Perpustakaan Paroki Duri

Perpustakaan Paroki Duri

Share

Photos 25/02/2016

Judul : Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
Penulis : Idrus
Penerbit : Balai Pustaka
Resensi : Satya ( www.lpmkentingan.com )

Pendudukan Jepang di Indonesia membawa babak baru dalam dunia sastra nusantara. Tidak lagi berbicara mengenai pertentangan adat atau perjodohan, karangan-karangan Zaman Jepang lebih berbicara mengenai perjuangan kemerdekaan dan pertentangan watak para tokohnya. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma adalah salah satu karya terkenal yang lahir pada zaman tersebut. Buku ini bukanlah roman atau novel, namun merupakan antologi prosa yang dikemas sedemikian rupa oleh sang pengarang, Idrus.

Idrus menghadirkan sesuatu yang baru dalam penulisan karya sastra. Menghadirkan dua belas kisah yang dibagi dalam tiga babak; yakni Zaman Jepang, Corat-Coret di Bawah Tanah, serta Sesudah 17 Agustus, Idrus berusaha menampilkan Indonesia yang penuh ketidakaturan, semrawut, penindasan yang berujung penderitaan, namun berujung pada satu hal: Membangkitkan semangat perjuangan kemerdekaan.

Buku ini diawali dengan cerita Ave Maria, mengisahkan seorang pemuda yang gila gara-gara asmara. Melupakan bangsanya karena berpisah dengan istrinya, namun memutuskan untuk kembali berjuang usai menjalani hari-hari yang mengesankan. Idrus, tampaknya menginginkan sesuatau yang berbeda. Maka, diselipkanlah sebuah naskah sandiwara di buku ini. Kejahatan Membalas Dendam bercerita dengan jujur realitas percintaan – yang tidak lagi menjadi pertentangan adat – namun pertentangan pemikiran antar tokohnya.

Kejujuran berlanjut pada Corat-Coret Bawah Tanah. Pembaca seakan menyaksikan dan merasakan langsung kejadian zaman itu. Perempuan-perempuan jalang, perjudian yang merajalela, pemakan bangkai, seakan menjadi keseharian yang tak pernah tak dijumpai. “Mereka semua pucat. Mereka melakukan onani… untuk menghilangkan lapar. Akhirnya mereka ini pun mati. Kata dokter karena banyak onani” (Corat-Coret Bawah Tanah: Jawa Baru). Begitulah adanya.

Pendudukan Jepang berakhir, namun tidak dengan permasalahan bangsa. Dalam kisah Surabaya, kita bisa menemukan sisi lain dari pertempuran Surabaya yang historis. Entah nyata atau tidak, Idrus melukiskan sebuah penyakit yang mengakibatkan perebutan Surabaya oleh para pejuang terhambat. “95 % dari anak-anak kita yang memanggul senapan sekarang ini,.. menderita suatu penyakit yang menegakkan bulu roma: 95 % dari mereka sekarang mendapati penyakit sipilis, penyakit raja singa,…” (Sesudah 17 Agustus: Surabaya). Mungkin begitulah adanya.

Kisah Open dalam Jalan Lain ke Roma menjadi penutup. Entah kenapa, Idrus seperti berusaha menceritakan pengalaman pribadinya dalam kisah ini. Open, seorang pemuda yang tidak berbicara kecuali dengan terus terang. Hidupnya seakan berkelana, dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjadi seseorang yang berguna, dengan mencurahkan pikirannya terhadap permasalahan sekitar. Ya, menjadi seorang pengarang.

Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma memang bukan buku paling wah. Namun, buku ini telah memberikan metode baru dalam penulisan sejarah. Dengan kejujuran dan gaya bahasa yang mudah dipahami, buku ini menjelma menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan sejarah bangsa.

Temukan di Perpustakaan Paroki Duri
Share-Study-Smart

Photos from Perpustakaan Paroki Duri's post 19/02/2016

Judul asli : Anne Frank, diary of young girl
Pengarang : Anne Frank, Susan Massoty
Penerjemah : Dina Begum

Kekejaman Adolf Hi**er dan N**i lewat kependudukan Gestapo menyisakan banyak cerita sedih. Anne Frank dan keluarganya salah satunya.

Pada tahun 1942 ketika N**i menduduki Belanda, seorang gadis Yahudi berumur 13 tahun bernama Anne Frank beserta keluarganya meninggalkan rumah mereka di Amsterdam untuk bersembunyi. Selama dua tahun berikutnya mereka bersembunyi di "pavilliun rahasia " sebuah kantor untuk bersembunyi dari kejaran Gestapo. Terputus dari dunia luar, mereka mengalami kejemuan,kelaparan,tekanan tiada henti, ruang gerak yang sempit dan ketakutan akan kematian yang terus membayangi.

Buku ini berasal dari catatan harian Anne Frank yang dengan rajin ditulisnya. Ia menggambarkan dengan jelas apa yang mereka alami dengan sangat jelas dan menyentuh perasaan, cara mereka bertahan hidup, bergembira akan hal -hal yang sangat sederhana seperti mengintip dari jendela, boleh mandi air hangat bergantian.

Seandainya Anne Frank tidak menulis catatan harian ini, dunia tidak akan mengenal Anne Frank, gadis kecil pemberani. Ia akan terkubur sama dengan ratusan ribu korban gestapo lainnya. Kebiasaannya menulis telah membuatnya menjadi sejarah dan terlebih lagi membuka mata hati manusia untuk terus mengupayakan perdamaian

Temukan buku ini di Perpustakaan Paroki Duri
Share-Study-Smart

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Duri?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


Duri
28884

Opening Hours

10:00 - 12:00