuran lain, bank akan menghitung juga.
Kok bank bisa tahu? Ya iyalah. Semua utang seseorang baik di bank atau leasing ada riwayat kredit nya, baik atas nama diri sendiri maupun pasangan. Informasi ini didapat bank dengan mengakses SID (sistem informasi debitur) yang dicatat oleh bank indonesia.
Contoh Si acep yang kebetulan jadi karyawan kontrak di perusahaan rental mobil.
Penghasilan : Rp 5.000.000
Biaya hidup : Rp 2.500.000
Kredit motor : Rp 700.000
Kredit elektronik : Rp 300.000
Sisa/ditabung : Rp 1.500.000
Dari rincian tersebut diketahui acep masih surplus Rp 1,5 juta. Meski begitu, jika dia mengambil cicilan KPR sebesar Rp 1,5 juta maka tak ada lagi pos untuk ditabung. Separuh pendapatannya habis untuk bayar kredit motor, elektronik, dan KPR.
Bank menilai kondisi finansial acep tak sehat. Lain halnya jika dia tak punya utang kredit motor dan elektronik, bisa jadi bank akan berpendapat berbeda karena pendapatannya masih tersisa Rp 1 juta. Jadi... , trik yang paling gampang adalah meniadakan dulu utang lain di luar KPR.
Oh ya catatan penting lagi, perlu ditekankan penghasilan itu bukan hanya yang berasal slip gaji saja. Si acep bisa saja melampirkan bukti penghasilan lain di luar gajinya sebagai karyawan kontrak perusahaan rental mobil.
Maksudnya kalau ada penghasilan lain bisa dimasukkan asalkan ada buktinya. Gampangannya, acep ternyata punya kerja sambilan menulis buku. Nah, dia bisa minta tolong dengan penerbit buku untuk membuat surat perjanjian kerjasama. Pendek kata, surat itu membuktikan proyek buku itu dikerjakan acep, Terus tunjukkan bukti transfer uang atas upah pekerjaan sampingan itu ke bank.
Menabung lebih banyak untuk kurangi pokok utang
Pilih mana, menargetkan bisa bayar angsuran besar atau memperbanyak tabungan dari pendapatan yang pada gilirannya mengurangi pokok utang KPR?
Satu yang pasti, beban cicilan KPR bisa ditekan dengan mengurangi sisa pokok utang. Dari mana duitnya? Ya dari perbanyak tabungan.
Misalnya si acep tadi yang berpenghasilan Rp 5 juta di mana 1,5 juta untuk cicilan KPR. Sebenarnya acep punya sisa 3,5 juta. Bila bisa menekan biaya hidupnya hanya Rp 1,5 juta maka dia punya sisa uang untuk ditabung Rp 1 juta/bulan.
Nah, kump**an duit tabungan ini bisa digunakan untuk ‘mengurangi sisa pokok utang’. Tentu dengan syarat konsisten!
Berburu promosi kredit rumah
Mendapatkan promosi kredit memang untung-untungan. Tapi yang jelas cukup banyak bank maupun developer yang getol menawarkan promosi kredit rumah.
Seperti promo "boa edan uang muka 2,5 jt" yang di release Griya sahla 2 dari pertengahan april 2017 lalu, paling oke tentunya promosi kredit dalam bentuk jangka waktu yang cukup lama.
Katakanlah bank lain tidak ada kredit yang sampai 15 tahun, mereka hanya mentok 10 tahun. Sedangkan Bank ABC menawarkan tenor sampai 15 tahun.
Cuma tetap dibuatkan simulasinya. Pastikan angsurannya juga murah dan besaran pendapatan masuk dalam hitungan bank.
Cari alternatif pembelian di luar KPR
Pasang mata pasang telinga siapa tahu dapat rumah nyicil tanpa bunga...
KPR sebenarnya bukan satu-satunya jalan mendapatkan rumah idaman.
Alternatif nya adalah skema kredit in house. Skema ini membuat calon pembeli rumah berutang langsung ke developer.
Alternatif lainnya lewat pinjaman orangtua, saudara, atau teman. Tentu saja opsi ini sangat tergantung dari integritas si peminjam, khususnya kalau mau pinjam dengan teman.
Itulah beberapa opsi yang bisa dipilih karyawan kontrak atau freelancer dalam bernegosiasi dengan bank saat pengajuan KPR.
Biar afdol ada baiknya terapkan tips berikut ini:
Perbaiki catatan rekening bank. Kalau yang penghasilannya tak ditransfer, sebaiknya usahakan setor pemasukan ke rekening tabungan terlebih dulu sebelum digunakan. Bila perlu usahakan terjadi setoran berturut-turut selama 6 bulan.Kelancaran bayar utang di tempat lain. Pastikan track record kredit di bank lain atau lembaga keuangan lain dalam kondisi bagus. Jangan sampai masuk daftar hitam bank indonesia (black list bi).
Jadi jelas bukan kalau karyawan kontrak atau freelancer juga mungkin untuk mendapatkan KPR. Yang penting bisa menunjukkan bukti nyata kalau calon debitur memiliki penghasilan dan besarannya mencukupi untuk membayar kewajiban angsuran.
Sumber:
https://blog.duitpintar.com/kpr-untuk-karyawan-kontrak-atau-freelancer-tiada-yang-mustahil-2/
Apa Saja Yang Ditanyakan Pihak Bank Saat Interview KPR?
Team griya sahla sering menjumpai calon debitur yang nervous atau gugup saat akan menghadapi sesi wawancara kpr, hal ini terjadi salah satunya dikarenakan ketidaktauan tujuan wawancara kpr, sehingga banyak calon debitur menjadi tidak confident, takut salah dalam menjawab sehingga pengajuan kreditnya tidak disetujui.
Untuk itu team griya sahla 2 akan memberikan info seputar wawancara kpr agar calon debitur dapat lebih confident dalam menghadapi wawancara kpr sehingga menambah trust pihak bank untuk memberikan kredit kepada calon debitur.
Pertanyaan wawancara KPR tentu berkaitan dengan kredit yang akan menjadi tanggungan Anda dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu, sebelum akad kredit, pihak bank harus melihat apakah Anda meyakinkan untuk menjadi clientpotensial untuk diberikan pinjaman sejumlah dana. Wawancara pun menjadi penentu akhir apakah Anda cukup bertanggung jawab dalam kewajiban kredit kedepannya.
Sebelum wawancara, pastikan Anda membawa segala kelengkapan syarat surat dan dokumen karena interview juga mencakup crosscheckdata yang Anda miliki. Agar tidak tertinggal, siapkan dari jauh-jauh hari dan cek kembali secara runut. Setelah yakin semua surat dan dokumen yang dibutuhkan sudah siap, Anda bisa mulai berlatih menjawab pertanyaan yang akan diajukan oleh pihak bank saat mewawancarai pemohon kredit berikut ini:
1.Mata pencaharian
Apa yang Anda lakukan dan dari mana Anda mendapatkan uang, tentu menjadi pertimbangan bank dalam memberikan pinjaman. Pihak bank akan mengkonfirmasi ulang mengenai mata pencaharian Anda meskipun sudah mengetahui melalui dokumen yang diberikan. Mereka akan mengajukan pertanyaan seputar pekerjaan Anda secara mendetail mulai dari jenis pekerjaan dan perusahaan dibidang apa, apakah Anda pekerja tetap dan memiliki sampingan, sudah berapa lama bekerja, apakah berencana untuk resign, dan sebagainya.
2.Penghasilan
Setelah selesai menanyakan seputar mata pencaharian, Anda akan ditanyai besaran penghasilan bulanan. Ini krusial, karena pihak bank akan melakukan cross check slip gaji yang Anda berikan kemudian menilai apakah penghasilan Anda seimbang untuk membayarkan cicilan. Idealnya, bank akan memberikan cicilan 30 persen dari pendapatan Anda. Selain penghasilan bulanan pribadi, kemungkinan bank juga akan menanyakan bagi Anda yang telah menikah, apakah istri Anda juga bekerja atau bila Anda memiliki penghasilan sampingan lainnya, adakah antisipasi jikalau penghasilan bulanan Anda tiba-tiba berhenti, serta pertanyaan tentang kepemilikan aset.
3.Pengeluaran
Expense bulanan juga harus Anda kemukakan secara clear kepada pihak bank. Informasikan biaya yang Anda keluarkan untuk biaya hidup, sewa rumah atau kontrakan, listrik, dan lainnya. Ada baiknya jikalau pengeluaran Anda hanya sepertiga dari pendapatan bulanan sehingga dua pertiganya bisa dipergunakan untuk membayarkan cicilan. Sebenarnya jawaban jujur menghindari Anda dari kredit macet yang dapat memberatkan di kemudian hari.
4.Hutang Piutang
Jangan coba-coba mengelabui pihak bank, karena pada akhirnya mereka akan melakukancross check ke Bank Indonesia apakah Anda memiliki masalah keuangan. Beberapa yang akan ditanyakan diantaranya apakah Anda memiliki hutang piutang ditempat lain, semisal cicilan motor, mobil, atau kredit bank, dsb. Setelah itu berapa besaran hutang, kepemilikan kartu kredit, dan bagaimana pembayaran setiap bulannya juga menjadi penilaian penting apakah pengajuan kredit Anda .bisa di acc.
5.Setelah mengetahui pertanyaan wawancara KPR, persiapkan diri Anda sebaik mungkin. Pernyataan yang lengkap dan meyakinkan penting untuk menghindari hasil wawancara yang lemah. Berikan pernyataan yang jujur dan tidak berbelit. Jangan sampai Anda sendiri terlihat tidak yakin sehingga menimbulkan curiga. Jawaban dari Anda yang penuh percaya diri tentu semakin mempertebal trust pihak bank untuk menyetujui KPR Anda.
Sumber:
http://www.lamudi.co.id/journal/pertanyaan-bank-saat-wawancara-kpr/
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Jalan Godog, Karangpawitan, Kabupaten Garut
Garut